Ilustrasi panggilan FaceTime mencurigakan dari kontak Apple Support palsu

Apple Peringatkan Pengguna Waspada Penipuan FaceTime Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple perbarui panduan phishing untuk peringatkan pengguna soal penipuan FaceTime
  • Penipu mengaku sebagai Apple Support untuk mengelabui korban
  • Korban diminta berbagi layar yang memungkinkan penipu kuras rekening bank
  • Malwarebytes Labs laporkan skema ini sudah berhasil kuras rekening korban
  • Apple sediakan email reportfacetimefraud@apple.com untuk laporan penipuan
  • Tips aman: jangan percaya panggilan dari kontak tidak dikenal dan jangan bagikan data pribadi

Telset.id – Apple kini secara resmi memperingatkan pengguna untuk waspada terhadap panggilan FaceTime mencurigakan yang bisa menguras rekening bank. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya laporan penipuan yang memanfaatkan rasa percaya pengguna terhadap panggilan video dari kontak yang mengaku sebagai dukungan resmi Apple.

Penipuan telepon atau scam calls sebenarnya sudah menjadi ancaman lama. Banyak pengguna bahkan memilih untuk tidak menjawab panggilan dari nomor tidak dikenal. Namun, panggilan FaceTime memiliki karakteristik berbeda. Panggilan FaceTime, baik video maupun audio, hanya bisa dilakukan antar perangkat Apple yang mengetahui detail kontak FaceTime Anda, seperti nomor telepon atau alamat email.

Karena sifatnya yang lebih personal, banyak pengguna cenderung menurunkan kewaspadaan saat menerima panggilan FaceTime. Malwarebytes Labs melaporkan bahwa pola pikir inilah yang kini menjadi celah bagi para pelaku kejahatan siber.

Apple telah memperbarui panduan resminya mengenai pengenalan skema phishing. Pembaruan ini secara khusus menyoroti modus penipuan yang menggunakan panggilan FaceTime. Para penipu biasanya menghubungi korban dengan menampilkan identitas “Apple Support” yang tampak persis seperti panggilan resmi Apple.

Tidak hanya melalui panggilan, beberapa penipu juga mengirimkan pesan teks terlebih dahulu kepada korban. Pesan tersebut berisi informasi kontak yang membuat panggilan berikutnya terlihat lebih meyakinkan.

Modus operandi para penipu ini beragam. Mereka bisa mengaku bahwa korban mengalami penipuan kartu kredit, masalah pada perangkat, atau permintaan autentikasi akun. Ada pula yang menawarkan pengembalian dana atau penawaran terbatas yang harus segera diklaim.

“Whatever the case, the situation will likely put pressure on you to act fast, reducing the chance you’ll see through the act,” tulis laporan Malwarebytes Labs. Tekanan untuk bertindak cepat ini menjadi senjata utama penipu agar korbannya tidak sempat berpikir jernih.

Tujuan utama panggilan FaceTime ini adalah untuk menjebak korban dalam rasa aman palsu. Seperti yang telah disebutkan, korban cenderung tidak curiga terhadap panggilan FaceTime, apalagi jika berasal dari “Apple Support”. Namun, bahaya sesungguhnya muncul saat panggilan berlanjut.

Setelah panggilan audio FaceTime berjalan, penipu dapat meminta beralih ke panggilan video. Pada tahap ini, mereka bisa meminta korban untuk berbagi layar atau screen sharing. Malwarebytes melaporkan bahwa penipu kerap menggunakan aplikasi panggilan video untuk memandu korban melakukan langkah-langkah tertentu di perangkat mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan, FaceTime memungkinkan pengguna untuk meminta kendali jarak jauh atas layar pengguna lain. Fitur yang seharusnya memudahkan ini kini disalahgunakan oleh penipu. Malwarebytes menegaskan bahwa skema ini telah berhasil menguras habis rekening bank korban.

Modus penipuan melalui panggilan ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, berbagai skema serupa juga pernah terungkap, seperti penipuan artikel palsu yang menargetkan investor kripto. Pola yang digunakan hampir sama, yaitu memanfaatkan urgensi dan rasa percaya korban.

**Cara Melindungi Diri dari Penipuan FaceTime**

Meskipun penipuan merajalela, bukan berarti pengguna tidak bisa melindungi diri. Kunci utamanya adalah mengikuti praktik keamanan siber dasar. Langkah pertama adalah menganggap setiap panggilan dari kontak selain orang terpercaya sebagai mencurigakan, meskipun panggilan tersebut mengaku dari organisasi seperti Apple.

Jika sudah terlanjut menerima panggilan, jangan pernah membagikan informasi pribadi. Data yang bisa digunakan untuk mengakses akun atau keuangan Anda harus dijaga ketat. Meskipun penipuan FaceTime tidak selalu bergantung pada celah keamanan perangkat, memasang pembaruan keamanan terbaru tetap penting untuk menutup celah yang diketahui.

Apple juga menyediakan saluran pelaporan khusus. Jika Anda menerima panggilan FaceTime yang mencurigakan, ambil tangkapan layar dari ID penelepon. Kirimkan gambar tersebut ke alamat email reportfacetimefraud@apple.com.

Kesadaran pengguna menjadi benteng pertahanan paling efektif. Dengan memahami bahwa panggilan FaceTime tidak kebal terhadap penyalahgunaan, pengguna bisa lebih waspada. Jangan biarkan rasa percaya terhadap teknologi membuat Anda lengah terhadap ancaman yang mengintai.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.