Ilustrasi sistem industri Siemens yang menjadi target serangan siber peretas Iran

CISA Peringatkan Serangan Siemens PLC Target Infrastruktur Kritis AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • CISA bersama NSA, FBI, DOE, dan EPA mengeluarkan peringatan tentang serangan hacker Iran yang menargetkan PLC Siemens seri S7
  • Peretas menggunakan informasi publik dan alat AI untuk mengembangkan exploit akses jarak jauh
  • Sektor yang paling ditargetkan: Manufaktur Kritis, Energi, Air dan Limbah, Kimia, Makanan dan Pertanian, serta Fasilitas Komersial
  • Eksploitasi PLC dapat menyebabkan gangguan proses industri, insiden keselamatan, dan kerusakan peralatan
  • Operator disarankan memperbarui patch keamanan, mengisolasi sistem dari internet, dan memantau aktivitas mencurigakan
  • Peringatan muncul kurang dari sebulan setelah serangan siber pada infrastruktur air AS yang diduga berasal dari Iran

Telset.id – Badan keamanan siber Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan serius terkait aktivitas peretas Iran yang menargetkan programmable logic controllers (PLC) Siemens seri S7. Peringatan ini dikeluarkan oleh Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) bersama beberapa lembaga pemerintah AS lainnya, menandakan ancaman ini bukan sekadar risiko teoretis melainkan ancaman aktif yang perlu diwaspadai.

Menurut advisory CISA, para peretas memanfaatkan informasi yang tersedia secara publik tentang perangkat PLC Siemens yang banyak digunakan untuk mengembangkan exploit yang memungkinkan akses dan kontrol jarak jauh. Mereka juga menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi vektor serangan tambahan dan beradaptasi dengan langkah pertahanan yang mungkin telah diterapkan operator untuk melindungi sistem mereka.

“Aktor tersebut memanfaatkan layanan pemindaian internet untuk menemukan PLC yang terpapar internet dan menjalankan perangkat lunak usang atau yang tidak terlindungi dengan baik,” demikian pernyataan CISA dalam peringatannya.

Ancaman ini menargetkan sektor infrastruktur kritis AS yang paling banyak menjadi sasaran, termasuk Manufaktur Kritis, Energi, Air dan Limbah, Kimia, Makanan dan Pertanian, serta Fasilitas Komersial. Eksploitasi PLC yang tidak terlindungi dengan baik dapat menyebabkan gangguan proses industri kritis, insiden keselamatan, waktu henti atau kerusakan peralatan, kompromi data sensitif, pelanggaran kepatuhan, dan dampak berjenjang di seluruh sistem yang saling terhubung.

Siemens industrial systems

Peringatan ini dikeluarkan bersama oleh beberapa lembaga pemerintah, tidak hanya CISA. Advisory tersebut juga ditulis bersama oleh National Security Agency (NSA), Federal Bureau of Investigation (FBI), Department of Energy (DOE), dan Environmental Protection Agency (EPA). Keterlibatan banyak lembaga ini menggarisbawahi betapa seriusnya masalah ini.

Karena itu, operator yang menggunakan PLC Siemens S7 (dan PLC lain yang mengoperasikan infrastruktur kritis) disarankan untuk menjaga peralatan mereka tetap diperbarui dengan patch keamanan terbaru, mengisolasinya dari internet sebanyak mungkin, melindunginya dengan kontrol akses yang kuat, dan menerapkan langkah-langkah keamanan siber untuk memantau sistem kontrol industri (ICS) dari anomali dan kemungkinan aktivitas jahat.

Yang membuat ancaman ini semakin berbahaya adalah penggunaan alat AI yang dapat memungkinkan calon penyerang membuat file berbahaya terlihat dan berperilaku seperti alat pemantauan yang sah. Mereka mencapai ini dengan menggunakan pustaka otomatisasi industri sumber terbuka, sehingga memudahkan pengguna yang tidak curiga menjadi korban serangan mereka.

Meskipun lembaga-lembaga tersebut tidak menyebutkan dari mana serangan ini bisa berasal, peringatan ini muncul kurang dari sebulan setelah infrastruktur air di beberapa negara bagian AS diserang oleh serangan siber yang diduga berasal dari Iran. Proliferasi perangkat yang terhubung internet di infrastruktur kritis telah menjadikannya target utama baik bagi peretas yang mencari keuntungan besar maupun negara-bangsa yang ingin mendapatkan keunggulan atas lawan mereka.

Hal ini menjadi jelas dalam beberapa tahun terakhir ketika situs web pemerintah utama dan layanan online di Ukraina down tepat ketika militer Rusia mulai melintasi perbatasan mereka pada tahun 2022. Baru-baru ini, sebuah worm dari sumber yang tidak diketahui menghapus mesin-mesin Iran selama kuartal pertama tahun 2026, yang terjadi sekitar waktu yang sama dengan kampanye pemboman AS terhadap negara tersebut.

a drinking water pipe

Bahkan ada klaim dari Iran bahwa perangkat jaringan dari perusahaan Amerika dan Eropa gagal selama serangan meskipun mereka terputus dari dunia luar. Selain skenario dalam peperangan aktif ini, serangan siber juga dapat digunakan dalam perang abu-abu (gray warfare), di mana lawan dapat memberikan kerusakan maksimum sambil mempertahankan penyangkalan yang masuk akal, mengurangi kemungkinan pembalasan.

Bagi operator infrastruktur kritis di Indonesia, peringatan ini menjadi pengingat penting tentang kerentanan sistem kontrol industri terhadap serangan siber yang semakin canggih. Penggunaan AI oleh para peretas menunjukkan bahwa metode serangan terus berkembang, dan langkah pertahanan statis mungkin tidak lagi cukup untuk melindungi sistem yang menjalankan layanan penting.

Langkah-langkah yang disarankan CISA, seperti memperbarui patch keamanan secara rutin, mengisolasi sistem dari internet, dan memantau aktivitas mencurigakan, menjadi fondasi dasar yang perlu diterapkan secara konsisten. Kolaborasi antar lembaga pemerintah AS dalam mengeluarkan peringatan ini juga menunjukkan bahwa ancaman siber terhadap infrastruktur kritis dianggap sebagai isu keamanan nasional yang serius.

Cyberattack concept

Ke depannya, kesadaran akan risiko ini harus diikuti dengan tindakan nyata. Operator PLC, baik di sektor manufaktur, energi, air, maupun sektor lainnya, perlu mengevaluasi kembali postur keamanan siber mereka dan memastikan bahwa sistem yang mereka kelola tidak menjadi titik masuk yang mudah bagi pihak-pihak yang berniat jahat. Dengan memahami taktik yang digunakan para peretas, langkah pencegahan yang lebih efektif dapat diambil untuk melindungi infrastruktur yang menjadi tulang punggung operasional banyak negara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.