📑 Daftar Isi

Ilustrasi data center Crusoe dengan server AI dan GPU untuk infrastruktur komputasi

Crusoe Kumpulkan Dana Rp480 Triliun untuk Infrastruktur AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Crusoe mengumpulkan pendanaan US$3 miliar dengan valuasi US$30 miliar
  • Putaran dipimpin Atreides Management dan Valor Equity Partners, dengan partisipasi Mubadala Capital
  • Pendanaan datang 10 bulan setelah putaran US$1,38 miliar dengan valuasi US$10 miliar
  • Crusoe menandatangani kontrak cloud US$13 miliar selama lima tahun dengan Jane Street
  • Perusahaan bertransformasi dari tambang kripto (2018) menjadi penyedia infrastruktur AI
  • Klien utama termasuk Oracle, OpenAI, Meta, dan Microsoft
  • Crusoe dikabarkan sedang mempersiapkan IPO dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley

Telset.id – Crusoe, pengembang data center yang melayani Meta, Microsoft, dan OpenAI, berhasil mengumpulkan pendanaan baru senilai US$3 miliar atau sekitar Rp48 triliun. Putaran pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan pada angka US$30 miliar, menandai lompatan signifikan bagi penyedia infrastruktur AI tersebut.

Kesepakatan pendanaan ini dipimpin bersama oleh Atreides Management dan Valor Equity Partners. Partisipasi juga datang dari Mubadala Capital, anak perusahaan manajemen aset dari dana kekayaan berdaulat Abu Dhabi, Mubadala. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.

Pendanaan segar ini datang hanya 10 bulan setelah Crusoe mengumpulkan dana US$1,38 miliar dengan valuasi US$10 miliar pada Oktober tahun lalu. Kenaikan valuasi tiga kali lipat dalam waktu kurang dari setahun menunjukkan pertumbuhan pesat perusahaan di tengah tingginya permintaan infrastruktur komputasi AI.

Kabar pendanaan ini sejalan dengan tren investasi besar di sektor infrastruktur AI. Sebelumnya, Google Borong Listrik panas bumi 396 MW untuk kebutuhan data center mereka di Utah, menunjukkan skala konsumsi energi yang dibutuhkan industri ini.

Kontrak Raksasa dengan Jane Street

Sebelum pengumuman pendanaan ini, Crusoe baru saja menandatangani kontrak cloud senilai US$13 miliar dengan Jane Street, perusahaan perdagangan kuantitatif. Kontrak berdurasi lima tahun ini mencakup penyediaan GPU dan infrastruktur AI untuk mendukung operasional Jane Street.

Kontrak senilai triliunan rupiah tersebut memperkuat posisi Crusoe sebagai pemain utama dalam rantai pasokan komputasi AI global. Perusahaan tidak hanya membangun data center, tetapi juga menyediakan layanan cloud dengan akses ke unit pemrosesan grafis (GPU) yang sangat dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI.

Lonjakan permintaan GPU dan infrastruktur AI juga mendorong pertumbuhan di sektor terkait. Di sisi penyimpanan data, Solidigm Kuasai 24% pangsa pasar enterprise SSD pada 2026, mencerminkan kebutuhan penyimpanan yang meningkat seiring ekspansi data center AI.

Transformasi dari Tambang Kripto ke Raksasa AI

Crusoe didirikan pada 2018 sebagai operasi penambangan kripto yang memanfaatkan gas alam yang selama ini dibakar (flared natural gas). Namun, perusahaan telah bertransformasi total menjadi penyedia infrastruktur AI dan cloud terkemuka.

Saat ini, Crusoe dikenal luas karena mengembangkan kampus data center hyperscale untuk klien-klien besar seperti Oracle dan OpenAI. Perusahaan membangun fasilitas komputasi berskala sangat besar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi intensif model AI modern.

Perjalanan transformasi Crusoe mencerminkan pergeseran besar dalam industri komputasi. Dari infrastruktur kripto yang kontroversial secara lingkungan, perusahaan kini menjadi tulang punggung bagi pengembangan AI yang sedang berlangsung di seluruh dunia.

Persiapan Menuju IPO

Menurut laporan Axios bulan lalu, Crusoe baru-baru ini bertemu dengan bankir investasi, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, untuk membahas potensi penawaran umum perdana (IPO) dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk melantai di bursa saham publik.

Kombinasi antara pendanaan baru bernilai besar, kontrak jangka panjang yang menguntungkan, dan persiapan IPO menempatkan Crusoe pada posisi yang kuat untuk terus berekspansi. Perusahaan tampaknya sedang membangun momentum untuk menjadi salah satu pemain infrastruktur AI terbesar di dunia.

Minat investor terhadap perusahaan infrastruktur AI juga terlihat dari kesepakatan lain di sektor ini. Sebagai contoh, General Compute Raih Pinjaman US$400 juta untuk mengembangkan chip AI inferensi, menunjukkan arus modal besar yang mengalir ke ekosistem AI.

Dampak bagi Industri AI Global

Pendanaan US$3 miliar dengan valuasi US$30 miliar ini menegaskan bahwa infrastruktur AI fisik—data center, GPU, dan sistem pendingin—menjadi salah satu sektor paling bernilai dalam ekonomi teknologi saat ini. Crusoe berada di tengah pusaran permintaan tersebut.

Dengan pelanggan seperti Meta, Microsoft, dan OpenAI, Crusoe memegang posisi strategis dalam rantai pasokan AI. Ketiga perusahaan tersebut merupakan pengembang model AI terbesar di dunia dan sangat bergantung pada kapasitas komputasi yang disediakan Crusoe.

Kontrak lima tahun senilai US$13 miliar dengan Jane Street juga menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur AI tidak terbatas pada perusahaan teknologi besar. Perusahaan di sektor keuangan dan perdagangan juga membutuhkan kapasitas komputasi besar untuk menjalankan algoritma dan model prediktif mereka.

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Crusoe tampaknya menerapkan strategi pertumbuhan agresif dengan mengamankan pendanaan besar sebelum melakukan ekspansi besar-besaran. Pola ini terlihat dari jarak waktu yang relatif pendek antara putaran pendanaan Oktober lalu dan putaran terbaru ini.

Valuasi yang melonjak dari US$10 miliar menjadi US$30 miliar dalam 10 bulan mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Meskipun industri AI sempat mengalami gejolak, permintaan terhadap infrastruktur komputasi dasar terus meningkat.

Perusahaan juga menunjukkan fleksibilitas dalam model bisnisnya—dari penambangan kripto, beralih ke penyediaan cloud dan pengembangan data center hyperscale. Kemampuan beradaptasi ini menjadi nilai tambah di tengah perubahan cepat lanskap teknologi.

Bagi industri teknologi Indonesia, perkembangan ini menjadi indikator penting tentang arah investasi global. Perusahaan-perusahaan teknologi besar terus menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk membangun fondasi komputasi yang akan mendukung layanan AI di masa depan.

Dengan pendanaan baru, kontrak besar, dan rencana IPO, Crusoe berada pada lintasan pertumbuhan yang jelas. Perusahaan ini menjadi contoh bagaimana infrastruktur fisik tetap menjadi komponen krusial dalam revolusi AI yang sedang berlangsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.