Ilustrasi daftar startup unicorn tahun 2026 yang didominasi AI

Daftar Unicorn 2026: AI Dominasi, Startup Lain Ikut Bersinar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AI menjadi pendorong utama lahirnya unicorn di 2026, namun startup kesehatan, kripto, dan luar angkasa juga menonjol.
  • Promethus, startup AI co-founder Jeff Bezos, menjadi unicorn tertinggi dengan valuasi $41 miliar.
  • MiRus (alat medis) dan Recursive (AI research lab) menjadi unicorn besar di sektor non-AI murni.
  • Startup luar angkasa seperti Cowboy Space dan True Anomaly juga berhasil mencapai valuasi miliaran dolar.
  • Daftar ini akan terus diperbarui sepanjang tahun 2026.

Telset.id – Gelombang investasi yang dipicu oleh kecerdasan buatan atau AI telah menciptakan lebih banyak perusahaan rintisan berstatus unicorn di tahun 2026. Data dari Crunchbase dan PitchBook menunjukkan bahwa meskipun AI mendominasi, sejumlah startup di bidang kesehatan, kripto, hingga manufaktur luar angkasa juga berhasil mencapai valuasi miliaran dolar.

Fenomena ini menandai percepatan yang signifikan dalam ekosistem startup global. Para investor berlomba-lomba menanamkan modal pada perusahaan yang dianggap memiliki potensi disruptif tinggi, terutama yang terkait dengan AI. Daftar yang dikumpulkan oleh TechCrunch ini akan terus diperbarui sepanjang tahun, mencerminkan dinamika pasar yang sangat cepat.

Salah satu pendatang baru yang paling menonjol adalah Promethus, startup AI yang didirikan bersama oleh Jeff Bezos tahun lalu. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar $18,2 miliar dan memiliki valuasi mencapai $41 miliar, menjadikannya unicorn dengan valuasi tertinggi dalam daftar ini. Fokus Promethus adalah membangun alat AI yang mengotomatiskan tugas-tugas teknik umum.

Namun, bukan hanya AI generatif yang menjadi primadona. Sektor kesehatan juga melahirkan beberapa unicorn besar, seperti MiRus yang memiliki valuasi $4,41 miliar. Perusahaan alat medis kardiovaskular dan ortopedi ini terakhir kali mengumpulkan dana $1,5 miliar dari Boston Scientific. Ada juga Recursive, laboratorium riset AI yang didirikan pada 2025, yang mencapai valuasi $4,65 miliar setelah pendanaan Seri A senilai $650 juta yang dipimpin oleh GV dan Greycroft.

Selain itu, beberapa startup juga fokus pada pengembangan perangkat keras khusus AI. Positron, misalnya, membangun perangkat keras AI kustom untuk inferensi dan mencapai valuasi $1,06 miliar. Sementara itu, Nextop AI mengembangkan perangkat keras jaringan ethernet untuk pusat data AI dan memiliki valuasi $4,2 miliar.

Daftar unicorn 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat pada teknologi luar angkasa. Cowboy Space, yang berupaya membangun jaringan listrik di luar angkasa untuk mendukung AI di Bumi, memiliki valuasi $2 miliar. Starcloud, yang mengembangkan teknologi untuk menempatkan pusat data di luar angkasa, mencapai valuasi $1,1 miliar. True Anomaly, perusahaan manufaktur pertahanan luar angkasa, juga berhasil meraih status unicorn dengan valuasi $2,2 miliar.

Di sektor keuangan, kehadiran Erebor Bank yang didirikan oleh Palmer Luckey pada 2025 dan fokus pada klien kripto, menunjukkan bahwa aset digital masih menjadi area yang menarik bagi investor. Bank ini memiliki valuasi $4 miliar setelah mengumpulkan dana tahap awal (seed) sebesar $635 juta. Startup kripto lainnya, Rain, yang bergerak di dompet kripto, mencapai valuasi $1,9 miliar.

Tidak ketinggalan, startup di bidang robotika juga mencuri perhatian. Apptronik, perusahaan robotika humanoid, mencapai valuasi $5,3 miliar setelah pendanaan Seri A senilai $935 juta. Bedrock Robotics, yang mengembangkan sistem bertenaga AI untuk alat berat konstruksi, memiliki valuasi $1,8 miliar.

Daftar ini mengonfirmasi bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang luar biasa bagi ekosistem startup global. Investasi berbasis AI menjadi pendorong utama, namun inovasi di berbagai sektor lain juga mendapatkan pengakuan dan pendanaan yang signifikan dari para investor. Fenomena ini diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun dengan kemunculan unicorn-unicorn baru lainnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.