Telset.id – Disney dikabarkan tengah menjajaki opsi untuk menghadirkan layanan streaming gratis berbasis iklan bagi platform Disney+. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk menarik lebih banyak penonton di tengah meningkatnya biaya langganan bulanan yang membuat konsumen mulai berpikir ulang.
Menurut laporan dari Business Insider, ide mengenai layanan gratis ini pertama kali muncul dalam sebuah pertemuan internal. Dalam kesempatan tersebut, Chief Product and Technology Officer Disney, Adam Smith, berdiskusi dengan para karyawan dan muncullah gagasan untuk menawarkan tier gratis Disney+ sebagai cara menambah jumlah pemirsa.
Meski belum ada pengumuman resmi, Disney dikabarkan masih terus mengkaji opsi ini. Jika terealisasi, versi gratis Disney+ kemungkinan akan mirip dengan platform video streaming gratis lainnya seperti Pluto TV dan Tubi, yang juga didanai oleh iklan. Konsep ini dinilai relevan mengingat banyak konsumen mulai meninggalkan paket langganan bulanan akibat kenaikan harga yang terus terjadi.
Namun, tidak semua konten yang tersedia untuk pelanggan berbayar akan bisa diakses di tier gratis. Konten populer seperti waralaba Star Wars dan Marvel kemungkinan besar tidak akan disertakan dalam layanan gratis tersebut. Pembatasan ini menjadi salah satu pertimbangan utama agar nilai tambah dari langganan berbayar tetap terjaga.

Saat ini, harga paket berlangganan di Amerika Serikat untuk bundle Disney+ dan Hulu (konten terbatas) dengan iklan dimulai dari $12,99 per bulan. Sementara itu, layanan tanpa iklan dan dukungan unduhan dibanderol mulai $18,99 per bulan. Harga tertinggi mencapai $44,99 per bulan untuk paket Disney+, Hulu, and ESPN Unlimited Premium yang mencakup Disney+ (Tanpa Iklan), Hulu (Tanpa Iklan), dan ESPN (Dengan Iklan).
Keputusan untuk mempertimbangkan tier gratis ini juga didorong oleh perubahan kebijakan dari operator seluler. Pelanggan T-Mobile yang sebelumnya bisa menikmati diskon besar untuk langganan Disney+ melalui celah tertentu kini tidak lagi bisa memanfaatkannya. Celah yang memungkinkan pelanggan T-Mobile pada paket premium seperti Go5G Next dan Experience Beyond untuk menumpuk langganan Hulu gratis dengan bundle Disney+ telah ditutup. Alhasil, pelanggan T-Mobile yang ingin menikmati Disney+ kini harus membayar layanan mandiri secara penuh.
Meskipun demikian, Disney+ mencatatkan pertumbuhan positif. Secara global, platform ini memiliki 131,6 juta pelanggan, dengan tambahan 7 juta pelanggan inti selama tahun fiskal 2025. Angka ini mematahkan tren penurunan pasca-pandemi yang sempat dialami Disney+. Di kawasan AS dan Kanada, jumlah pelanggan diperkirakan mencapai 54 hingga 56 juta.
Menariknya, 30% dari seluruh pelanggan inti Disney+ terdaftar pada tier Basic yang didukung iklan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki titik masuk dengan biaya lebih rendah untuk mempertahankan pelanggan. Pemikiran yang sama tampaknya mendasari diskusi tentang penambahan tier gratis yang didukung iklan bagi para penonton Disney+.
Baca Juga:
Strategi ini sebenarnya bukan hal baru di industri hiburan. Spotify, misalnya, telah lama menerapkan model serupa. Secara global, platform audio tersebut memiliki 761 juta pelanggan, di mana 483 juta di antaranya terdaftar pada layanan gratis yang didukung iklan, sementara 293 juta lainnya membayar langganan bulanan. Spotify mampu membiayai 483 juta pengguna gratisnya dengan membebankan tarif iklan yang sepadan dengan platform yang menjangkau begitu banyak calon pelanggan potensial.
Disney dipastikan tidak akan melewatkan peluang ini. Sebagai perusahaan raksasa, Disney dikenal mampu mengubah setiap peluang kecil menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Dengan menghadirkan tier gratis, Disney tidak hanya berpotensi menambah jumlah pengguna, tetapi juga tetap bisa menghasilkan keuntungan besar melalui pendapatan iklan.
Langkah Disney ini mengingatkan pada strategi serupa yang diterapkan oleh platform lain. Sebelumnya, Netflix juga dikabarkan menguji coba free trial untuk menarik pelanggan baru. Model gratis dengan iklan ini menjadi tren yang semakin populer di tengah persaingan ketat industri streaming.
Bagi konsumen, kehadiran tier gratis Disney+ tentu menjadi angin segar. Mereka yang selama ini enggan berlangganan karena biaya bisa menikmati konten berkualitas dari Disney tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, mereka harus siap dengan konsekuensi berupa iklan yang akan muncul selama menonton.
Meskipun demikian, keputusan akhir masih menunggu pengumuman resmi dari Disney. Yang jelas, wacana ini menunjukkan bahwa Disney serius ingin memperluas jangkauan pasar dan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan uang untuk hiburan.
Dengan jumlah pelanggan global yang mencapai 131,6 juta, langkah Disney untuk menghadirkan tier gratis bisa menjadi strategi jitu untuk mempertahankan dominasi di industri streaming. Apalagi, tren konsumen yang mulai meninggalkan langganan berbayar karena kenaikan harga menjadi peluang besar bagi model bisnis berbasis iklan.
Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak platform streaming yang mengadopsi model serupa. Persaingan tidak lagi hanya soal konten eksklusif, tetapi juga soal fleksibilitas harga dan pilihan bagi konsumen. Disney, dengan segala sumber dayanya, tampaknya siap memimpin perubahan ini.





Komentar
Belum ada komentar.