📑 Daftar Isi

Kebakaran di depot minyak Shahran akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Juni 2025

Emisi Serangan Kilang Minyak Iran Setara Letusan Gunung Berapi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Serangan udara Israel pada 7 Maret 2026 terhadap empat kilang minyak Iran hasilkan 29.800 metrik ton SO2
  • Emisi ini setara dengan letusan gunung berapi Eyjafjallajökull 2010 yang hanya 20.000 ton selama 3 hari
  • Awan gas beracun menyebar 2.000 km hingga Asia Timur pada 9 Maret 2026
  • Penduduk Teheran alami sakit kepala, iritasi mata, dan kesulitan bernapas
  • Polutan bercampur hujan hasilkan hujan hitam korosif dengan partikel beracun
  • Data dari satelit FengYun 3 China dan Sentinel-5 ESA digunakan untuk pelacakan

Telset.id – Sebuah analisis baru mengungkap bahwa serangan dalam satu hari terhadap empat kilang minyak Iran menghasilkan emisi sulfur dioksida (SO2) yang setara dengan letusan gunung berapi. Penginderaan jauh dari satelit meteorologi China dan Eropa mencatat kebakaran akibat serangan udara Israel pada 7 Maret 2026 mengeluarkan total sekitar 29.800 metrik ton SO2 pada 8 Maret 2026.

Menurut laporan yang dikutip dari Live Science, awan gas beracun ini menyebar hingga sekitar 2.000 kilometer pada 9 Maret, mencapai wilayah Asia Timur. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences pada 26 Mei 2026.

Meskipun sebagian besar awan telah menghilang pada akhir 9 Maret, para peneliti menegaskan bahwa dampak dari peristiwa emisi besar ini tidak boleh diabaikan. Polutan yang bercampur dengan curah hujan menghasilkan hujan hitam yang berpotensi korosif dan mengandung partikel beracun seperti hidrokarbon.

“Beberapa penduduk (di Teheran) mengalami sakit kepala, rasa pahit di mulut, iritasi mata dan kulit, serta kesulitan bernapas,” tulis para penulis dalam penelitian tersebut. Dampak kesehatan langsung ini menunjukkan betapa seriusnya polusi udara yang ditimbulkan.

Perbandingan dengan Letusan Gunung Berapi

Sebagai perbandingan, letusan gunung berapi Eyjafjallajökull di Islandia pada tahun 2010 memuntahkan sekitar 20.000 metrik ton SO2 secara total selama tiga hari. Gumpalan abu dari letusan tersebut membuat penerbangan di Eropa terhenti hampir sebulan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kesulitan bernapas pada bulan-bulan berikutnya.

Dengan angka 29.800 metrik ton dalam satu hari, emisi dari serangan kilang minyak Iran ini jauh melampaui dampak letusan gunung berapi besar tersebut. Para peneliti telah memetakan ukuran dan lintasan asap SO2 yang dikeluarkan setelah serangan terhadap depot minyak Fardis, Shahran, dan Aghdasieh, serta Kilang Minyak Teheran.

Fire of Israeli attack on Sharan Oil depot is seen following the Israeli strikes on Iran, in Tehran, Iran, June 15, 2025.

Untuk melacak awan, para ilmuwan menganalisis data pencitraan hiperspektral ultraviolet dan inframerah dari satelit FengYun 3 China dan satelit Prekursor Sentinel-5 Badan Antariksa Eropa (ESA). Hasilnya menunjukkan jumlah SO2 di atmosfer Teheran meningkat tajam pada 8 Maret, mencakup area sekitar 300.000 km2 dengan angin timur laut mengirimkan asap hingga ke Asia Timur.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

SO2 adalah penyebab utama terjadinya hujan asam, yang berdampak besar terhadap lingkungan seperti hilangnya unsur hara dari tanah dan pencemaran saluran air. Polusi sulfur dioksida juga dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Perang yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran diketahui telah melepaskan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah luar biasa. Analisis terbaru menemukan antara 28 Februari hingga 14 Maret, perang tersebut menyumbang lebih banyak CO2 daripada emisi Islandia sepanjang tahun 2024.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak kesehatan masyarakat yang spesifik akibat serangan terhadap kilang minyak Iran. Data dari studi ini menjadi peringatan serius tentang konsekuensi lingkungan dari konflik bersenjata yang melibatkan infrastruktur energi.

Fakta bahwa emisi dari satu hari serangan melampaui letusan gunung berapi besar menunjukkan betapa besarnya skala polusi yang dihasilkan. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Iran, tetapi juga menyebar hingga Asia Timur, menimbulkan ancaman kesehatan dan lingkungan lintas batas negara.

Komentar

Belum ada komentar.