Telset.id – Badan regulasi Amerika Serikat, FCC, baru saja memberikan sertifikasi untuk Sony Xperia 10 VIII. Namun, temuan menarik terungkap dalam laporan tersebut: ponsel kelas menengah ini tidak mencantumkan dukungan untuk jaringan 5G.
Keputusan ini menjadi sorotan karena pendahulunya, Xperia 10 VII yang dirilis tahun 2025, justru telah mendukung jaringan generasi kelima. Ketidakhadiran 5G pada laporan FCC untuk Sony Xperia 10 VIII menimbulkan pertanyaan tentang strategi konektivitas Sony untuk lini ponsel menengahnya di tahun 2026.
Laporan dari FCC menunjukkan bahwa Xperia 10 VIII hanya mendukung empat pita LTE, yaitu band 4, 5, 12, dan 41. Sementara itu, fitur lain seperti jack audio 3,5mm tetap dipertahankan dan mendapatkan pengakuan dari badan regulasi tersebut. Untuk konektivitas nirkabel, ponsel ini mendukung Wi-Fi 6, bukan Wi-Fi 7 yang lebih mutakhir.
Ketidakhadiran dukungan Wi-Fi 7 memicu spekulasi mengenai chipset yang akan digunakan. Beberapa pihak menduga bahwa Sony Xperia 10 VIII akan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 6 Gen 4 atau Snapdragon 7 Gen 4, karena kedua chipset tersebut tidak mendukung Wi-Fi 7. Informasi lebih lanjut dari laporan FCC juga menyebutkan dukungan Bluetooth, namun versi pastinya tidak disebutkan secara rinci.
Baca Juga:
Kenapa FCC Menyetujui Ponsel yang Tidak Dijual di AS?
Fakta menarik lainnya adalah bahwa Sony Xperia 10 VIII, bersama dengan saudara flagshipsnya Xperia 1 VIII, tidak akan dijual secara resmi di Amerika Utara. Lantas, mengapa Sony tetap mengirimkan kedua perangkat tersebut untuk pengujian FCC?
Alasannya cukup sederhana. Pertama, FCC menguji perangkat untuk memastikan kepatuhan terhadap frekuensi radio, sehingga perangkat tersebut legal untuk digunakan di AS. Kedua, Sony mungkin ingin mendapatkan sertifikasi untuk keperluan pengujian internal oleh karyawan mereka di Amerika Serikat. Ketiga, sertifikasi ini bisa menjadi langkah antisipasi jika suatu saat Sony memutuskan untuk merilis perangkat tersebut di pasar AS.
Keputusan Sony untuk tidak memasarkan Xperia 10 VIII dan Xperia 1 VIII di Amerika Utara bukanlah hal yang mengejutkan. Pangsa pasar Sony di AS sangat kecil, yaitu kurang dari 1% dari total pengiriman smartphone pada tahun 2025. Ketidakmampuan Sony untuk mendapatkan mitra operator seluler di AS menjadi salah satu penyebab utama lemahnya penjualan mereka di sana.
Spesifikasi dan Fitur yang Terungkap
Meskipun laporan FCC tidak memberikan spesifikasi lengkap, beberapa detail penting telah terungkap. Selain ketiadaan 5G dan Wi-Fi 7, ponsel ini dipastikan memiliki jack audio 3,5mm yang merupakan kabar baik bagi para penggemar audio wired. Dukungan Wi-Fi 6 juga masih cukup mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.
Prosesor yang digunakan masih menjadi misteri, namun rumor mengarah pada chipset kelas menengah dari Qualcomm. Jika melihat tuntutan hukum yang mungkin timbul dari spekulasi, kita harus menunggu pengumuman resmi dari Sony untuk memastikan spesifikasi sebenarnya.
Berdasarkan jadwal rilis sebelumnya, Sony Xperia 10 VII diperkenalkan pada 12 September 2025. Jika mengikuti pola yang sama, kita dapat mengantisipasi peluncuran Sony Xperia 10 VIII dalam beberapa minggu ke depan.
Ketiadaan dukungan 5G pada ponsel kelas menengah tahun 2026 ini menjadi langkah yang tidak biasa. Sebagian besar pesaing di segmen harga yang sama sudah menyertakan konektivitas 5G sebagai fitur standar. Keputusan ini bisa menjadi bumerang bagi Sony, terutama di pasar-pasar di mana 5G sudah menjadi infrastruktur utama.
Namun, perlu diingat bahwa laporan FCC hanya mencantumkan pita 5G yang diuji. Ada kemungkinan bahwa dukungan 5G tetap ada namun tidak tercantum dalam laporan tersebut, atau Sony memang sengaja menghilangkannya untuk menekan biaya produksi.
Bagi penggemar setia Sony, ketiadaan 5G mungkin bukan masalah besar jika ponsel ini menawarkan keseimbangan fitur lain yang menarik. Jack audio 3,5mm dan layar berkualitas tinggi yang menjadi ciri khas Xperia bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Sony sendiri memiliki sejarah panjang di industri smartphone, mulai dari era Windows Mobile dengan Xperia X1 hingga menghadirkan layar 4K pada seri Xperia Z5 Premium dan Xperia 1 V. Namun, kegagalan mereka di pasar AS menunjukkan bahwa inovasi saja tidak cukup tanpa strategi distribusi dan pemasaran yang tepat.
Kita akan terus memantau perkembangan selanjutnya mengenai Sony Xperia 10 VIII. Apakah ponsel ini akan membawa kejutan lain selain ketiadaan 5G? Atau justru akan menjadi bukti bahwa Sony semakin tertinggal dalam persaingan smartphone kelas menengah?
Yang jelas, bagi reporter TV atau pengguna umum yang menginginkan ponsel dengan fitur kekinian, absennya 5G pada Xperia 10 VIII bisa menjadi pertimbangan serius sebelum memutuskan untuk membeli.





Komentar
Belum ada komentar.