Google mengumumkan fitur keamanan baru Android untuk lindungi dari penipuan telepon dan pencopetan

Google Umumkan Fitur Anti-Copet dan Anti-Penipu untuk Android

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google umumkan fitur keamanan baru Android di program Android Show menjelang Google I/O 2026.
  • Fitur anti-spoofing otomatis akhiri panggilan palsu dari nomor yang mengaku bank, bermitra dengan Revolut, Itaú, Nubank.
  • Fitur 'Mark as lost' di Find Hub ditingkatkan dengan autentikasi biometrik (sidik jari/wajah) sebagai lapisan keamanan kedua.
  • Fitur Live Threat Detection diperluas untuk deteksi aplikasi mencurigakan, hadir di Android 17.
  • Fitur privasi baru untuk berbagi lokasi sementara hanya saat aplikasi terbuka.
  • Fitur anti-spoofing hadir untuk perangkat Android 11 ke atas dalam beberapa pekan ke depan.

Telset.id – Google mengumumkan serangkaian fitur keamanan baru untuk sistem operasi Android yang dirancang untuk melindungi pengguna dari modus penipuan telepon dan aksi pencopetan. Pengumuman ini disampaikan dalam program Android Show, menjelang konferensi tahunan Google I/O yang akan digelar pekan depan.

Fitur-fitur tersebut akan hadir di perangkat Android sepanjang tahun 2026. Salah satu yang paling menonjol adalah perlindungan terhadap penipuan telepon yang mengatasnamakan bank atau institusi keuangan. Modus ini kian canggih karena pelaku memanfaatkan teknologi spoofing atau pemalsuan nomor telepon, sehingga panggilan mereka seolah-olah berasal dari bank resmi.

Google berkolaborasi dengan sejumlah bank dan institusi keuangan untuk menghambat modus ini. Sistem operasi Android akan dilengkapi fitur perlindungan spoofing yang secara otomatis mengakhiri panggilan dari nomor yang berpura-pura sebagai bank yang berpartisipasi. Fitur ini juga akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna bahwa mereka kemungkinan besar menerima panggilan dari penipu.

Fitur perlindungan spoofing ini akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan untuk perangkat yang menjalankan Android 11 atau lebih baru. Saat ini, Google baru bermitra dengan bank Revolut, Itaú, dan Nubank, yang semuanya tidak beroperasi di Indonesia. Google mengatakan akan memperluas kolaborasi ini dengan lebih banyak bank pada akhir tahun 2026.

Selain itu, Google meningkatkan fitur ‘Mark as lost’ di aplikasi Find Hub untuk melindungi ponsel ketika dicuri atau hilang. Fitur ini akan menambahkan autentikasi biometrik sebagai lapisan keamanan tambahan. Pengguna kini harus memasukkan PIN dan sidik jari atau wajah untuk membuka perangkat.

Fitur ini dirancang untuk mengantisipasi pencopet yang sudah memperhatikan gerak-gerik pengguna hingga menghapalkan PIN atau password perangkat. Adanya biometrik sebagai lapisan perlindungan kedua diharapkan bisa mencegah pencuri untuk menonaktifkan fitur device tracking.

Selain autentikasi biometrik, mengaktifkan fitur ‘Mark as lost’ juga akan mengaktifkan perlindungan tambahan seperti menyembunyikan Quick Settings dan menonaktifkan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth baru. Fitur ini akan diaktifkan secara default di perangkat yang menjalankan Android 17.

Google umumkan fitur keamanan baru untuk Android

Google juga mengumumkan ekspansi untuk fitur Live Threat Detection. Fitur yang menganalisis aplikasi untuk mendeteksi perilaku mencurigakan ini nantinya akan bisa mendeteksi aplikasi yang berupaya menipu pengguna. Fitur ini akan mengandalkan pemantauan sinyal dinamis yang mendeteksi pola atau perilaku mencurigakan yang dilakukan aplikasi, seperti melakukan SMS forwarding atau memanipulasi izin aksesibilitas untuk menampilkan konten di layar. Pembaruan ini akan hadir di Android 17 tahun ini.

Terakhir, ada fitur privasi kecil yang fokus pada izin aksesibilitas dan data lokasi. Pengguna dapat mengetuk tombol khusus untuk berbagi lokasi tepat dengan aplikasi secara sementara, selama aplikasi tersebut tetap terbuka. Google mengatakan fitur ini akan bermanfaat untuk tugas singkat, seperti mencari kafe terdekat. Dengan cara ini, pengguna bisa membatasi data lokasi yang dapat diakses sebuah aplikasi.

Dengan rangkaian fitur baru ini, Google berupaya memberikan lapisan perlindungan yang lebih komprehensif bagi pengguna Android. Fitur anti-spoofing dan peningkatan ‘Mark as lost’ menjadi jawaban atas meningkatnya ancaman keamanan digital dan fisik yang mengintai pengguna smartphone. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Google dalam berkolaborasi dengan sektor keuangan untuk memerangi penipuan.

Komentar

Belum ada komentar.