Telset.id – Googlebooks resmi hadir sebagai lini laptop baru Google yang membawa perubahan besar dibanding Chromebook, mulai dari harga premium hingga sistem operasi baru. Perbedaan keduanya kini semakin jelas setelah lima Googlebook pertama diuji langsung, terutama karena Googlebook tidak lagi menyasar segmen laptop murah seperti Chromebook, melainkan bersaing dengan laptop Windows dan MacBook kelas atas.
Googlebooks dan Chromebook sama-sama laptop Google yang bekerja baik dengan aplikasi perusahaan, namun di titik itulah kemiripan keduanya berakhir. Keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda, sehingga penting bagi calon pembeli untuk memahami perbedaannya, terlebih saat musim belanja liburan semakin dekat.
Perbedaan paling mencolok terletak pada harga. Chromebook lama dikenal sebagai laptop paling terjangkau dengan rentang harga 150 dolar AS hingga lebih dari 600 dolar AS. Googlebook justru diposisikan sebagai laptop premium dengan harga yang mengikuti kelasnya. Acer Googlebook 14 misalnya dibanderol mulai 899 dolar AS, sementara Asus Googlebook 14 yang menjadi varian termahal dibanderol mulai 1.299 dolar AS. Setiap pembelian Googlebook juga disertai 12 bulan Google AI Pro yang mencakup 5TB penyimpanan cloud dan tools Gemini Advanced, plus tiga bulan YouTube Premium, Adobe Photoshop, dan CapCut.
Harga tersebut merupakan harga Googlebook saat ini. Mengingat krisis RAM yang sedang berlangsung, harga bisa berubah. Harapannya, harga tetap sama atau setidaknya tidak naik terlalu tinggi, karena perangkat ini tergolong terjangkau untuk apa yang ditawarkan. Informasi seputar Googlebooks Murah pun menjadi perhatian tersendiri di pasar.
Desain dan Material Googlebook
Googlebook pertama diproduksi oleh Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Meski setiap laptop membawa sentuhan khas masing-masing perusahaan, semuanya berbagi elemen desain inti yang menandainya sebagai Googlebook. Laptop-laptop ini dibangun dengan material premium seperti aluminium, magnesium alloy, dan carbon fiber. Semuanya memiliki layar sentuh responsif, trackpad besar, dan keyboard dengan lampu latar. Masing-masing juga memiliki Glowbar sebagai penanda identitas Googlebook. Sebagian model hadir dengan panel OLED, sementara model lain seperti Acer Googlebook hadir sebagai convertible 2-in-1.

Asus Googlebook 14 disebut sebagai yang paling impresif dari lini baru ini karena sangat tipis dan ringan, dengan bobot hanya 2,2 pon. Laptop ini memiliki layar sentuh OLED 3K berukuran 14 inci, chassis Nano Ceramic magnesium-aluminium yang kokoh, CPU Intel Core Ultra 5 Panther Lake, RAM 16GB, dan penyimpanan SSD 256GB. Perangkat ini sudah bisa dipesan di Best Buy mulai 1.299 dolar AS.

Chromebook bisa dibilang sama beragamnya dari sisi desain. Meski ada Chromebook yang benar-benar premium, lini ini lebih dikenal dengan chassis plastik, kualitas layar yang redup dan kusam, serta keyboard yang biasa saja. Aspek-aspek inilah yang membantu menjaga harga Chromebook tetap terjangkau, tetapi pembeli mendapatkan sesuai dengan apa yang dibayarkan.
Baca Juga:
Fitur AI dan Sistem Operasi Googlebook OS
Googlebook tidak menjalankan ChromeOS. Sebagai gantinya, perangkat ini berjalan di Googlebook OS yang baru, sebuah sistem operasi yang menggabungkan Android dan ChromeOS. Google Gemini juga menjadi bagian inti dari Googlebook karena LLM tersebut tertanam langsung di dalam sistem operasinya. Hasilnya, Googlebook menawarkan fitur-fitur berbasis AI yang tidak tersedia di Chromebook.

Salah satu fitur tersebut bernama Magic Pointer, yang memungkinkan pengguna menggoyangkan atau menggerakkan kursor mouse saat mengarah ke konten di layar untuk memunculkan Gemini tepat di posisi yang sedang dilihat. Di kotak obrolan yang terbuka, pengguna bisa meminta Gemini meringkas teks, menerjemahkan bahasa asing, dan lain sebagainya.
Fitur Googlebook lainnya mencakup Ramber, alat speech-to-text yang mampu merapikan pikiran yang berantakan, serta Create My Widget yang memungkinkan pembuatan widget desktop Android interaktif kustom, mirip dengan vibe coding. Mengambil halaman dari ekosistem Apple, Googlebook dirancang untuk bekerja berdampingan dengan ponsel Android. Fitur Continue On misalnya memungkinkan pengguna memulai email atau proyek di ponsel lalu melanjutkannya di Googlebook. Hal ini juga berlaku untuk foto yang diambil atau dokumen yang diunduh. Terakhir, Cast My Apps memungkinkan streaming dan interaksi dengan aplikasi ponsel di jendela desktop.

Sebagai informasi, dapur pacu Googlebook turut diisi chip dari berbagai vendor. Salah satunya adalah MediaTek Dimensity CX C10 Max yang meluncur di Googlebooks pada 21 September. Selain Intel, Qualcomm, dan MediaTek, Googlebook juga mengandalkan prosesor cepat untuk menjalankan beban kerja AI on-device.

Perbedaan mendasar ini membuat Googlebook dan Chromebook benar-benar dua binatang yang berbeda. Keduanya memang laptop Google yang bekerja baik dengan aplikasi perusahaan, namun di situlah sebagian besar kesamaannya berakhir. Keduanya pada akhirnya menghadirkan dua pengalaman yang berbeda.

Jika Anda pengguna Android setia yang menginginkan laptop kelas atas yang bisa berkomunikasi mulus dengan ponsel, Googlebook bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika Anda hanya ingin laptop yang sangat terjangkau untuk menggunakan aplikasi Google, Chromebook adalah pilihan ideal. Tentu saja, informasi lebih lanjut tentang Googlebook akan diketahui setelah perangkat ini diuji sepenuhnya dalam penggunaan dunia nyata dan di laboratorium.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran Googlebook menandai babak baru laptop Google yang tidak lagi identik dengan perangkat murah. Sebelumnya, wacana seputar Chromebook Tak Hilang menegaskan bahwa lini Chromebook tetap dipertahankan di samping Googlebook. Dengan demikian, konsumen memiliki dua jalur pilihan yang jelas: Chromebook untuk kebutuhan ringan dan terjangkau, atau Googlebook untuk pengalaman premium dengan integrasi AI dan ponsel Android yang lebih dalam.
[IMAGE_METADATA]
- Alt: Googlebook vs Chromebook
- Caption: Perbandingan Googlebook dan Chromebook dari sisi harga, desain, dan fitur.
- Description: Ilustrasi perbandingan antara laptop Googlebook dan Chromebook yang menyoroti perbedaan desain, material, dan positioning harga kedua lini laptop Google.
- Alt: Asus Googlebook 14
- Caption: Asus Googlebook 14, varian termahal dengan layar OLED 3K dan bobot 2,2 pon.
- Description: Tampilan Asus Googlebook 14 yang mengusung layar sentuh OLED 3K 14 inci, chassis Nano Ceramic magnesium-aluminium, dan CPU Intel Core Ultra 5 Panther Lake.
- Alt: HP Googlebook
- Caption: HP Googlebook, salah satu dari lima Googlebook generasi pertama.
- Description: Tampilan laptop HP Googlebook yang menjadi bagian dari lima Googlebook pertama bersama Acer, Asus, Dell, dan Lenovo.
- Alt: Acer Googlebook
- Caption: Acer Googlebook, model convertible 2-in-1 dengan harga mulai 899 dolar AS.
- Description: Tampilan Acer Googlebook yang hadir sebagai convertible 2-in-1 dan menjadi varian termurah di lini Googlebook generasi pertama.
- Alt: Googlebook
- Caption: Googlebook membawa Googlebook OS yang menggabungkan Android dan ChromeOS.
- Description: Tampilan laptop Googlebook yang menjalankan Googlebook OS dengan Google Gemini tertanam sebagai bagian inti sistem operasi.
- Alt: Lenovo Chromebook Plus 14
- Caption: Lenovo Chromebook Plus 14, representasi lini Chromebook yang tetap terjangkau.
- Description: Tampilan Lenovo Chromebook Plus 14 yang menggambarkan lini Chromebook dengan harga terjangkau dan desain chassis plastik.





Komentar
Belum ada komentar.