Telset.id – Grab secara resmi meluncurkan 13 fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk mempermudah aktivitas sehari-hari pengguna, baik dalam mobilitas maupun menjalankan usaha. Fitur-fitur ini diumumkan dalam acara Grab X 2026 di Jakarta, Rabu (2/4/2026), dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama: panduan aktivitas harian, kemudahan perjalanan, serta pemberdayaan mitra bisnis.
Chief Product Officer of Grab, Philipp Kandal, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mengubah aplikasi menjadi asisten digital yang lebih proaktif. “Kami ingin aplikasi Grab menjadi panduan sehari-hari yang menangani tugas-tugas manual, sehingga Anda dapat fokus menjalani aktivitas Anda,” ujarnya dalam peluncuran tersebut.
Seluruh fitur baru ini didukung oleh sistem Grab Intelligence Layer, sebuah infrastruktur AI yang diklaim dikembangkan berdasarkan analisis lebih dari 20 miliar data perjalanan dan transaksi. Teknologi ini memanfaatkan berbagai sinyal dunia nyata, seperti kondisi cuaca hingga pola aktivitas pengguna, untuk menghasilkan rekomendasi yang kontekstual.
Fitur untuk Kemudahan Konsumen
Untuk meningkatkan kenyamanan konsumen, Grab memperkenalkan beberapa inovasi. Fitur Group Ride memungkinkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan pengaturan titik penjemputan, tujuan, dan pembagian biaya yang diotomatisasi. Sementara itu, Grab More memungkinkan pengguna memesan dari beberapa merchant berbeda dalam satu pengiriman tanpa biaya tambahan, dengan AI yang akan mengatur agar pesanan tiba secara bersamaan.
Asisten virtual, Grab AI Assistant, hadir untuk membantu berbagai kebutuhan, dari mencari rekomendasi restoran hingga merencanakan acara berdasarkan preferensi pribadi. Ketika berbelanja, pengguna dapat memanfaatkan agen belanja berbasis AI yang mampu membuat daftar belanja otomatis hanya dengan menerima input berupa foto, suara, atau teks dari pengguna.
Grab juga meluncurkan GrabMaps for Consumers, sebuah peta virtual yang membantu menemukan fasilitas terdekat seperti stasiun pengisian kendaraan listrik (EV), lokasi parkir, hingga jadwal transportasi umum. Fitur ini juga menyediakan petunjuk navigasi dalam ruangan untuk area seperti pusat perbelanjaan.
Baca Juga:
Inovasi untuk Kemudahan Perjalanan dan Fintech
Bagi pengguna yang sering bepergian, Grab menghadirkan Personalised Travel Experience dan Discover. Fitur ini dapat memberikan pengingat otomatis terkait pembaruan jadwal penerbangan, kebutuhan dokumen perjalanan, serta rekomendasi kuliner dan ulasan tempat tujuan. Layanan GrabStays memungkinkan pemesanan hotel yang terintegrasi penuh dalam aplikasi.
Untuk transaksi lintas negara, GrabPay for Travel memudahkan pembayaran di luar negeri melalui pemindaian kode QR yang terhubung langsung dengan kartu debit atau kredit pengguna. Di sisi layanan keuangan, Grab memperkenalkan Cash Loan, fitur pinjaman tunai yang memanfaatkan AI untuk menilai kelayakan kredit pengguna secara cepat.
Langkah Grab dalam memperkuat ekosistem digitalnya terjadi di tengah persaingan ketar dengan pemain lain seperti inDrive yang juga konsisten mengembangkan layanannya.
Dukungan AI untuk Mitra Pengemudi dan Merchant
Tidak hanya untuk konsumen, Grab juga menyasar peningkatan produktivitas mitra. Bagi mitra merchant, tersedia Virtual Store Manager dan Cloud Printer yang menggunakan AI untuk mengotomatisasi proses operasional, seperti memantau kebersihan toko, mengukur lalu lintas pelanggan, dan menyinkronkan pesanan antara kasir dan dapur.
Fitur Tap to Pay memungkinkan ponsel pintar mitra merchant berfungsi sebagai alat pembayaran nirsentuh tanpa memerlukan perangkat tambahan. Sementara untuk mitra pengemudi, Driver AI Assistant hadir sebagai chatbot yang memberikan saran real-time untuk meningkatkan efisiensi rute dan mengoptimalkan potensi pendapatan harian.
Peluncuran fitur AI secara masif ini mengindikasikan strategi Grab untuk semakin mengakar dalam kehidupan digital pengguna di Asia Tenggara. Pemanfaatan data skala besar, seperti yang juga menjadi perhatian dalam analisis ekonomi gig, menjadi fondasi utama pengembangan teknologi mereka. Inovasi serupa juga terlihat dari upaya platform lain, seperti Google yang memperkuat AI untuk keamanan.
Dengan integrasi AI yang mendalam, Grab berupaya memperluas cakupan layanannya melampaui sekadar transportasi dan pengiriman makanan, menuju platform gaya hidup dan produktivitas yang lebih komprehensif. Keberhasilan implementasi fitur-fitur ini akan sangat bergantung pada adopsi pengguna dan efektivitas teknologi dalam menangani kompleksitas kebutuhan sehari-hari.




