📑 Daftar Isi

HDD 3.5-inch di atas latar belakang kuning menggambarkan kenaikan harga hard disk

Harga HDD Naik Akibat AI, Begini Kondisi Pasar Penyimpanan 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Harga HDD 4TB naik dari USD 120 menjadi USD 240, HDD 8TB naik dari USD 200 menjadi USD 400
  • SSD 2TB yang semula USD 120-200 kini mendekati atau menembus USD 400
  • SSD 256GB yang dulu USD 25 kini harganya beberapa kali lipat
  • Penyebab utama: permintaan besar hyperscaler untuk pusat data AI dan pergeseran konsumen dari SSD ke HDD
  • HDD tetap relevan untuk backup, arsip foto/video, dan game lawas
  • SSD tetap direkomendasikan untuk sistem operasi dan aplikasi
  • Strategi: kombinasikan SSD untuk performa dan HDD untuk kapasitas di tengah kenaikan harga

Telset.id – Kenaikan harga komponen penyimpanan data kini merambah ke hard disk drive (HDD). Setelah solid-state drive (SSD) yang harganya melonjak, HDD pun tak luput dari dampak melesatnya kebutuhan pusat data untuk kecerdasan buatan (AI).

Fenomena ini membuat keputusan menambah kapasitas penyimpanan di PC atau membeli drive cadangan (backup) tidak lagi bisa dianggap sepele. Konsumen kini harus berpikir dua kali sebelum membeli perangkat penyimpanan baru.

Data dari artikel Engadget pada 8 September 2026 menunjukkan, rata-rata harga HDD 4TB 3.5-inch SATA pada waktu yang sama tahun lalu berada di kisaran USD 120. Kini, harga tersebut meroket menjadi sekitar USD 240. Sementara itu, HDD 8TB yang dulunya dibanderol sekitar USD 200, sekarang harus ditebus dengan harga USD 400.

HDD 3.5-inch di atas latar belakang kuning.

Penyebab Kenaikan Harga HDD

Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab. Meskipun HDD tidak menggunakan chip NAND flash seperti SSD, komponen ini tetap menjadi bagian dari perburuan emas AI. Pusat data membutuhkan ruang penyimpanan massal yang murah dalam jumlah sangat besar. Para penyedia layanan cloud atau hyperscaler diketahui membeli HDD berkapasitas tinggi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan ini.

Di sisi lain, konsumen dan bisnis yang mulai kesulitan membeli SSD karena harga yang melonjak, akhirnya beralih ke HDD. Perpindahan minat ini semakin meningkatkan permintaan pasar terhadap HDD, yang pada akhirnya ikut mendongkrak harga.

Sebelumnya, pasar sempat dihebohkan dengan kenaikan harga RAM yang dikenal dengan istilah “RAMageddon”. Kini, giliran sektor penyimpanan yang mengalami nasib serupa. Sebuah SSD 2TB yang tahun lalu dijual dengan harga sekitar USD 120 hingga USD 200, kini harganya mendekati atau bahkan menembus USD 400 tergantung modelnya.

Bahkan drive berkapasitas kecil pun ikut meroket. SSD 256GB yang dulunya hanya seharga USD 25, sekarang harus dibayar beberapa kali lipat dari harga tersebut. Seorang jurnalis Engadget mengaku membeli SSD portabel 1TB untuk cadangan Time Machine macOS dengan harga USD 85 kurang dari setahun lalu. Kini, drive yang sama dipatok dengan harga USD 160.

HDD Menjadi Pilihan Lebih Masuk Akal?

Paradoksnya, kondisi ini justru membuat HDD terlihat lebih menarik dibandingkan SSD. Jika dua produk sama-sama mengalami kenaikan harga dua kali lipat, maka selisih harga absolut di antara keduanya akan semakin lebar. Dengan kata lain, jika kecepatan bukan prioritas utama, memilih HDD bisa menjadi keputusan finansial yang lebih bijak saat ini.

Meski demikian, bukan berarti pengguna disarankan untuk memasang HDD sebagai drive utama untuk sistem operasi di PC gaming. SSD tetap jauh lebih cepat dan lebih cocok untuk menjalankan sistem operasi, aplikasi, dan kebutuhan komputasi harian lainnya. Namun, HDD masih menjadi pilihan solid untuk kebutuhan backup, arsip foto dan video, hingga menyimpan game-game lawas.

Dampak AI pada Perangkat Penyimpanan

Fenomena kenaikan harga ini menunjukkan bagaimana dorongan perusahaan teknologi besar (Big Tech) dalam mengembangkan teknologi mutakhir berimbas pada harga komponen yang sebelumnya terjangkau. Kondisi ini memaksa konsumen untuk lebih berhati-hati dan berpikir panjang sebelum membeli perangkat penyimpanan.

Kenaikan harga HDD dan SSD ini merupakan kelanjutan dari tren yang dipicu oleh menjamurnya pembangunan pusat data AI di seluruh dunia. Kebutuhan komputasi yang sangat tinggi untuk melatih model AI membutuhkan infrastruktur penyimpanan yang masif, sehingga permintaan komponen pun melonjak tajam.

Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas besar namun memiliki anggaran terbatas, strategi yang disarankan adalah mengombinasikan penggunaan SSD dan HDD. SSD sebaiknya dialokasikan untuk aplikasi dan sistem operasi yang membutuhkan kecepatan tinggi, sementara HDD dapat digunakan untuk kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah besar yang tidak terlalu bergantung pada kecepatan akses.

Strategi Cerdas di Tengah Kenaikan Harga

Dalam situasi di mana harga komponen penyimpanan terus merangkak naik, pengguna dituntut untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah menunda pembelian perangkat penyimpanan baru jika tidak terlalu mendesak. Namun, jika kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda, maka memilih HDD untuk data yang tidak memerlukan akses cepat bisa menjadi solusi yang lebih hemat.

Pilihan lainnya adalah memanfaatkan layanan cloud storage untuk data-data yang jarang diakses. Meskipun biaya berlangganan bisa menjadi beban bulanan, cara ini mungkin lebih murah dibandingkan harus membeli perangkat keras di tengah lonjakan harga seperti sekarang.

Perlu dicatat bahwa tren kenaikan harga ini terjadi di pasar global. Belum ada pernyataan resmi dari vendor-vendor besar mengenai kapan harga akan kembali normal. Yang jelas, kondisi ini merupakan konsekuensi dari pertumbuhan industri AI yang sangat pesat, dan konsumen harus beradaptasi dengan realitas pasar yang baru.

Ke depannya, pengguna disarankan untuk terus memantau perkembangan harga di pasaran. Dengan memahami tren dan penyebab kenaikan harga, konsumen bisa membuat keputusan pembelian yang lebih tepat dan tidak terburu-buru. Pada akhirnya, kesabaran dan perencanaan yang matang menjadi kunci di tengah ketidakpastian harga komponen penyimpanan saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.