📑 Daftar Isi

Ilustrasi ponsel bekas dan komponen yang bernilai di pasar refurbishment

Harga Ponsel Bekas Naik, Pasar AI Serap Memori Global

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Harga ponsel bekas Apple dan Samsung naik pada kuartal II 2026 imbas kelangkaan chip memori akibat permintaan AI
  • Ponsel kondisi C menyalip grade D dengan 37,8% penjualan, tanda pembeli incar unit yang masih bisa diselamatkan
  • iPhone 17 Pro Max catat harga rata-rata tertinggi 940 dolar AS, S23 Ultra sentuh 425 dolar AS pada Juni
  • Komponen seperti layar, kamera, baterai, dan papan sirkuit tetap bernilai meski ponsel tak bisa diperbaiki
  • B-Stock nilai tren ini sebagai koreksi pasar, bukan murni kesadaran lingkungan

Telset.id – Harga ponsel bekas dan rusak naik pada kuartal kedua 2026 seiring kelangkaan chip memori global yang dipicu permintaan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini mendorong pemilik perangkat lama untuk menjual unit yang sebelumnya dianggap tak bernilai, sementara pembeli dari industri refurbishment dan perbaikan bersaing memperebutkan komponen yang dulu dianggap sampah.

Data dari B-Stock, platform business-to-business untuk ponsel bekas, menunjukkan harga perangkat Apple dan Samsung naik pada kuartal kedua 2026 dibanding dua kuartal sebelumnya. Ponsel Grade D, tingkatan kondisi terendah, menyumbang mayoritas unit yang terjual tahun lalu dengan jutaan unit berpindah tangan melalui platform tersebut.

Pada paruh pertama 2026, ponsel kondisi C justru menyalip tingkatan terendah berdasarkan volume. Kondisi menengah itu menyumbang 37,8 persen penjualan, sementara grade terendah hanya 31,6 persen. Pergeseran ini menandakan pembeli mulai menargetkan perangkat yang masih bisa diselamatkan, bukan sekadar memborong unit rusak.

Harga iPhone dan Samsung Bekas Kompak Menguat

iPhone 17 Pro Max mencatat harga rata-rata terkuat di antara model Apple, mencapai 940 dolar AS pada semua tingkat kondisi sepanjang kuartal tersebut. Angka itu menjadikannya perangkat paling bernilai di pasar sekunder Apple.

Dari kubu Samsung, model terlaris adalah S23 Ultra, S22 Ultra, dan S24 Ultra. S22 Ultra bahkan mendorong Z Fold5 keluar dari posisi kedua. Setelah Galaxy S26 diluncurkan, harga flagship Samsung generasi sebelumnya ikut naik. S23 Ultra dengan kondisi terawat menyentuh 425 dolar AS pada Juni, bulan terkuatnya sepanjang tahun.

Recycle phone

Kenaikan harga ini tidak lepas dari tekanan pada rantai pasok memori. Permintaan AI menyerap pasokan chip memori global, sehingga komponen pengganti semakin sulit didapat. Pemilik ponsel yang dulu membiarkan perangkat rusak atau usang di laci kini menemukan nilai ekonomi yang tak terduga. Bagi pengguna yang ingin memahami bagaimana krisis komponen bergerak, konteks industri ini pernah dibahas dalam Perlombaan Teknologi yang menyoroti persaingan teknologi AI.

Komponen Rusak Kini Bernilai Ekonomis

B-Stock mengingatkan agar tidak buru-buru menyimpulkan bahwa konsumen hanya bergegas membuang perangkat yang tidak diinginkan. Perusahaan menekankan bahwa orang kini menyimpan ponsel lebih lama, dan pola itu sendiri meningkatkan volume listing grade rendah seiring perangkat menua.

Produsen belum secara rutin mencabut chip memori dari ponsel rusak untuk dipasang di produk baru. Alasannya, pengujian, kompatibilitas, dan pemeriksaan keandalan membuat pendekatan itu rumit. Namun menurut B-Stock, ekonomi pemulihan komponen layak sedang bergeser seiring harga memori naik, sehingga masuk akal menyelamatkan komponen yang dulu tidak sepadan dengan biaya tenaga kerjanya.

Layar, modul kamera, baterai, port pengisian daya, housing, speaker, kabel, hingga papan sirkuit semuanya bisa mempertahankan nilai meski ponselnya sendiri sudah tidak bisa diperbaiki. Satu perangkat grade rendah tidak berarti semua komponen di dalamnya memiliki penilaian buruk yang sama. Ponsel yang ditukar tambah setelah empat tahun atau lebih sering gagal dalam uji kesehatan baterai saja, dan itu cukup menempatkannya di tingkatan terbawah menurut aturan platform standar.

Best phones in Australia 2023

Tren ini terasa lebih seperti koreksi pasar ketimbang kebangkitan kesadaran lingkungan yang tiba-tiba. Konsumen tidak selalu mendaur ulang karena keyakinan ekologis, dan peritel mempermanis penawaran tukar tambah untuk menjaga pasokan komponen tetap mengalir. Apakah pergeseran ini benar-benar mengurangi limbah elektronik, atau hanya mengalihkannya ke jalur yang lebih menguntungkan, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Di sisi lain, tekanan pasokan komponen juga berdampak ke sektor lain. Perkembangan teknologi di industri otomotif, misalnya, turut menyesuaikan diri dengan dinamika rantai pasok global seperti yang terlihat pada Lexus LFA EV yang debut di Goodwood. Bahkan perangkat rumah tangga sekalipun kini mengedepankan efisiensi desain, seperti pada Power Strip Jepang yang memenangi penghargaan desain.

Bagi pasar Indonesia, fenomena ini membuka peluang sekaligus tantangan. Pemilik ponsel lama bisa mendapat nilai lebih saat menjual perangkat rusak, tetapi harga komponen pengganti untuk perbaikan juga berpotensi ikut terkerek. Peritel dan penyedia layanan tukar tambah perlu menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah kelangkaan pasokan memori yang belum menunjukkan tanda mereda.

Yang jelas, kelangkaan chip memori akibat permintaan AI telah mengubah cara pasar memandang perangkat bekas. Ponsel yang dulu berakhir di laci kini menjadi sumber komponen bernilai, dan dinamika ini masih akan berlanjut seiring harga memori yang terus bergerak naik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.