📑 Daftar Isi

ilustrasi Integritas Informasi

Indonesia Perkuat Komitmen Jaga Integritas Informasi di UNESCO

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Indonesia perkuat komitmen jaga integritas informasi dan keselamatan jurnalis di forum UNESCO IPDC di Paris
  • Fifi Aleyda Yahya tegaskan perlunya kolaborasi global untuk lindungi kualitas informasi publik
  • Indonesia hadir sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC
  • 48 proyek internasional periode 2026-2027 disetujui untuk pendanaan
  • Isu dampak AI terhadap jurnalisme jadi agenda utama Sidang Dewan IPDC
  • Satrya Wibawa nilai posisi Indonesia beri peluang strategis bagi negara berkembang
  • Indonesia dorong penguatan kapasitas jurnalis dan literasi media

Telset.id – Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas informasi dan keselamatan jurnalis di tengah derasnya industri kecerdasan buatan (AI). Komitmen itu disampaikan dalam The 70th Meeting of the Bureau of the Intergovernmental Council of UNESCO’s International Programme for the Development of Communication (IPDC) yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis.

Dalam forum bergengsi tersebut, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah mengubah secara fundamental cara masyarakat memproduksi, mengonsumsi, dan mempercayai informasi. “Karena itu, diperlukan kolaborasi global untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kualitas informasi publik,” kata Fifi dalam keterangan resminya, Minggu.

Indonesia hadir sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC dan berpartisipasi aktif dalam pembahasan arah kebijakan pengembangan media global. Forum yang dibuka oleh UNESCO Assistant Director-General for Communication and Information, Mariya Gabriel, serta dipimpin Chair IPDC Ambassador Kano Takehiro itu menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan media, integritas informasi, jurnalisme lingkungan, hingga pemanfaatan AI.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dorong pemanfaatan AI secara etis melalui strategi nasional yang komprehensif. Dengan posisi strategis ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk memengaruhi kebijakan global di bidang teknologi dan media.

48 Proyek Internasional Disetujui untuk Periode 2026-2027

Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 48 proyek internasional untuk periode 2026-2027 disetujui untuk memperoleh pendanaan. Sementara itu, isu dampak AI terhadap jurnalisme ditetapkan sebagai salah satu agenda utama dalam Sidang Dewan IPDC mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas global semakin serius dalam menyikapi disrupsi teknologi digital dan kecerdasan artifisial di sektor media.

Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Satrya Wibawa, menilai posisi Indonesia sebagai Wakil Ketua Grup IV memberikan peluang strategis untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang. “Sebagai Wakil Ketua Grup IV IPDC, Indonesia dapat mendorong langkah-langkah praktis melalui penguatan koordinasi antarnegara anggota, identifikasi kebutuhan prioritas sektor media, peningkatan kapasitas jurnalis, serta memastikan isu keselamatan jurnalis, literasi media, dan transformasi digital menjadi bagian penting agenda kerja IPDC ke depan,” ujarnya.

Posisi ini semakin memperkuat peran Indonesia dalam memimpin dialog global untuk regulasi AI yang adil, khususnya bagi negara-negara Global South.

Relevansi Dampak AI bagi Transformasi Digital Indonesia

Satrya melanjutkan bahwa pembahasan mengenai dampak AI terhadap jurnalisme menjadi sangat relevan bagi Indonesia yang tengah menjalankan transformasi digital secara masif. “Penguatan pemanfaatan AI bagi infrastruktur media Indonesia menjadi isu yang sangat signifikan,” lanjut dia.

Bagi Indonesia, pembahasan tersebut memiliki arti penting karena masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik di tengah banjir informasi dan maraknya disinformasi. Melalui keterlibatan aktif dalam UNESCO IPDC, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut berkontribusi dalam merumuskan arah kebijakan global.

Transformasi digital yang inklusif, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik menjadi target utama yang ingin dicapai Indonesia melalui forum ini. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi penonton di era digital, melainkan aktor utama yang ikut menentukan masa depan industri media global.

Komentar

Belum ada komentar.