📑 Daftar Isi

Ilustrasi wanita bisnis menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis data pasar dengan latar belakang digital

Indonesia Resmi Punya Domain AI .ai.id, Ini Cara Daftar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Indonesia resmi meluncurkan domain .ai.id untuk industri AI, hasil kolaborasi Korika dan Pandi
  • Domain ini merupakan ccTLD pertama di dunia yang dirancang khusus untuk ekosistem AI suatu negara
  • Peluncuran menjadi tonggak Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia menuju 2030
  • Pendaftaran dibuka bertahap mulai 2 Juni 2026 melalui empat fase: Sunrise, Grandfather, Landrush, dan General Availability
  • Fase Sunrise (2 Juni-2 Juli 2026) untuk pemilik merek dagang, Grandfather (13 Juli-13 Agustus 2026) untuk pemilik domain .id aktif
  • Landrush (24 Agustus-24 September 2026) untuk umum dengan harga premium, General Availability (5 Oktober 2026) first come first served
  • Korika menaungi 4.000 anggota komunitas dengan 300 anggota aktif sebagai pengguna awal
  • Sekitar 45% pelaku usaha Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan 47% year-on-year

Telset.id – Indonesia resmi meluncurkan domain internet khusus untuk industri kecerdasan artifisial (AI), yaitu .ai.id, sebagai identitas digital nasional. Domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) pertama di dunia yang dirancang khusus untuk ekosistem AI ini diumumkan pada Selasa (2/6/2026) sebagai hasil kolaborasi antara Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).

Peluncuran .ai.id disebut sebagai tonggak penting dalam Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan posisi sebagai salah satu kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada 2030. Ketua Umum Korika, Hammam Riza, dalam siaran pers yang diterima detikINET menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar peluncuran domain, melainkan deklarasi kedaulatan digital.

“Peluncuran .ai.id bukan sekadar peluncuran domain, ini adalah deklarasi kedaulatan digital. Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan Artifisial,” ujar Hammam Riza.

Sebelumnya, pada 26 Mei 2026, Korika bersama Pandi menggelar panel diskusi terkait peluncuran domain ini. Dalam kesempatan tersebut, Shidiq Purnama dari Pandi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut sebagai langkah strategis memperkuat identitas digital Indonesia di tingkat global.

Mengapa Domain .ai.id Penting?

Korika menilai selama ini mayoritas startup, pengembang, hingga institusi riset AI di Indonesia masih bergantung pada domain generik .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla. Kondisi tersebut dinilai menciptakan paradoks karena industri AI Indonesia berkembang pesat, tetapi menggunakan identitas digital negara lain.

Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan mencapai 47% secara year-on-year. Angka tersebut menjadi salah satu yang tercepat di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, Korika saat ini menaungi lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan sekitar 300 anggota aktif yang telah terverifikasi resmi. Ekosistem tersebut disebut akan menjadi pengguna awal domain .ai.id.

Menurut Korika, kehadiran .ai.id bukan sekadar alamat website, tetapi juga simbol kredibilitas dan identitas digital AI Indonesia. Domain ini diharapkan mampu membantu investor maupun mitra internasional mengenali perusahaan AI asal Indonesia secara lebih jelas di ekosistem global. Korika menilai .ai.id juga dapat menjadi infrastruktur trust bagi layanan AI nasional, sebagaimana domain .gov.id identik dengan institusi pemerintah dan .ac.id digunakan perguruan tinggi.

Cara Daftar Domain .ai.id

Korika membuka proses pra-pendaftaran domain .ai.id secara bertahap melalui situs resmi domain.ai.id dengan empat fase pendaftaran. Berikut adalah jadwal lengkapnya:

Fase Pertama: Sunrise
Berlangsung pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026. Tahap ini diprioritaskan bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia untuk melindungi identitas brand mereka di era AI.

Fase Kedua: Grandfather
Dibuka pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Fase ini dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan versi .ai.id dari domain yang sudah dimiliki sebelumnya.

Fase Ketiga: Landrush
Berlangsung pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Pada tahap ini, masyarakat umum dapat memperoleh nama domain strategis melalui skema harga premium.

Fase Keempat: General Availability
Dimulai pada 5 Oktober 2026. Pendaftaran dibuka untuk publik melalui registrar resmi PANDI dengan sistem first come, first served.

Korika menyebutkan, apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, maka penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka. Alexander selaku representatif brand domain.ai.id memastikan tingginya antusiasme masyarakat terhadap domain baru tersebut dapat dilayani secara optimal.

“Kami siap menjawab kebutuhan pengguna dan memastikan proses registrasi .ai.id berjalan lancar bagi seluruh calon pengguna,” pungkasnya.

Dengan hadirnya domain .ai.id, Indonesia kini memiliki fondasi digital yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI nasional. Para pelaku industri, startup, dan peneliti AI di Indonesia diharapkan dapat segera beralih ke identitas digital milik sendiri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta AI global.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan industri game dan teknologi di Indonesia, kamu bisa membaca artikel tentang Game Indonesia Running Train yang dipuji media Jepang.

Selain itu, perkembangan AI juga berdampak pada berbagai sektor, termasuk dalam EA FC 26 Update yang menghadirkan Timnas Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar.