📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Intel dengan latar belakang biru, merepresentasikan kenaikan harga CPU terbaru

Intel Naikkan Harga CPU Core Ultra dan Xeon hingga Ribuan Dolar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Intel resmi menaikkan harga RCP untuk prosesor Core Ultra 200S Plus dan Xeon server.
  • Kenaikan untuk prosesor desktop enthusiast berkisar antara USD 30 hingga USD 50.
  • Prosesor data center Xeon 6 dan Xeon 8000-series mengalami kenaikan hingga ribuan dolar.
  • Kenaikan tidak merata; beberapa model non-Plus dan entry-level justru tidak naik atau lebih murah.
  • Intel memanfaatkan permintaan tinggi yang melampaui pasokan, terutama pada model populer.
  • Semua prosesor Xeon diproduksi internal Intel, sehingga kenaikan biaya dari TSMC tidak relevan.

Telset.id – Intel secara resmi menaikkan harga jual rekomendasi (RCP) untuk sejumlah prosesor konsumen dan server-nya. Kenaikan ini dipicu oleh dinamika pasar, biaya rantai pasok yang meningkat, serta lonjakan permintaan yang melampaui pasokan.

Kenaikan harga ini memengaruhi prosesor Intel Core Ultra 200S Plus untuk desktop dan jajaran prosesor data center Xeon 6. Untuk prosesor enthusiast, harga naik antara USD 30 hingga USD 50. Sementara itu, untuk produk kelas data center, kenaikan bisa mencapai ratusan hingga ribuan dolar.

Seorang juru bicara Intel mengonfirmasi kepada Tom’s Hardware bahwa “pembaruan harga terbaru mencerminkan dinamika pasar saat ini, termasuk biaya rantai pasok yang meningkat dan permintaan yang kuat untuk prosesor Intel Core Ultra 200S Plus kami.” Pernyataan ini juga menegaskan bahwa penyesuaian harga tersebut sejalan dengan kenaikan harga untuk lini produk Intel lainnya.

Yang menarik, kenaikan harga ini tidak berlaku merata. Prosesor Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 7 250K Plus, yang masuk dalam keluarga Arrow Lake dan diproduksi oleh TSMC, mengalami kenaikan USD 30 hingga USD 50. Namun, prosesor ‘non-Plus’ seperti Core Ultra 9 285K masih mempertahankan harga RCP USD 599, sama seperti saat peluncurannya pada Q2 2024. Bahkan, Core Ultra 5 225 justru memiliki RCP lebih rendah, antara USD 183 hingga USD 236, dibandingkan harga peluncuran USD 241.

Core Ultra 200K Plus

Pola ini menunjukkan bahwa Intel tidak sekadar meneruskan kenaikan biaya produksi, melainkan secara strategis menaikkan harga pada produk-produk yang permintaannya sangat kuat. Langkah ini mengindikasikan bahwa Intel memanfaatkan situasi di mana konsumen tertentu telah menunjukkan kesediaan untuk membeli produk tersebut di atas harga rekomendasi.

Kenaikan Harga CPU Server Intel Xeon

Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada lini prosesor data center. Prosesor Xeon 6 ‘Granite Rapids’ kini lebih mahal setelah Intel memangkas harga rekomendasinya pada 2025. Perbandingan dengan harga eceran dari pertengahan 2025 menunjukkan harga bisa dua kali lipat lebih tinggi.

Kejutan terbesar adalah pada prosesor Xeon 8000-series ‘Emerald Rapids’. Beberapa model dalam seri ini kini memiliki RCP yang lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali dirilis pada akhir 2023. Padahal, semua prosesor Xeon diproduksi secara internal oleh Intel, sehingga argumen kenaikan biaya dari TSMC tidak berlaku di sini.

Intel telah menyatakan selama beberapa kuartal bahwa permintaan untuk prosesor Xeon-nya melebihi pasokan. Oleh karena itu, keputusan untuk menaikkan RCP pada model-model populer dinilai sebagai langkah bisnis yang logis untuk memaksimalkan keuntungan. Namun, perlu dicatat bahwa harga aktual perangkat keras data center seringkali berbeda dari harga daftar, tergantung pada volume pembelian dan hubungan strategis antara pemasok dan konsumen.

Dampak dari kenaikan RCP ini terhadap harga jual rata-rata (ASP) Intel masih belum bisa dipastikan dan akan terlihat pada kuartal berjalan serta sepanjang tahun ini. Sementara itu, Intel juga tengah berupaya meningkatkan efisiensi produksi, termasuk ekspansi pabrik photomask untuk mendukung proses manufaktur chip yang lebih canggih.

Untuk pengguna yang mencari alternatif dengan harga lebih terjangkau, ada opsi seperti Intel Arc Pro B70 yang menawarkan VRAM 32GB dengan harga kompetitif. Di sisi lain, persaingan di industri fabrikasi chip juga semakin ketat dengan Tesla yang merekrut eks-Intel untuk memimpin proyek fabrikasi chip mereka sendiri.

Kenaikan harga CPU Intel ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan biaya dan permintaan yang tinggi terus membentuk lanskap industri semikonduktor. Konsumen dan bisnis yang bergantung pada perangkat keras Intel harus bersiap menghadapi biaya yang lebih tinggi, terutama untuk solusi komputasi performa tinggi dan server.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.