Telset.id – Intel dikabarkan akan menaikkan harga CPU sebesar 10 persen dalam waktu dekat. Kenaikan ini merupakan langkah lanjutan dari dua kenaikan harga sebelumnya yang terjadi pada kuartal pertama 2026 dan Juli, yang mencakup sebagian CPU server dan client. Kabar ini muncul di tengah persiapan Intel untuk meluncurkan produk tahunan utamanya pada Maret 2027.
Laporan dari DigiTimes yang dikutip dari sumber rantai pasokan menyebutkan, kenaikan harga ini tidak merinci produk mana saja yang akan terkena dampak. Namun, diperkirakan kenaikan akan lebih dulu terjadi pada lini bisnis mobile dan server Intel sebelum menyentuh produk desktop client.
Kenaikan harga ini didorong oleh upaya Intel untuk meningkatkan margin kotor produknya di tengah pasar PC yang menyusut. Dalam panggilan pendapatan terbaru pada Juli, Chief Financial Officer Intel, David Zinsner, mengaitkan kenaikan pendapatan client sebesar 13 persen year-on-year dengan harga jual rata-rata yang lebih tinggi, bukan volume penjualan yang meningkat.
Kenaikan Harga dan Dampaknya pada Pasar PC
Kenaikan harga CPU Intel ini terjadi hanya sebulan setelah Qualcomm menaikkan harga chip-nya pada 1 September. Kondisi ini diperparah oleh kelangkaan komponen yang terus mendorong harga naik, mulai dari RAM hingga laptop dan ponsel. Para analis memperkirakan harga yang lebih tinggi ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.
Bagi konsumen, kenaikan harga ini berarti laptop dan PC desktop berbasis Intel akan semakin mahal. Tekanan harga lebih terasa pada sistem jadi seperti laptop, terutama karena CPU generasi terbaru Intel seperti Panther Lake membutuhkan memori LPDDR5X-7467 berkecepatan tinggi sebagai minimum. Sementara itu, CPU Lunar Lake generasi sebelumnya sudah menggunakan memori on-package.
Di sisi server, permintaan CPU server meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan beban kerja AI agenik. Permintaan ini mendorong beberapa rekor beruntun untuk harga saham Intel, bahkan tanpa pengumuman produk besar. Sebelumnya, Wall Street memperkirakan pasar CPU server akan naik menjadi sekitar USD 120 miliar pada 2030 (saat ini sekitar USD 30 miliar). Kini, proyeksi tersebut naik hingga USD 220 miliar.
Baca Juga:
Jadwal Peluncuran Produk Besar 2027
Laporan DigiTimes juga mengungkapkan bahwa Intel akan meluncurkan “produk tahunan utama” pada Maret 2027. AMD diperkirakan akan menyusul dengan peluncuran produknya sendiri antara Juni dan Juli. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan produk spesifik apa yang akan diluncurkan Intel pada Maret.
Jadwal ini sejalan dengan peta jalan Intel yang bocor pekan lalu, yang menunjukkan CPU desktop Nova Lake generasi berikutnya akan memasuki produksi massal pada Q4 2026 dengan rilis pada Q1 2027. Meskipun jadwalnya berdekatan, rumor yang beredar menyebutkan peluncuran Nova Lake bisa terjadi lebih awal di Q1.
Perlu dicatat bahwa DigiTimes tidak menyebutkan produk mana yang akan diluncurkan Intel pada Maret. Tahun ini, Intel meluncurkan CPU Xeon 600 untuk HEDT pada bulan Maret.
Sementara itu, jadwal AMD lebih menarik untuk dicermati. Kita sudah mengetahui satu peluncuran produk besar AMD pada paruh kedua 2027, yaitu Venice-X. CPU server Zen 6 dengan 3D V-Cache ini membawa hingga 1.152 MB cache L3 pada chip. Selain itu, jangka waktu tersebut tampaknya mengarah pada CPU desktop generasi berikutnya dengan arsitektur Zen 6, yang memiliki nama kode Olympic Ridge.
AMD telah meluncurkan CPU server Venice-nya awal tahun ini, yang menjadi produk pertama dengan arsitektur Zen 6. Namun, belum ada kabar resmi mengenai Zen 6 untuk desktop. Ini cukup menarik mengingat pola rilis AMD sebelumnya. Ada jarak sekitar dua tahun antara Zen 3 dan Zen 4, serta Zen 4 dan Zen 5 di segmen desktop.
Kita baru saja melewati batas dua tahun untuk Zen 5. Jika AMD mempertahankan ritme peluncuran yang serupa, seharusnya sudah ada kabar lebih awal dari Juni atau Juli tahun depan. Namun, ledakan permintaan CPU server bisa saja mengubah rencana peluncuran AMD. Mengingat belum ada kabar resmi tentang Olympic Ridge, peluncuran pada Juni atau Juli bukanlah hal yang mustahil.
Potensi PHK dan End-of-Life Small Core
Selain kenaikan harga, DigiTimes juga melaporkan bahwa Intel mungkin berencana memangkas 5 hingga 10 persen stafnya. Namun, perusahaan juga bisa mendatangkan karyawan baru pada saat yang bersamaan.
Laporan tersebut juga mengklaim Intel bisa segera menempatkan lini Small Core dalam status end-of-life. Namun, ini terutama akan berdampak pada PC industri dan teknologi IoT, bukan PC konsumen.
Kenaikan harga CPU Intel ini menjadi kabar yang perlu diwaspadai bagi konsumen dan pelaku industri. Bagi pengguna yang berencana membangun PC atau membeli laptop dalam waktu dekat, harga yang lebih tinggi tampaknya akan segera menjadi kenyataan. Sementara itu, persaingan antara Intel dan AMD di segmen desktop dan server dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti.
Perlu dicatat bahwa informasi mengenai kenaikan harga dan jadwal peluncuran ini masih bersifat laporan dan belum ada konfirmasi resmi dari Intel maupun AMD. Namun, jika laporan ini akurat, pasar CPU akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi pengguna yang tertarik dengan perkembangan teknologi prosesor Intel, satu juta wafer High-NA EUV yang berhasil diproses Intel menjadi catatan penting. Sementara itu, adopsi teknologi hybrid bonding HBM4 yang terus dipercepat juga memengaruhi arah industri.
Kenaikan harga CPU ini terjadi di tengah pasar PC yang sedang beradaptasi dengan realitas baru. Intel yang selama ini dikenal agresif dalam hal harga kini berfokus pada profitabilitas. Perubahan strategi ini akan berdampak langsung pada konsumen yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan produk-produk Intel.





Komentar
Belum ada komentar.