Telset.id – Jika Anda tumbuh besar ditemani bunyi startup ikonik dari konsol Sega Genesis atau pernah merasakan kekaguman saat pertama kali melihat grafis Sega Dreamcast, maka hari ini adalah momen untuk menundukkan kepala sejenak. Kabar duka menyelimuti industri video game global, khususnya bagi para penggemar setia raksasa gaming asal Jepang, Sega. Hideki Sato, sosok visioner yang dikenal luas sebagai “Bapak Hardware Sega”, dilaporkan telah meninggal dunia.
Kabar kepergian Sato pertama kali menyeruak ke publik melalui laporan dari outlet media gaming Jepang, Beep21, yang membagikan berita sedih ini melalui media sosial mereka. Menurut laporan tersebut, Sato mengembuskan napas terakhirnya pada hari Jumat lalu di usia 77 tahun. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga menandai akhir dari sebuah era bagi mereka yang menjadi saksi bagaimana Sega bertarung gagah berani di kancah perang konsol era 80-an dan 90-an.
Sato bukanlah sekadar eksekutif berdasi yang duduk di balik meja. Ia adalah arsitek utama, otak brilian yang memimpin desain konsol-konsol legendaris Sega yang mendefinisikan masa kecil generasi X dan milenial awal. Mulai dari SG-1000 yang menjadi pijakan awal, hingga Dreamcast yang revolusioner namun tragis, jejak tangan Sato ada di sana. Kariernya di Sega yang membentang sejak tahun 1971 hingga awal 2000-an adalah bukti dedikasi tanpa batas pada evolusi teknologi hiburan interaktif.
Arsitek di Balik Evolusi Konsol Legendaris
Membicarakan sejarah Sega tanpa menyebut nama Hideki Sato ibarat membicarakan masakan tanpa garam. Ia bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 1971, sebuah masa di mana industri video game masih berupa bayi yang baru belajar merangkak. Selama masa baktinya yang panjang, Sato tidak hanya menyaksikan sejarah, ia menciptakannya. Ia dikenal luas karena keterlibatannya yang mendalam dalam pengembangan mesin arcade Sega dan, tentu saja, deretan konsol rumahan yang kini menjadi barang koleksi berharga.
Bagi Anda yang gemar mengoleksi konsol retro, nama-nama mesin yang dirancang di bawah kepemimpinan Sato pasti sudah tidak asing lagi. Ia memimpin desain mulai dari SG-1000, sistem video game rumahan pertama Sega, hingga Sega Genesis (atau Mega Drive di luar Amerika Utara) yang berhasil memberikan perlawanan sengit kepada dominasi Nintendo di awal 90-an. Tidak berhenti di situ, Sato juga membidani lahirnya Sega Saturn dan konsol terakhir Sega, Dreamcast.
Beep21, yang mengonfirmasi berita kematiannya, mencatat bahwa Sato adalah figur sentral yang membentuk sejarah gaming Jepang. Dalam unggahan mereka, media tersebut menuliskan penghormatan yang mendalam (diterjemahkan dari bahasa Jepang): “Dia benar-benar sosok hebat yang membentuk sejarah permainan Jepang dan memikat penggemar Sega di seluruh dunia. Kegembiraan dan semangat kepeloporan era itu akan tetap ada selamanya di hati dan kenangan penggemar yang tak terhitung jumlahnya, untuk selama-lamanya.”
Baca Juga:
Kepemimpinan di Masa Transisi
Perjalanan Sato di Sega tidak hanya berkutat pada aspek teknis dan inovasi hardware semata. Setelah sukses memimpin divisi pengembangan, Sato melangkah ke jenjang kepemimpinan tertinggi. Ia menjabat sebagai Presiden Sega dari tahun 2001 hingga 2003. Periode ini bisa dibilang sebagai salah satu masa paling krusial dan emosional dalam sejarah perusahaan. Ini adalah masa transisi di mana Sega harus mengambil keputusan berat untuk mundur dari bisnis hardware konsol setelah penghentian produksi Dreamcast, dan beralih fokus menjadi pengembang perangkat lunak pihak ketiga.
Keputusan-keputusan yang diambil di era tersebut, meski sulit, adalah landasan yang membuat nama Sega tetap bertahan hingga hari ini, meskipun tidak lagi sebagai produsen konsol. Semangat kepeloporan Sato dalam mendorong batas teknologi—seperti fitur online pada Dreamcast yang jauh melampaui zamannya—tetap menjadi warisan yang dihormati oleh para insinyur masa kini, bahkan saat industri mulai beralih ke era handheld gaming modern.
Kabar duka ini datang hanya beberapa bulan setelah kematian salah satu pendiri Sega, David Rosen. Kepergian dua tokoh raksasa ini dalam waktu yang berdekatan seolah menutup lembaran besar dari buku sejarah industri game klasik. Rosen dan Sato, dalam kapasitas mereka masing-masing, adalah dua pilar yang membangun fondasi di mana industri game modern kini berdiri.
Beep21, yang memiliki hubungan dekat dan telah mewawancarai Sato berkali-kali selama bertahun-tahun, menggambarkan betapa besar pengaruhnya. Bagi para penggemar, Sato bukan sekadar nama dalam kredit akhir permainan; ia adalah simbol dari era di mana inovasi terasa begitu liar, berani, dan penuh gairah. Warisannya tidak hanya tertanam dalam silikon dan plastik konsol tua, tetapi juga dalam memori kolektif jutaan gamer yang pernah merasakan magisnya tulisan “SEGA” di layar kaca mereka.
Selamat jalan, Hideki Sato. Terima kasih telah mewarnai masa kecil kami dengan teknologi dan imajinasi yang luar biasa.

