📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Meta dengan latar belakang jaringan data dan kode keamanan

Meta Hentikan MCI Usai Data Karyawan Bocor ke Seluruh Perusahaan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Meta menghentikan program Model Compatibility Initiative (MCI) setelah database data karyawan bocor ke internal perusahaan
  • MCI mengumpulkan input komputer seperti gerakan mouse, klik, dan konten layar untuk melatih AI
  • Seorang insinyur Meta mengeluarkan peringatan keamanan bahwa database MCI terekspos ke semua karyawan
  • Mantan karyawan menyebut insiden ini sebagai "kekacauan" yang sudah diduga akan terjadi
  • Meta mengklaim tidak ada indikasi akses tidak sah, namun tetap menghentikan program untuk investigasi

Telset.id – Meta secara mengejutkan menghentikan program Model Compatibility Initiative (MCI) setelah ditemukan bahwa database berisi data karyawan yang dikumpulkan oleh alat tersebut terekspos ke seluruh internal perusahaan. Langkah ini diambil setelah protes keras dari pekerja dan kekhawatiran serius terkait privasi data.

Alat bernama Model Compatibility Initiative (MCI) ini diluncurkan oleh Meta pada bulan April untuk karyawan di Amerika Serikat. Menurut para pekerja yang telah mengajukan petisi terhadap alat tersebut, MCI “mengumpulkan input komputer seperti gerakan mouse, lokasi klik, dan penekanan tombol, serta konten layar.” Protes muncul karena kekhawatiran terhadap privasi, keamanan, dan kebebasan pribadi.

Saat pertama kali diluncurkan, karyawan tidak bisa memilih keluar dari program ini. Namun, setelah gelombang protes, Meta mengubah kebijakan tersebut secara terbatas. Eksekutif Meta berulang kali membela proyek pengumpulan data ini, dengan alasan bahwa data tersebut diperlukan untuk melatih sistem AI agar dapat mengoperasikan perangkat lunak komputer seperti yang dilakukan manusia. Mereka juga menyatakan bahwa karyawan adalah contoh terbaik bagi AI untuk belajar.

Kebocoran Data dan Respons Perusahaan

Pada hari Senin, seorang insinyur Meta mengeluarkan pemberitahuan keamanan internal yang menyatakan bahwa database berisi informasi yang dikumpulkan oleh MCI telah terekspos kepada siapa pun di dalam perusahaan. Seorang mantan karyawan yang aktif menentang MCI menggambarkan kelalaian ini sebagai “kekacauan” dan mengatakan bahwa para pekerja sudah menduga hal ini akan terjadi.

“Ketika pekerja menyuarakan kekhawatiran, pimpinan justru mengeraskan sikap dan gagal mengakui risiko yang diangkat pekerja tentang keselamatan dan privasi data pekerja serta pelanggan,” kata orang tersebut. “Pimpinan jelas telah menciptakan lingkungan otoriter di mana pekerja tidak lagi dihormati atau didengar.”

Juru bicara Meta, Tracy Clayton, menyatakan, “Kami telah merancang program ini dengan hati-hati dengan perlindungan privasi dan meskipun kami tidak memiliki indikasi saat ini bahwa ada data yang diakses secara tidak sah oleh karyawan Meta, kami menghentikannya sementara waktu untuk menyelidiki.”

Setelah komentar kritis membanjiri forum internal pada hari Senin yang mengungkapkan frustrasi tentang masalah keamanan ini, Meta mengejutkan sebagian stafnya dengan menghentikan MCI sepenuhnya. Perusahaan menginformasikan perkembangan ini kepada WIRED sebelum mengumumkannya kepada karyawan, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait tata kelola data di Meta. Sebelumnya, Meta AI Mode juga menuai kritik karena menggunakan postingan Facebook publik untuk hasil pencarian. Selain itu, Meta Tunjuk Kunal Shah sebagai pemimpin WhatsApp menggantikan Will Cathcart di tengah berbagai tantangan internal.

Kebocoran data MCI ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas Meta dalam menangani data sensitif karyawannya. Meskipun perusahaan mengklaim tidak ada indikasi akses tidak sah, fakta bahwa database terekspos ke seluruh internal perusahaan menunjukkan kelemahan serius dalam sistem keamanan mereka.

Para pekerja yang menentang MCI sejak awal merasa bahwa kekhawatiran mereka terbukti benar. Mereka menilai bahwa perusahaan terlalu fokus pada pengembangan AI tanpa mempertimbangkan risiko privasi dan keamanan yang mungkin timbul. Penghentian MCI, meskipun merupakan langkah positif, dianggap terlambat dan hanya terjadi setelah tekanan publik yang besar.

Implikasi dari insiden ini bisa meluas, terutama terkait kepercayaan karyawan terhadap manajemen Meta. Dengan moral anjlok dan pengakuan bos Meta sendiri bahwa situasi saat ini adalah yang terburuk dalam 20 tahun, insiden MCI ini hanya memperburuk citra perusahaan di mata para pekerjanya.

Meta belum memberikan timeline kapan investigasi akan selesai atau apakah program MCI akan dilanjutkan setelah penyelidikan. Yang jelas, kepercayaan antara manajemen dan karyawan semakin terkikis akibat insiden ini.

Komentar

Belum ada komentar.