Telset.id – Volume data di World Wide Web (WWW) tercatat mencapai angka fantastis pada tahun 2024, yakni sebesar 149 zettabytes. Angka ini setara dengan 149 triliun gigabytes atau 149 miliar terabytes. Namun, besarnya volume data tersebut tidak serta-merta membuat seluruh konten internet dapat diakses dengan cara yang sama oleh publik.
Struktur internet memiliki tingkatan atau lapisan yang berbeda. Perbedaan mekanisme akses inilah yang memisahkan istilah “Surface Web” dan “Deep Web”. Meskipun kedua istilah ini merujuk pada bagian dari jaringan global yang sama, cara pengguna berinteraksi dengan konten di dalamnya sangat berbeda. Bahkan, tanpa disadari, pengguna internet kemungkinan besar telah mengakses kedua lapisan ini berkali-kali dalam aktivitas digital harian mereka.
Penting untuk memahami bahwa internet bukan sekadar apa yang ditampilkan oleh mesin pencari. Ada lapisan data masif yang bekerja di balik layar, mulai dari sistem autentikasi hingga protokol pembayaran, yang menjaga ekosistem digital tetap berjalan namun tidak terlihat oleh publik umum.
Mengenal Surface Web: Wajah Luar Internet
Surface Web, atau sering disebut sebagai visible web, adalah bagian internet yang paling familier bagi mayoritas pengguna. Sesuai namanya, ini adalah lapisan permukaan yang dapat diakses secara mudah melalui mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo. Prinsip dasarnya sederhana: jika sebuah konten dapat ditemukan melalui pencarian Google, maka konten tersebut berada di Surface Web.
Artikel yang sedang Anda baca saat ini, misalnya, adalah bagian dari Surface Web. Begitu pula dengan konten berita di situs media besar, forum diskusi publik seperti Reddit, hingga halaman produk di e-commerce seperti Amazon atau Best Buy. Platform video seperti YouTube dan sebagian konten TikTok—meskipun pengalaman pengguna TikTok kurang optimal di peramban web—juga masuk dalam kategori ini.
Aktivitas pencarian informasi, mulai dari mencari berita terkini hingga riset tentang Spesifikasi Surface terbaru, semuanya terjadi di lapisan ini. Menariknya, meskipun Surface Web terasa sangat luas dan penuh dengan miliaran artikel serta situs web, estimasi data tahun 2017 menunjukkan bahwa lapisan ini hanya mencakup sekitar 10% dari total keseluruhan internet. Ini memberikan gambaran betapa masifnya data yang sebenarnya tersimpan di jaringan global.
Baca Juga:
Deep Web: Lapisan Tak Terlihat
Jika Surface Web adalah segala sesuatu yang bisa ditemukan Google, maka Deep Web adalah kebalikannya. Deep Web mencakup semua konten yang tidak diindeks oleh mesin pencari. Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan Surface Web dan terdiri dari situs-situs atau halaman yang tidak dapat diakses melalui URL langsung tanpa izin khusus.
Karakteristik utama Deep Web adalah adanya dinding autentikasi. Konten di lapisan ini biasanya terkunci di balik sistem login yang membutuhkan username dan password. Sebagai analogi, halaman depan Gmail yang muncul saat Anda mencari “Gmail” di Google adalah Surface Web. Namun, kotak masuk (inbox) email Anda yang berisi pesan pribadi adalah Deep Web. Orang lain tidak bisa menemukan isi inbox Anda melalui pencarian Google, dan Anda pun harus login untuk melihatnya.
Prinsip yang sama berlaku untuk layanan perbankan online, akun media sosial pribadi (seperti feed Facebook yang dipersonalisasi), hingga layanan streaming berbayar seperti Netflix, Hulu, atau HBO. Meskipun Anda mengakses layanan ini menggunakan perangkat seperti Laptop Murah untuk sekolah atau PC gaming canggih, pemutar video tempat Anda menonton film sebenarnya berada di Deep Web, tersembunyi dari indeks pencarian publik.
Selain konten berbayar atau pribadi, Deep Web juga berisi infrastruktur digital yang vital. Ini mencakup sistem manajemen konten (CMS) yang digunakan jurnalis untuk menulis berita, protokol identifikasi pengguna, hingga sistem pembayaran di belakang layar. Bahkan perangkat keras tertentu yang terhubung ke jaringan, seperti Webcam Windows yang memiliki antarmuka konfigurasi berbasis web, seringkali beroperasi pada prinsip jaringan privat yang tidak terindeks.
Mitos dan Fakta Dark Web
Seringkali terjadi kerancuan antara Deep Web dan Dark Web. Keduanya tidak identik. Dark Web adalah bagian kecil dari Deep Web, namun dengan karakteristik yang lebih spesifik dan tertutup. Dark Web tidak dapat diakses menggunakan peramban web tradisional seperti Chrome atau Edge.
Untuk mengakses Dark Web, diperlukan peramban khusus seperti Tor, dan pengguna harus mengetahui URL spesifik yang biasanya berakhiran domain .onion, bukan .com atau .org. Jadi, sementara Deep Web adalah tentang privasi dan autentikasi (seperti email dan bank), Dark Web lebih mengarah pada anonimitas tingkat tinggi dengan protokol akses yang berbeda.

