Sarah Silverman Gugat OpenAI dan Meta

Sarah Silverman Gugat OpenAI dan Meta karena Langgar Hak Cipta

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:11 Juli 2023
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Komedian dan penulis Sarah Silverman telah melayangkan gugatan kepada OpenAI dan Meta karena kedua perusahaan tersebut melanggar hak cipta.

Berdasarkan laporan dari Gizmodo, ada juga novelis Christopher Golden dan Richard Kadrey yang mengajukan beberapa gugatan kepada OpenAI dan juga Meta dengan alasan yang sama.

Kelompok penulis tersebut menuduh perusahaan melatih model bahasa besar mereka yang memiliki hak cipta tanpa persetujuan atau izin, ini termasuk karya yang mereka ciptakan.

BACA JUGA:

Keputusan Sarah Silverman dan dua penulis lainnya untuk gugat perusahaan ini berpusat pada set data milik OpenAi dan Meta yang diduga digunakan untuk melatih bahasa pemrograman dari ChatGPT dan juga LLaMA.

Dalam kasus yang dihadapi OpenAI, perusahaan menggunakan kumpulan data dari Book1 yang sesuai dengan proyek Gutenberg, sebuah gudang buku bebas hak cipta yang terkenal.

Pengacara penggugat berpendapat bahwa kumpulan data berupa buku terlalu besar untuk diturunkan dari tempat lain dibandingkan dengan perpustakaan bayangan yang memiliki buku-buku berhak cipta, namun bisa diakses secara ilegal. Contohnya adalah Library Genesis dan Sci-Hub.

Para pembajak setiap harinya dapat mengakses materi ini melalui unduhan langsung, tetapi mungkin ini akan lebih bermanfaat bagi mereka yang menghasilkan model bahasa besar, banyak perpustakaan bayangan juga yang menyediakan materi tertulis dalam paket torrent massal.

Salah satu buku Silverman telah menjadi contoh untuk memperkuat gugatannya. Tim hukum Silverman meminta chatbot untuk meringkas buku The Bedwetter yang diterbitkan pada tahun 2010 silam. Lalu, chatbot Ai ini mampu menguraikan seluruh bagian buku dan mampu mereproduksi setiap bagian buku.

BACA JUGA:

Silverman, Golden, dan Kadrey bukanlah penulis pertama yang menuntut OpenAI atas pelanggaran hak cipta. Faktanya, firma yang menangani masalah tersebut menghadapi sejumlah tantangan hukum tentang cara melatih ChatGPT.

Pada bulan Juni ini, perusahaan dilayani dengan dua keluhan terpisah. Salah satunya adalah gugatan class action yang menuduh OpenAI melanggar undang-undang privasi federal dan negara bagian dengan mengorek data untuk melatih model bahasa besar di belakang ChatGPT dan DALL-E.