Intero Biosystems memenangi Startup Battlefield TechCrunch Disrupt 2026 di San Francisco

Intero Biosystems Menangi Startup Battlefield TechCrunch Disrupt 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Intero Biosystems menangi Startup Battlefield TechCrunch Disrupt 2026 di San Francisco
  • Kalahkan 19 startup lain, raih Startup Battlefield Cup dan hadiah $100.000
  • Intero Biosystems asal Denver, kembangkan organoid usus 1mm lewat produk GastroScreen
  • Apate asal Australia jadi runner-up dengan ribuan agen AI pembait penipu
  • Lima finalis: Apate, Flox Intelligence, Intero Biosystems, Industrial Next, Satlyt
  • Alumni Startup Battlefield telah kumpulkan dana lebih dari $30 miliar

Telset.id – Intero Biosystems keluar sebagai pemenang Startup Battlefield di ajang TechCrunch Disrupt 2026 yang berlangsung selama tiga hari di San Francisco. Startup asal Denver, Amerika Serikat, itu mengalahkan 19 peserta lain dan berhak membawa pulang Startup Battlefield Cup serta hadiah senilai $100.000.

Kemenangan Intero Biosystems menutup rangkaian kompetisi yang mempertemukan 20 startup terpilih dari Startup Battlefield 200. Sebelumnya, seluruh peserta tampil membawakan demo langsung di hadapan para venture capitalist (VC) dan pemimpin teknologi yang bertindak sebagai juri. Setelah melalui proses penjurian, TechCrunch bersama para editor menyeleksi catatan juri dan mempersempit daftar menjadi lima finalis.

Kelima finalis tersebut adalah Apate, Flox Intelligence, Intero Biosystems, Industrial Next, dan Satlyt. Mereka kemudian tampil di babak final untuk mendemonstrasikan produk di hadapan panel juri terakhir yang terdiri dari Alexa von Tobel dari Inspired Capital, Chi-Hua Chien dari Goodwater Capital, Dayna Grayson dari Construct Capital, Karl Alomar dari M13, dan Stacy Brown-Philpot dari Cherryrock Capital.

Intero Biosystems didirikan oleh Charlie Childs dan Madeline Eiken. Startup ini merupakan hasil spin-off dari University of Michigan. Fokus utamanya adalah mengembangkan organoid usus manusia berukuran 1mm, jaringan yang ditumbuhkan di laboratorium untuk meniru saluran pencernaan. Teknologi ini menawarkan cara lain untuk mempelajari bagaimana obat dan senyawa lain berpotensi memengaruhi tubuh manusia sebelum diuji pada manusia.

Produk unggulan Intero Biosystems bernama GastroScreen. Produk ini dijual kepada perusahaan farmasi, bioteknologi, makanan, dan kimia untuk keperluan pengujian obat serta senyawa lainnya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melakukan pengujian awal tanpa harus langsung melibatkan manusia.

Baca Juga:

Pada posisi runner-up, Apate menjadi startup yang mencuri perhatian. Apate merupakan startup asal Australia yang didirikan oleh Dali Kaafar. Ide ini muncul saat ia melakukan penelitian di Macquarie University, Sydney, Australia. Apate mengerahkan ribuan agen AI yang menyamar sebagai korban tak bersalah untuk menjawab panggilan penipuan, merespons pesan dan email mencurigakan, mengikuti tautan phishing, hingga bergabung dengan grup media sosial guna memancing para pelaku fraud.

Selain akses ke armada agen milik Apate, pelanggan juga mendapatkan portal insight yang menawarkan intelijen dan analitik terkait penipuan yang menyasar pengguna akhir atau karyawan, merek, produk, dan lainnya. Kombinasi ini menjadikan Apate sebagai salah satu peserta dengan pendekatan unik dalam melawan kejahatan siber berbasis rekayasa sosial.

Kemenangan Intero Biosystems dan posisi runner-up Apate menempatkan keduanya ke dalam jajaran pemenang dan finalis Startup Battlefield, bergabung dengan nama-nama seperti Trello, Discord, Cloudflare, dan Mint di Disrupt Stage. Program Startup Battlefield sendiri telah diikuti lebih dari 1.700 alumni. Secara kolektif, para alumni program ini telah mengumpulkan dana lebih dari $30 miliar dengan lebih dari 200 exit yang berhasil.

Bagi Intero Biosystems, gelar juara ini menjadi pengakuan atas pendekatan pengujian berbasis organoid yang mereka kembangkan melalui GastroScreen. Sementara bagi Apate, posisi runner-up menegaskan relevansi solusi keamanan berbasis agen AI di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.