📑 Daftar Isi

CEO Apple John Ternus berbincang dengan pelanggan di Apple Fifth Avenue New York

John Ternus Pangkas Middle Management Apple demi Organisasi Lebih Ramping

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • John Ternus ingin menciptakan organisasi Apple yang lebih ramping dan fokus engineering
  • Jumlah engineering program manager dikurangi, karyawan diberi waktu cari posisi baru di Apple
  • Ternus membatalkan sejumlah produk, memicu PHK kecil di tim Siri, AI, dan Vision Pro
  • Rencana ganti 5.000 karyawan AppleCare dengan AI dibatalkan
  • Apple berpotensi menghentikan jadwal peluncuran besar setiap September
  • Ternus, Eddy Cue, dan CFO Kevan Parekh bahas layanan baru demi tambah pendapatan

Telset.id – CEO Apple John Ternus mulai menunjukkan arah kepemimpinannya dengan mendorong terciptanya organisasi yang lebih ramping dan berfokus pada engineering. Langkah ini berbeda dari pendekatan pendahulunya, Tim Cook, yang berlatar belakang penjualan. Menurut laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, Ternus ingin memperkuat koneksi langsung antara para engineer dan eksekutif senior Apple.

Dalam beberapa pekan terakhir, Apple dikabarkan mengurangi jumlah engineering program manager. Posisi ini bertugas mengoordinasikan berbagai tim dan memegang peran penting dalam pengembangan produk. Mereka tidak langsung diberhentikan, melainkan diberi waktu untuk mencari posisi lain di Apple. Karyawan yang tidak mendapatkan posisi baru akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir tahun ini.

Langkah ini menjadi tanda paling jelas bagaimana arah kepemimpinan John Ternus akan berbeda dari era Tim Cook. Perubahan struktur organisasi ini menyasar lapisan middle management yang selama ini menjadi penghubung antara tim teknis dan jajaran eksekutif.

Produk Dibatalkan dan Efek ke Tim Siri hingga Vision Pro

Selain merampingkan struktur manajemen, Ternus juga membatalkan sejumlah produk yang sedang dalam pengembangan. Keputusan ini memicu beberapa PHK berskala kecil. Beberapa tim yang terdampak adalah tim yang mengerjakan Siri, proyek-proyek terkait AI, dan headset XR Apple Vision Pro.

Ternus menilai Apple perlu lebih efisien, yakni melakukan lebih banyak hal dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit. Ia juga berpendapat bahwa Apple harus lebih eksperimental dalam proyek-proyeknya dan lebih sering merilis produk. Untuk mewujudkannya, Ternus berpotensi menghentikan jadwal peluncuran produk besar setiap September yang selama ini menjadi tradisi tahunan Apple, dengan sebagian produk diumumkan pada musim semi.

Perubahan itu sudah mulai terlihat sebagian. Peluncuran iPhone pada September hanya menampilkan model Pro dan perangkat Duo baru. Sementara iPhone versi reguler dan model Air baru akan diumumkan pada tahun berikutnya.

Perubahan jadwal peluncuran ini menjadi sinyal bahwa Apple di bawah Ternus tidak lagi terikat pada pola rilis yang kaku. Pendekatan yang lebih fleksibel dinilai sejalan dengan keinginan Ternus agar Apple lebih sering menghadirkan produk baru ke pasar.

CEO John Ternus wants Apple to be leaner, more experimental and to launch products faster

AppleCare Batal Digantikan AI dan Dorongan Layanan Baru

Rencana efisiensi Apple sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Apple dilaporkan berencana memangkas 5.000 karyawan AppleCare yang seharusnya digantikan oleh AI. Namun, perusahaan berubah pikiran dan tidak akan menggantikan pekerja AppleCare dengan AI, setidaknya untuk saat ini.

Keputusan itu menunjukkan bahwa tidak semua rencana efisiensi berjalan sesuai perkiraan awal. Di sisi lain, para eksekutif senior Apple ingin meluncurkan layanan baru untuk mendatangkan pendapatan lebih besar dari produk yang sudah ada. App Store yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama Apple tengah menghadapi tekanan dari regulator di Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan sejumlah wilayah lain. Kondisi ini membuat pertumbuhan pendapatan melambat.

Untuk merespons situasi tersebut, Ternus, Eddy Cue selaku SVP of Services and Health, serta CFO Kevan Parekh tengah membahas potensi layanan baru. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya Apple menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tekanan regulasi terhadap App Store.

Langkah Ternus merampingkan organisasi dan membatalkan sejumlah proyek mencerminkan prioritas baru Apple, yakni organisasi yang lebih fokus pada engineering, lebih efisien, dan lebih eksperimental. Dampaknya akan terasa pada cara Apple mengembangkan produk, menjadwalkan peluncuran, hingga menyusun strategi layanan ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.