Telset.id – Sebanyak 54 kota di Amerika Serikat telah memilih untuk membatalkan, tidak memperpanjang, atau menolak kontrak pemasangan kamera pembaca pelat nomor otomatis (ALPR) dari Flock sejak awal tahun 2026. Data yang dikumpulkan oleh Washington Examiner menunjukkan gelombang penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap isu privasi dan hak sipil.
Keputusan kolektif dari puluhan kota ini menandai perubahan signifikan dalam penerimaan teknologi pengawasan massal di Amerika Serikat. Meskipun Flock masih memiliki kamera yang terpasang di lebih dari 5.000 kota di AS hingga Juli 2026, tren pembatalan kontrak di tingkat kota menunjukkan pergeseran sikap yang jelas dari para pemimpin daerah terhadap teknologi ini.

Penolakan Meluas di 23 Negara Bagian
Washington Examiner melaporkan bahwa kota-kota di 23 negara bagian telah mengakhiri kontrak mereka dengan Flock sepanjang tahun ini. California dan Wisconsin menjadi negara bagian dengan jumlah penolakan terbanyak, masing-masing mencatat tujuh kasus penolakan, pembatalan, atau penonaktifan. New York, Washington, dan Massachusetts menyusul dengan masing-masing empat penolakan, sementara Virginia mencatat tiga penolakan.
Angka ini meningkat signifikan dari laporan sebelumnya pada Februari yang mencatat sekitar 30 kota telah melakukan hal serupa sejak 2025. Lonjakan jumlah penolakan ini mengindikasikan bahwa resistensi terhadap teknologi pengawasan bukan lagi sekadar gerakan pinggiran, melainkan fenomena yang meluas di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Di kota-kota di mana para pemimpin sipil lambat merespons kekhawatiran warga, masyarakat telah mengambil tindakan sendiri dengan merusak, menutupi, atau mencuri kamera pengawas untuk menghentikan perekaman. Tindakan langsung dari warga ini menunjukkan tingkat frustrasi yang tinggi terhadap keberadaan teknologi tersebut di lingkungan mereka.
Pembatalan Kontrak Paling Menonjol
Salah satu pembatalan kontrak paling signifikan bagi Flock terjadi ketika Kepolisian Los Angeles (LAPD) memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang telah berjalan bertahun-tahun dengan perusahaan tersebut. Keputusan ini didorong oleh hasil audit internal yang tajam terhadap teknologi Flock.
Audit internal tersebut menemukan bahwa dalam kurun waktu hanya dua bulan, ALPR milik Flock menghasilkan 161 peringatan palsu kendaraan dicuri, dengan tingkat kesalahan positif mencapai 32,3 persen. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi LAPD untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan perusahaan teknologi pengawasan tersebut.
Baca Juga:
Meningkatnya Kesadaran Publik
Meningkatnya jumlah pembatalan kontrak resmi menunjukkan bahwa para pemimpin kota mulai menyadari kenyataan bahwa masyarakat Amerika secara luas tidak menyetujui teknologi ini. Sikap publik yang tegas terhadap pelanggaran privasi menjadi pendorong utama bagi para pejabat daerah untuk mengambil tindakan tegas.
Data FBI sebelumnya juga menunjukkan bahwa kamera Flock sebenarnya tidak efektif dalam memberantas kejahatan. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga mendapat tekanan publik yang memaksa mereka menghentikan fitur audio deteksi jeritan, menunjukkan bahwa keberatan masyarakat terhadap teknologi ini bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Gelombang penolakan ini diperkirakan akan terus berlanjut mengingat kekhawatiran publik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Dengan 54 kota yang telah mengambil tindakan sepanjang tahun 2026, angka ini berpotensi menjadi awal dari gerakan yang lebih besar menentang penggunaan teknologi pengawasan massal oleh kepolisian di Amerika Serikat.





Komentar
Belum ada komentar.