📑 Daftar Isi

Ilustrasi cryptocurrency Bitcoin dengan latar belakang gelap

Mantan Agen FBI Didakwa Curi Kripto dan Konsultasi ke ChatGPT

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Patrick Steven Yaroch, mantan agen FBI, ditangkap atas tuduhan mencuri sekitar $1 juta cryptocurrency dari dompet yang ia temui saat menyelidiki musuh asing (Rusia)
  • Pencurian dilakukan tanpa hacking teknis - ia hanya menghafal seed phrases dari sistem internal FBI berkat izin Top Secret yang dimilikinya
  • Yaroch menggunakan ChatGPT untuk bertanya cara menginvestasikan uang, mendapatkan residensi UE, dan merencanakan pelarian ke luar negeri
  • Ia menyerahkan diri pada 28 Juli 2026 dan mengaku frustrasi karena FBI tidak bertindak terhadap akun-akun tersebut
  • Bukti digital dari percakapan ChatGPT dan perjalanan luar negeri yang tidak dilaporkan menjadi bukti kunci dakwaan
  • Didakwa berdasarkan pasal 2314 dan 2315 tentang transportasi dan penerimaan barang curian, bukan spionase atau penipuan komputer

Telset.id – Seorang mantan pengawas kontra intelijen FBI, Patrick Steven Yaroch, ditangkap dan didakwa atas pencurian sekitar satu juta dolar dalam bentuk cryptocurrency dari dompet digital yang ia temui saat menyelidiki musuh asing. Yang menarik, ia menggunakan ChatGPT untuk menentukan cara menginvestasikan dan melarikan diri ke luar negeri.

Yaroch yang menjabat sebagai supervisory special agent di Divisi Kontra Intelijen dan Espionage FBI, menghadapi dakwaan interstate transportation dan receipt of stolen goods. Berdasarkan afidavit yang diajukan di Pengadilan Distrik Timur Virginia, ia mengambil dana dari dompet cryptocurrency yang terkait dengan pekerjaannya menyelidiki negara musuh, yang dilaporkan NBC News sebagai Rusia.

Pencurian ini tidak memerlukan kecanggihan teknis sama sekali. Yaroch yang memiliki izin Top Secret dengan akses SCI dan bertugas di unit keamanan nasional FBI cabang Boston dari 2017 hingga 2025, hanya menghafal seed phrases dari sistem internal biro.

Crypto mining

Kronologi Pencurian dan Pengakuan Diri

Yaroch pertama kali menemukan dompet cryptocurrency terkait pekerjaannya pada November 2024. Ia meneliti cara kerja dompet digital, membuat dompet miliknya sendiri, mencari informasi akun yang relevan di sistem FBI, lalu menghafal recovery seed phrases. Setelah itu, ia melakukan sekitar 10-12 transfer ke dompet pribadinya tanpa memecahkan enkripsi atau mengeksploitasi protokol apa pun.

Kejadian ini menarik karena Yaroch menyerahkan diri. Pada 28 Juli 2026, ia menghubungi karyawan Departemen Kehakiman yang pernah bekerja sama dengannya di Boston melalui Signal untuk meminta pertemuan. Mereka bertemu di kantor pusat FBI keesokan harinya, di mana Yaroch langsung menangis dan mengaku ingin mengembalikan semua uang.

Ia mengaku situasi tersebut “menggerogoti dirinya” dan melaporkan diri secara online ke Divisi Keamanan FBI. Ketika agen tiba di rumahnya di Ashburn malam itu, ia langsung mengaku telah melakukan kesalahan tanpa diminta.

Motif Bukan Keserakahan

Pembelaan Yaroch berbeda dari dugaan umum. Motif yang ia nyatakan bukanlah keserakahan. Ia mengaku frustrasi karena FBI tidak bisa atau tidak mau bertindak terhadap akun-akun tersebut. Ia menggambarkan dirinya “di luar kendali” saat itu dan memutuskan mengambil tindakan sendiri.

Namun, setelah bekerja sama, ia meminta kertas berisi seed phrases dompetnya yang sebelumnya ia serahkan secara sukarela kepada agen, lalu menolak melanjutkan wawancara tanpa pengacara. Agen kemudian memperoleh surat perintah penggeledahan pada 31 Juli dengan pengamanan SWAT, dan menyita iPhone, perangkat keras dompet Trezor, seed phrases tulisan tangan, surat kuasa Portugis tertanggal 15 Juni, dan tiga paspor termasuk satu paspor diplomatik.

Percakapan ChatGPT Menjadi Bukti Kunci

Bukti paling memberatkan justru berasal dari percakapannya dengan AI yang masih tersimpan di ponselnya. Pada 28 Mei, ia bertanya cara menginvestasikan atau membelanjakan satu juta dolar untuk memaksimalkan keuntungan. Pada 4 Juni, ia bertanya tentang cara meninggalkan Amerika Serikat dan menjadi residen atau warga negara negara Uni Eropa. Pada 17 Juni, ia bertanya tentang visa bagi warga Amerika yang transit melalui Turki. Pada 26 Juni, ia meminta bantuan menyusun email tentang lowongan kerja dan kehidupan di Yunani.

ChatGPT bahkan membalas dengan menyebut usia, istri, anak, dan rencana propertinya. Jaksa juga menemukan surat kuasa yang mengizinkan dua pengacara Portugis mendaftarkannya ke otoritas pajak negara tersebut, serta perjalanan luar negeri yang tidak dilaporkan ke Jerman pada Mei, Portugal akhir bulan yang sama, dan Grenada awal Juli.

ChatGPT app on an iPhone

Investasi dan Penyitaan Aset

Pada 23 Juli, lima hari sebelum pengakuan pertamanya, Yaroch memindahkan sekitar $1,02 juta ke Suilend, protokol pinjaman di blockchain Sui melalui aplikasi Slush wallet yang kemudian ia hapus. Ketika ditanya mengapa memilih layanan tersebut, ia menjawab menyukai logonya yang berbentuk tetesan air. Saat agen memeriksa, posisi tersebut bernilai $933.756, turun sekitar 8% dari pekan sebelumnya.

Akun Kraken miliknya menyimpan $188.570 lainnya, termasuk sekitar $5.000 dalam token bernama Squid dan $1,67 dalam Bitcoin. Agen akhirnya menyita $925.426 ke dompet pemerintah, menyisakan sekitar $165.582 karena berbentuk dolar yang tidak bisa dipindahkan ke dompet kripto.

Dakwaan dan Implikasi Keamanan

Yaroch didakwa berdasarkan pasal 2314 dan 2315 kitab undang-undang federal tentang transportasi dan penerimaan barang curian. Ia tidak didakwa atas spionase, penipuan komputer, atau pencurian properti pemerintah karena dompet tersebut bukan milik pemerintah. Kasus ini mengangkat pertanyaan penting tentang protokol keamanan di lembaga federal terkait cryptocurrency, mengingat mereka memantau dan menyita aset digital dalam jumlah besar.

Jika tuduhan terbukti, protokol pemerintah gagal mendeteksi pencurian ini selama hampir delapan belas bulan sebelum pelaku melaporkan diri. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana AI Agents Bluehost dan teknologi AI lainnya dapat digunakan dalam aktivitas kriminal, sekaligus menjadi bukti digital yang memberatkan pelaku.

Ke depannya, kasus ini berpotensi mendorong tinjauan oleh lembaga federal tentang cara mereka menangani aset cryptocurrency. Ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan individu dengan akses keamanan tertinggi pun bisa menjadi ancaman internal, dan bahwa percakapan dengan AI bisa menjadi jejak digital yang sulit dihapus.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.