Matt Mullenweg kembali menjabat CEO Automattic dengan dukungan penuh dewan direksi

Matt Mullenweg Kembali Pimpin Automattic Usai Kisruh Kursi CEO

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Matt Mullenweg kembali jadi chairman dan CEO Automattic dengan dukungan penuh dewan direksi
  • Dewan sempat voting menempatkannya pada paid leave of absence tanpa alasan resmi
  • Mark Davies, CFO Automattic, sempat ditunjuk sebagai interim CEO
  • Mullenweg keluarkan admin lain dari Slack dan klaim kembali memegang kendali
  • Kabar mundurnya Toni Schneider belum dikonfirmasi resmi
  • Komposisi dewan disebut masih mungkin berubah

Telset.id – Matt Mullenweg kembali menduduki posisi CEO Automattic setelah sempat dicopot oleh voting dewan direksi, dan kini perusahaan induk WordPress.com itu menyatakan ia menjabat dengan dukungan penuh board. Kepulangan Mullenweg menutup kisruh singkat yang memunculkan pertanyaan soal siapa sebenarnya yang memegang kendali atas Automattic, perusahaan di balik ekosistem WordPress yang menopang puluhan juta situs di dunia.

Kepastian itu disampaikan juru bicara perusahaan kepada TechCrunch melalui email tak lama setelah pukul 5 sore waktu setempat, Sabtu malam. “Matt Mullenweg is the chairman and CEO of Automattic, with full support of the board and if you search online you can see many top executives and Automatticians supporting him as well,” ujar juru bicara tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi Mullenweg sebagai chairman sekaligus CEO Automattic tidak lagi dalam status cuti seperti yang diumumkan sebelumnya.

Kisruh ini bermula ketika dewan direksi Automattic melakukan voting pada awal pekan untuk menempatkan Mullenweg pada paid leave of absence atau cuti berbayar, tanpa alasan yang dijelaskan secara resmi. Keputusan itu dikonfirmasi Automattic kepada TechCrunch pada Rabu, dengan pernyataan bahwa Mullenweg “currently on leave” dan bahwa Chief Financial Officer Automattic, Mark Davies, akan memimpin sebagai interim CEO dengan “full confidence” dari dewan.

Namun rencana dewan tidak berjalan mulus. Mullenweg tampaknya menolak meninggalkan posisinya. Ia mengeluarkan admin lain dari Slack perusahaan dan memberi tahu karyawan bahwa semuanya telah diselesaikan serta bahwa ia kembali mengendalikan Automattic, menurut sejumlah sumber yang dikutip TechCrunch. Pada satu titik, ia bahkan menulis di Slack, “I’m a pirate now” disertai kata-kata kasar, sesuatu yang menurut catatan TechCrunch justru tidak pernah ia lakukan sebelumnya.

“If this is an HR problem, please wrangle me in since my normal wranglers are with Mark Davies,” tulis Mullenweg di Slack. Ketika TechCrunch menanyakan apakah pernyataannya tentang kembali sebagai CEO itu valid, ia menjanjikan akan menulis blog post. Namun ketika tulisan itu terbit, isinya justru tentang dirinya membeli houseboat atau rumah perahu. Ketika ditanya apakah komentarnya soal kembali menjabat juga merupakan bentuk trolling, ia menjawab, “I’m not a troll I’m a pirate, obviously.”

Mullenweg tidak pernah memberikan komentar resmi mengenai kepulangannya. Meski demikian, ia mencatat di X bahwa ini kemungkinan merupakan kali kelima ia menghadapi apa yang ia sebut sebagai “coup” atau upaya pengambilalihan. Automattic juga tidak merespons permintaan komentar berulang pada Jumat, termasuk soal laporan yang terdengar mengenai anggota dewan Toni Schneider yang dikabarkan mundur.

Schneider, yang merupakan founding CEO Automattic, kini memimpin Bluesky. Ia tidak membalas permintaan komentar melalui email pribadinya maupun melalui permintaan yang dikirim ke Bluesky. TechCrunch menyebut pihaknya telah kembali menanyakan kepada Automattic soal perubahan komposisi dewan tersebut, yang menurut informasi yang terdengar masih mungkin berubah.

Bagi ekosistem WordPress, dinamika kepemimpinan di Automattic bukan sekadar urusan internal korporasi. Automattic adalah induk dari WordPress.com dan pemegang peran besar dalam pengembangan WordPress, platform yang digunakan oleh puluhan juta situs. Ketidakpastian di level CEO berpotensi memengaruhi arah kebijakan produk, pengembangan, hingga hubungan dengan komunitas pengguna dan pengembang yang menggantungkan bisnis mereka pada platform ini.

Kisruh ini juga memperlihatkan pola ketegangan antara pendiri dan dewan direksi di perusahaan teknologi yang sebelumnya sempat mencuat ke publik. Ketika Mullenweg mengklaim bahwa dewan “conspiring” terhadap dirinya melalui pesan di Slack Automattic, konflik internal itu berubah menjadi tontonan publik yang mengundang perhatian industri. Pernyataan resmi perusahaan yang menyebut dukungan penuh dewan dan banyak eksekutif kini menjadi penutup sementara dari episode tersebut.

Dari sisi operasional, penunjukan Mark Davies sebagai interim CEO sempat menjadi sinyal bahwa dewan memiliki rencana transisi. Namun langkah Mullenweg yang mengeluarkan admin lain dari Slack perusahaan dan mengklaim kendali menunjukkan bahwa rencana itu tidak berjalan sesuai skenario. Sumber yang dikutip TechCrunch menyebut karyawan menerima informasi dari Mullenweg bahwa persoalan telah diselesaikan dan ia kembali memegang kendali Automattic.

Perubahan komposisi dewan masih menjadi area yang belum sepenuhnya jelas. Kabar mundurnya Toni Schneider, founding CEO Automattic yang kini memimpin Bluesky, belum mendapat konfirmasi resmi. Automattic belum menanggapi pertanyaan lanjutan soal perubahan dewan yang menurut informasi yang beredar masih mungkin bergerak.

Kisruh ini juga menempatkan perhatian pada sosok Mullenweg yang dikenal lewat gaya komunikasinya. Catatan TechCrunch bahwa ia “famously did not” menggunakan kata-kata kasar sebelum insiden Slack ini menandai betapa tidak biasanya situasi yang terjadi. Pernyataan “I’m a pirate now” dan jawaban “I’m not a troll I’m a pirate, obviously” menegaskan bahwa ia memilih merespons konflik internal dengan cara yang tidak lazim bagi seorang CEO perusahaan teknologi besar.

Bagi pengguna WordPress dan pelaku bisnis yang bergantung pada platform ini, kepastian bahwa Mullenweg kembali sebagai chairman dan CEO dengan dukungan dewan menjadi informasi utama. Namun sejumlah tanda tanya masih tersisa, terutama soal alasan sebenarnya di balik voting dewan untuk menempatkannya pada cuti berbayar, status perubahan komposisi dewan, serta bagaimana dinamika ini akan memengaruhi arah Automattic ke depan.

Yang jelas, pernyataan resmi perusahaan kini menempatkan Mullenweg kembali di kursi kepemimpinan. Setelah sempat muncul nama Mark Davies sebagai interim CEO dan kabar tentang Toni Schneider, fokus publik kembali ke Mullenweg sebagai figur sentral di Automattic dan ekosistem WordPress secara lebih luas.

[ META_DESCRIPTION]
Matt Mullenweg kembali menjabat CEO Automattic dengan dukungan penuh dewan direksi setelah sempat dicopot lewat voting board pada awal pekan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.