Telset.id – McKesson mengonfirmasi bahwa grup ekstorsi terkenal ShinyHunters berhasil membobol sistem mereka dan mencuri data hingga 284 juta catatan pasien. Serangan ini menargetkan instance Snowflake dan Salesforce milik perusahaan, dengan permintaan tebusan mencapai $55,2 juta.
Insiden ini terungkap setelah ShinyHunters mengklaim bertanggung jawab beberapa hari sebelumnya. Data yang dicuri mencakup nama pasien, alamat pos dan email, nomor telepon, Nomor Jaminan Sosial (SSN), serta detail mengenai kondisi kesehatan mereka. McKesson menyatakan data yang dicuri berasal dari unit bisnis Oncology & Multispecialty dan Medical-Surgical.
Perusahaan mengungkapkan bahwa beberapa karyawan menjadi target serangan vishing. Meski klaim ShinyHunters belum sepenuhnya diverifikasi, dampak potensial dari kebocoran data berskala besar ini sangat signifikan bagi industri kesehatan dan privasi pasien.
Boston Scientific Berjuang Pulihkan Sistem
Sementara itu, Boston Scientific juga mengalami serangan siber yang sangat mengganggu. Tidak seperti McKesson, Boston Scientific mengaku berhasil mengeluarkan penyerang dari infrastruktur mereka, namun investigasi masih berlangsung.
Dampak paling nyata dari serangan ini adalah gangguan pada perangkat Cardiac Rhythm Management (CRM). Perangkat baru yang ditanam setelah 25 Agustus tidak dapat diaktifkan, dan data yang dihasilkan tidak akan otomatis dikirim ke sistem manajemen pasien jarak jauh.

Boston Scientific menjelaskan bahwa ICM (insertable cardiac monitors) yang baru ditanam harus diaktifkan menggunakan aplikasi Boston Scientific Clinic Assistant. Tanpa aktivasi ini, perangkat tidak dapat merekam episode dengan benar. ICM baru juga tidak dapat dipasangkan ke ponsel pasien untuk pemantauan jarak jauh.
“Episode akan terus direkam oleh ICM dan dapat ditransmisikan ke sistem pemantauan jarak jauh melalui pemeriksaan langsung dengan aplikasi Clinic Assistant dengan memilih tombol ‘Interrogate’,” jelas perusahaan.
Hingga saat ini, Boston Scientific belum menyebut ShinyHunters sebagai pelaku, dan grup tersebut juga belum secara publik mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

Kedua insiden ini menunjukkan betapa rentannya sektor kesehatan terhadap serangan siber berskala besar. Data pasien yang sangat sensitif menjadi target utama para peretas karena nilainya yang tinggi di pasar gelap. Untuk melindungi perangkat dari ancaman serupa, pengguna dapat mempertimbangkan Multiple Desktop sebagai langkah isolasi aktivitas kerja, atau memahami HDMI Passthrough untuk mengoptimalkan perangkat keras.
Kasus McKesson dan Boston Scientific menjadi pengingat bahwa ancaman siber di sektor kesehatan bukan hanya soal kehilangan data, tetapi juga dapat mengganggu layanan medis yang kritis. Investigasi terhadap kedua serangan ini masih berlangsung, dan publik menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai sejauh mana dampak yang ditimbulkan.





Komentar
Belum ada komentar.