Pemandangan udara pusat data Meta yang besar

Meta Bangun Bisnis Cloud Sendiri, Siap Saingi AWS dan Google

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Meta dikabarkan membangun bisnis cloud sendiri untuk memanfaatkan investasi infrastruktur AI
  • Bisnis cloud akan bersaing langsung dengan Amazon AWS, Google Cloud, dan SpaceX
  • Meta berkomitmen investasi USD 600 miliar di AS hingga 2028 untuk pengembangan AI
  • Meta Compute, inisiatif pusat data dan AI, sedang mengembangkan bisnis cloud baru
  • Layanan mencakup akses model AI dan penyewaan daya komputasi pusat data
  • Model AI Muse Spark masih gratis, berlangganan untuk fitur premium
  • Meta juga mengintegrasikan AI ke perangkat wearable seperti Meta Glasses

Telset.id – Meta dikabarkan sedang membangun bisnis cloud sendiri untuk memanfaatkan investasi infrastruktur besar-besaran yang telah dikeluarkan perusahaan untuk melatih dan menjalankan model AI. Langkah ini akan menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan Amazon, Google, dan SpaceX.

Menurut laporan Bloomberg, perusahaan media sosial ini berencana menjual infrastruktur server untuk bersaing di pasar cloud computing. Selama ini, Meta membiayai berbagai taruhan berisiko pada kacamata pintar dan realitas virtual melalui pendapatan iklan online yang sangat besar.

Bisnis cloud yang dirancang Meta dikabarkan akan menawarkan berbagai layanan, termasuk akses ke model AI yang dijalankan di infrastruktur Meta. Perusahaan juga berencana menyewakan daya komputasi pusat datanya kepada perusahaan lain yang ingin melatih AI mereka sendiri.

Penawaran yang mirip dengan Amazon Web Services (AWS) ini dapat membantu Meta mengembalikan sebagian dari investasi besar yang telah dikeluarkan. Sebagai bagian dari rencana AI-nya, Meta telah berkomitmen untuk menginvestasikan USD 600 miliar di Amerika Serikat pada tahun 2028.

Meta juga telah melakukan sejumlah perekrutan mahal untuk membangun tim superintelligence AI mereka. Meta Compute, inisiatif pusat data dan AI yang dibuat Meta pada Januari lalu, saat ini sedang mengembangkan bisnis cloud baru tersebut, menurut laporan Bloomberg.

Engadget telah menghubungi Meta untuk informasi lebih lanjut tentang rencana pusat datanya dan akan memperbarui artikel jika mendapat tanggapan.

Sejauh ini, Meta telah membuat model AI Muse Spark-nya gratis untuk digunakan oleh siapa saja melalui aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, atau aplikasi Meta AI mandiri. Berlangganan berbayar hanya diperlukan untuk membuka batas yang lebih tinggi dalam menghasilkan gambar dan akses ke penalaran yang lebih canggih.

Model AI baru perusahaan akan diintegrasikan ke dalam perangkat wearable, dimulai dengan Meta Glasses yang baru saja diumumkan. Seperti Google, Meta juga sedang mengerjakan agen AI yang dapat menangani tugas pribadi dan profesional atas nama pengguna.

Langkah Meta memasuki bisnis cloud menunjukkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya menjadi pemain di media sosial, tetapi juga pemain utama di infrastruktur teknologi. Dengan investasi miliaran dolar, Meta tampaknya serius menjadikan AI dan cloud sebagai pilar bisnis baru.

Persaingan di pasar cloud computing sendiri semakin ketat. Amazon dengan AWS dan Google dengan Google Cloud sudah menjadi pemain dominan. SpaceX yang baru-baru ini menjadi penyedia cloud juga akan menjadi pesaing baru bagi Meta.

Kehadiran Meta di pasar cloud diprediksi akan memberikan alternatif baru bagi perusahaan yang mencari layanan infrastruktur AI. Dengan pengalaman Meta dalam mengelola pusat data berskala besar untuk melayani miliaran pengguna, perusahaan memiliki kapabilitas teknis yang mumpuni.

Namun, tantangan besar menanti Meta. Membangun bisnis cloud tidak hanya membutuhkan investasi infrastruktur yang besar, tetapi juga kepercayaan pelanggan dan ekosistem layanan yang lengkap. Amazon dan Google telah memiliki keunggulan dalam hal ini.

Meski demikian, fokus Meta pada AI dapat menjadi nilai jual unik. Perusahaan dapat menawarkan akses ke model AI canggih yang telah terbukti kinerjanya, sesuatu yang mungkin tidak dimiliki oleh penyedia cloud lain.

Keputusan Meta untuk membangun bisnis cloud sendiri juga menunjukkan perubahan strategi perusahaan. Jika sebelumnya Meta lebih fokus pada platform konsumen, kini perusahaan mulai merambah ke layanan enterprise.

Dengan komitmen investasi USD 600 miliar hingga 2028, Meta menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan AI dan infrastruktur pendukungnya. Bisnis cloud ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi perusahaan.

Perkembangan ini tentu menarik untuk diikuti, terutama bagi para pelaku industri teknologi dan pelanggan potensial layanan cloud. Meta tampaknya siap menjadi pemain baru yang serius di pasar cloud computing global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.