Telset.id – Pengguna perangkat lunak OpenClaw kini dilaporkan secara masif memanfaatkan alat open source bernama Scrapling untuk menembus sistem keamanan anti-bot situs web, termasuk Cloudflare Turnstile, demi mengambil data secara paksa. Fenomena ini memicu ketegangan baru antara pengembang bot AI dan penyedia keamanan siber, di mana Scrapling diunduh ratusan ribu kali sebagai solusi “siluman” bagi agen AI.
Berdasarkan laporan yang beredar di media sosial, Scrapling yang dibangun dengan bahasa pemrograman Python ini dirancang khusus untuk melewati deteksi bot yang biasanya dipasang oleh pemilik situs web. Meskipun situs-situs tersebut telah menerapkan langkah-langkah anti-bot yang eksplisit, kombinasi OpenClaw dan Scrapling memungkinkan pengguna untuk tetap melakukan scraping atau pengambilan data.
Popularitas Scrapling meningkat tajam di kalangan pengguna OpenClaw. Sejak dirilis, alat ini tercatat telah diunduh lebih dari 200.000 kali. Sebuah unggahan viral di platform X (sebelumnya Twitter) mempromosikan kemampuan alat ini dengan klaim berani: “Tidak ada deteksi bot. Tidak ada pemeliharaan pemilih. Tidak ada mimpi buruk Cloudflare.”
Mekanisme kerja duet ini cukup sederhana namun efektif. OpenClaw bertugas memberikan instruksi mengenai data apa yang harus diekstraksi, sementara Scrapling menangani aspek “stealth” atau penyamaran agar aktivitas tersebut tidak terdeteksi oleh sistem keamanan.
Tentu saja, Cloudflare tidak tinggal diam melihat infrastruktur keamanannya coba diterobos. Perusahaan keamanan web raksasa ini dilaporkan telah memblokir versi-versi Scrapling sebelumnya. Namun, pengembang alat open source tersebut terus melakukan pembaruan untuk mengakali proteksi yang ada.
Dane Knecht, Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengerjakan patch atau perbaikan untuk menangkal iterasi terbaru dari Scrapling. “Kami membuat perubahan, dan kemudian mereka membuat perubahan,” ujar Knecht menggambarkan situasi kucing-kucingan yang terjadi.
Knecht tetap optimis bahwa Cloudflare memiliki keunggulan strategis berkat besarnya volume data situs web yang mereka kelola serta kemampuan untuk melacak tren serangan. Tim operasi keamanan Cloudflare diklaim telah mendeteksi sinyal peningkatan kemampuan bot ini dan sedang menyiapkan serangkaian mediasi baru. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Cloudflare mengklaim telah memblokir 416 miliar upaya scraping yang tidak diinginkan.
Fenomena ini mengingatkan pada sejarah pelatihan Large Language Models (LLM) yang melibatkan scraping data internet secara masif. Bedanya, pengguna Scrapling kini melakukannya dalam skala yang lebih individual namun tersebar luas. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemilik situs web yang berusaha melindungi konten mereka atau memonetisasi akses data bagi bot.
Baca Juga:
Di tengah popularitas teknisnya, nama Scrapling sempat tercoreng oleh insiden mata uang kripto (memecoin). Mengambil momentum viralnya alat ini, sekelompok pegiat kripto meluncurkan token $Scrapling. Karim Shoair, yang mengklaim sebagai pengembang tunggal Scrapling, sempat mempromosikan koin tersebut di X sebelum menghapus unggahannya.
Harga token $Scrapling sempat meroket selama sekitar lima jam sebelum akhirnya jatuh drastis akibat aksi jual massal, meninggalkan kerugian bagi para pembeli. Insiden ini memicu kemarahan komunitas, dengan tuduhan penipuan yang dialamatkan kepada para inisiator koin tersebut.
Shoair membela diri dengan menyatakan ketidaktahuannya mengenai skema tersebut saat memberikan dukungan awal. “Saya tidak tahu apa yang saya hadapi ketika orang membuat koin itu dan saya mendukungnya,” klaim Shoair. Ia menyatakan bahwa uang yang sempat ia tarik akan disumbangkan untuk amal dan ia tidak ingin mengambil keuntungan dari kejadian tersebut.
Dampak dari skandal kripto ini merembet ke reputasi proyek open source-nya. Akun komunitas GitHub Projects tidak resmi, yang memiliki lebih dari 300.000 pengikut di X, menghapus unggahan yang menyoroti perangkat lunak Scrapling dan membuat pernyataan tegas untuk menjauhkan diri dari aktivitas aset kripto.
Terlepas dari drama kripto tersebut, para pemimpin industri perangkat lunak tetap melihat agen AI otonom seperti Bos OpenClaw sebagai masa depan web. Bahkan Knecht dari Cloudflare, yang sehari-harinya sibuk memblokir bot, memiliki visi di mana manusia dan agen AI dapat hidup berdampingan.
Knecht berharap dapat membangun ekosistem internet yang ramah bagi agen AI maupun manusia, di mana keinginan pemilik situs web tetap dihormati. Ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan besar mulai mencari Solusi AI Bisnis yang lebih etis dan terstruktur.
Sementara itu, bagi pengguna yang mencari integrasi AI yang lebih resmi pada perangkat rumah tangga, inovasi terus bermunculan, seperti kehadiran Perplexity AI di perangkat televisi pintar, yang menawarkan cara legal mengakses informasi tanpa perlu melakukan scraping ilegal.

