Telset.id – Pasar smartphone Asia Tenggara mencatat penurunan pengiriman pada kuartal I-2026. Firma riset Omdia melaporkan total shipment mencapai 21,6 juta unit, turun 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 23,7 juta unit. Di tengah tren penurunan ini, Samsung justru membukukan pertumbuhan dan memimpin peringkat vendor teratas.
Laporan Omdia untuk periode Januari hingga Maret 2026 menunjukkan Samsung mengirimkan 4,6 juta unit, naik 4 persen secara tahunan (YoY). Pabrikan asal Korea Selatan ini menguasai pangsa pasar 21 persen di kawasan Asia Tenggara. Pencapaian ini ditopang oleh performa kuat seri flagship Galaxy S26 Series serta penjualan solid lini Galaxy A Series di segmen menengah.
Menariknya, Samsung menjadi satu-satunya vendor di jajaran lima besar yang mencatat pertumbuhan positif. Empat vendor lainnya—Oppo, Xiaomi, Transsion, dan Vivo—seluruhnya mengalami penurunan shipment. Kondisi ini turut memengaruhi nilai market share mereka di Asia Tenggara pada kuartal I-2026.
Data Lengkap Lima Vendor Ponsel Terlaris
Omdia menyajikan data lengkap lima vendor ponsel terlaris di Asia Tenggara pada kuartal I-2026 beserta pertumbuhan YoY. Berikut rinciannya:
- Samsung — Shipment Q1-2025: 4,4 juta unit (19 persen) → Q1-2026: 4,6 juta unit (21 persen) | YoY: +4 persen
- Oppo — Shipment Q1-2025: 5,1 juta unit (21 persen) → Q1-2026: 4,2 juta unit (20 persen) | YoY: -17 persen
- Xiaomi — Shipment Q1-2025: 4,2 juta unit (18 persen) → Q1-2026: 3,7 juta unit (17 persen) | YoY: -12 persen
- Transsion — Shipment Q1-2025: 3,7 juta unit (16 persen) → Q1-2026: 3,4 juta unit (16 persen) | YoY: -10 persen
- Vivo — Shipment Q1-2025: 2,8 juta unit (12 persen) → Q1-2026: 2,1 juta unit (9 persen) | YoY: -7 persen
- Merek lain — Shipment Q1-2025: 3,5 juta unit (15 persen) → Q1-2026: 3,7 juta unit (17 persen) | YoY: +7 persen
Perlu diketahui, data Omdia ini menggunakan metode sell-in shipment, bukan sell-out. Artinya, angka yang tercatat merupakan jumlah perangkat yang dikirim vendor ke distributor, toko, atau kanal penjualan, bukan jumlah unit yang benar-benar sampai ke tangan konsumen akhir.
Baca Juga:
Harga Jual Rata-rata Justru Melonjak
Meskipun volume pengiriman merosot, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) smartphone di Asia Tenggara justru mencetak rekor baru. Omdia mencatat ASP smartphone di kawasan ini mencapai 349 dollar AS atau sekitar Rp 6,1 juta per unit. Angka tersebut melonjak 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 300 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).
Menurut Omdia, lonjakan harga ini dipicu oleh naiknya biaya komponen memori seperti DRAM dan NAND yang membuat ongkos produksi smartphone ikut terkerek. Dampaknya paling terasa di segmen entry-level dan menengah, karena komponen memori memiliki porsi biaya yang cukup signifikan pada perangkat di kelas tersebut.
Akibat tekanan biaya ini, vendor mulai mengambil langkah-langkah seperti menaikkan harga jual perangkat, memangkas spesifikasi tertentu, atau mengatur suplai produk lebih ketat demi menjaga margin keuntungan.
“Pada akhirnya, vendor smartphone kini lebih fokus menjaga profitabilitas dan menaikkan ASP, ketimbang sekadar mengejar pertumbuhan volume,” ungkap Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew.
Baca Juga:
Tekanan Harga Diprediksi Masih Berlanjut
Omdia memproyeksikan bahwa volatilitas harga dan suplai smartphone masih akan berlangsung dalam waktu dekat. Pasalnya, vendor saat ini masih harus berhadapan dengan keterbatasan pasokan komponen sekaligus memperhitungkan dampak kenaikan harga terhadap daya beli konsumen.
Dengan kondisi tersebut, pasar smartphone Asia Tenggara diprediksi masih akan mengalami tekanan harga hingga beberapa kuartal ke depan, terutama di segmen HP murah yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga.
Laporan Omdia ini memberikan gambaran jelas tentang dinamika pasar smartphone di kawasan Asia Tenggara. Samsung berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan pertumbuhan positif di tengah penurunan volume secara keseluruhan. Sementara itu, kenaikan biaya komponen memori menjadi tantangan serius bagi vendor, terutama dalam menjaga daya saing di segmen entry-level dan menengah.
Pengguna yang tertarik dengan tren pasar smartphone terkini dapat menyimak perkembangan spesifikasi terbaru dari berbagai vendor. Informasi ini penting untuk memahami arah industri dan strategi yang diambil oleh para pemain utama.





Komentar
Belum ada komentar.