Telset.id – Gelombang pembangunan pusat data atau data center di Amerika Serikat memicu modus kejahatan baru. Sindikat pencuri kargo kini mengalihkan sasaran ke peralatan data center bernilai tinggi yang diangkut melalui jalur darat. Dua insiden pencurian baru-baru ini di Chicago dan Florida mengungkapkan kerugian mencapai jutaan dolar AS.
Kantor Sheriff Cook County berhasil menemukan sebuah trailer berisi kumparan kabel tembaga senilai sekitar $300.000 di sebuah area parkir truk dekat Chicago, Illinois. Kabel tembaga tersebut merupakan komponen vital untuk memberi daya pada server di data center. Pemilik area parkir truk itu juga mengungkapkan bahwa pengemudi yang sama telah menurunkan trailer curian lain seminggu sebelumnya, yang berisi peralatan data center senilai sekitar satu juta dolar AS.
Kedua trailer tersebut dilaporkan dicuri dari lokasi yang berbeda. Trailer pertama diambil dari Pine Hill, Alabama, sementara trailer kedua dicuri dari Jacksonville, Florida. Jarak geografis antara lokasi pencurian ini menunjukkan skala operasi sindikat yang bersifat nasional. Sebelumnya, kelompok ini lebih sering menyasar barang-barang ritel konsumen.

Modus operandi para pencuri juga semakin canggih. Trailer yang membawa kumparan kabel tembaga ditemukan telah diganti pelat nomornya dengan pelat dari Indiana. Langkah ini diduga kuat untuk mengaburkan asal-usul barang curian. Sementara itu, trailer berisi peralatan data center dapat ditemukan berkat pelacak GPS yang terpasang.
Meskipun peralatan data center seperti server dan GPU merupakan barang bernilai tinggi, menjualnya kembali di pasar gelap bukanlah perkara mudah. Perangkat ini sangat terspesialisasi dan biasanya hanya dibeli oleh institusi atau perusahaan besar. Setiap unit kemungkinan besar memiliki nomor seri yang memudahkan pembeli untuk memeriksa status kepemilikan perangkat tersebut kepada pabrikannya.
Pembeli potensial juga cenderung akan meminta dokumen resmi dan garansi, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pencuri atau penadah. Hal ini membuat peralatan data center menjadi sasaran yang kurang likuid dibandingkan barang elektronik konsumen.
Sebagai perbandingan, barang elektronik konsumen seperti konsol game dan GPU grafis merupakan target yang jauh lebih mudah. Sindikat pencurian pernah mencuri konsol Switch 2 senilai sekitar $1,4 juta yang sedang dalam perjalanan ke sebuah toko GameStop di Texas tahun lalu. GPU gaming juga menjadi sasaran empuk. Pada tahun 2021, kiriman GPU EVGA seri 30-an dicuri dari belakang truk dan beberapa bulan kemudian muncul di Vietnam, dijual oleh pengecer besar dengan harga diskon.
Baca Juga:
Insiden lain yang menonjol adalah pencurian 220 unit MSI RTX 3090 langsung dari pabrik perusahaan di China pada tahun 2020. Kerugian dari pencurian tersebut diperkirakan mencapai $336.500. Kemungkinan besar, masih banyak insiden pencurian serupa yang telah dilaporkan ke polisi tetapi tidak diketahui publik.
Untungnya, bagi perusahaan pengangkut dan pemilik barang, dampak finansial dari kejadian ini tidak selalu bersifat langsung. Sebagian besar perusahaan dan pengangkut barang biasanya memiliki asuransi yang menanggung kerugian tersebut. Dengan demikian, mereka tidak perlu membayar sendiri seluruh nilai barang yang hilang.
Meskipun ada jaring pengaman asuransi, meningkatnya kasus pencurian kargo data center ini menjadi alarm bagi industri logistik dan keamanan rantai pasok. Perusahaan kini dituntut untuk lebih waspada dan meningkatkan sistem keamanan pengiriman, terutama untuk komponen bernilai tinggi seperti yang terjadi pada spesifikasi van listrik atau perangkat keras lainnya. Penggunaan pelacak GPS dan pengawasan ketat menjadi semakin krusial untuk meminimalkan risiko kehilangan aset berharga di jalan raya.





Komentar
Belum ada komentar.