📑 Daftar Isi

Suasana pameran teknologi Blibli XPO 2026 di Grand Indonesia dengan pengunjung mencoba berbagai gadget

Pendapatan Blibli Naik 34%, Smartphone Jadi Andalan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pendapatan neto tahunan Blibli tumbuh 34% menjadi Rp22,4 triliun pada 2025
  • Penjualan smartphone jadi kontributor utama pertumbuhan
  • Blibli buka 66 toko baru, total 265 toko elektronik konsumen
  • Laba bruto naik 19% menjadi Rp3,9 triliun
  • Rasio beban operasional turun dari 34,3% menjadi 26,6%
  • Q1 2026 pendapatan neto tumbuh 67% jadi Rp7,8 triliun
  • Imron Hendrata dan Cyrillus Harinowo ditunjuk sebagai komisaris baru
  • Strategi scale what works untuk profitabilitas berkelanjutan

Telset.id – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto tahunan sebesar 34% pada tahun buku 2025, dengan volume penjualan smartphone menjadi kontributor utama. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan melaporkan pendapatan neto konsolidasian mencapai Rp 22,4 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha. Blibli mencatat bahwa kategori elektronik konsumen, terutama volume penjualan smartphone yang lebih tinggi, menjadi motor utama. Kontribusi juga meningkat dari usaha institusi perseroan serta perluasan jaringan toko fisik elektronik konsumen untuk mendukung strategi omnichannel.

Sepanjang 2025, Blibli menerapkan strategi mendorong pertumbuhan volume transaksi, memperkuat marjin, meningkatkan monetisasi, dan memperbaiki efisiensi operasional. Integrasi ekosistem omnichannel yang semakin matang juga menjadi fokus utama untuk memperdalam loyalitas pelanggan.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan optimismenya terhadap prospek perusahaan. “Di tengah pasar yang penuh tantangan dan konsumsi masyarakat yang semakin selektif, Perseroan berhasil memperkuat fundamental usaha yang mengarahkan Perseroan ke jalur menuju profitabilitas yang semakin jelas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).

Pengunjung mencoba berbagai gadget sebelum membeli di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (30/5/2026), dalam ajang pameran teknologi Blibli XPO 2026 yang berlangsung pada 27–31 Mei 2026.

Ekspansi Toko Fisik dan Kinerja Keuangan

Blibli memperluas kehadiran di segmen toko fisik melalui pembukaan 66 toko baru. Per 31 Desember 2025, perusahaan telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, serta 1 toko fesyen dan olahraga. Selain itu, mereka juga mengelola 57 supermarket premium Ranch Market dan 39 home center Dekoruma.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto perseroan naik 19% secara tahunan menjadi Rp 3,9 triliun pada 2025. Rasio beban operasional terhadap pendapatan neto berhasil ditekan dari 34,3% menjadi 26,6%. Perbaikan efisiensi ini menunjukkan fundamental bisnis yang semakin solid.

Agenda RUPST juga menunjuk Imron Hendrata sebagai Komisaris Utama dan Cyrillus Harinowo sebagai Komisaris Independen yang baru. Perubahan jajaran komisaris ini diharapkan membawa perspektif baru dalam tata kelola perusahaan.

Kinerja positif berlanjut pada kuartal pertama 2026. Pendapatan neto konsolidasian Blibli tumbuh 67% secara tahunan menjadi Rp 7,8 triliun, dengan peningkatan laba bruto menjadi Rp 1,2 triliun. Angka ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Strategi Ke Depan

Kusumo Martanto menegaskan komitmen perusahaan untuk melanjutkan momentum positif. “Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pertumbuhan dan menjaga momentum kinerja melalui pendekatan scale what works. Dengan fondasi usaha yang semakin kuat, integrasi ekosistem yang semakin matang, serta fokus pada profitabilitas berkelanjutan,” pungkasnya.

Pertumbuhan penjualan smartphone yang menjadi andalan ini sejalan dengan tren industri e-commerce yang semakin kompetitif. Blibli berhasil memanfaatkan momen dengan strategi omnichannel yang terintegrasi, menggabungkan kekuatan platform digital dengan jaringan toko fisik.

Keberhasilan Blibli dalam menekan rasio beban operasional menjadi 26,6% menunjukkan disiplin biaya yang ketat. Perusahaan berhasil menyeimbangkan antara investasi pertumbuhan dan efisiensi operasional, sebuah keseimbangan yang sulit dicapai di tengah tekanan pasar.

Dengan fundamental yang semakin kuat, Blibli optimistis dapat mencapai profitabilitas berkelanjutan. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, didukung oleh kategori elektronik konsumen dan perluasan jaringan fisik, menjadi modal utama untuk bersaing di pasar e-commerce Indonesia yang semakin matang.

Komentar

Belum ada komentar.