📑 Daftar Isi

Ilustrasi peretasan bitcoin pada platform Liquid Network

Peretas Bobol Liquid Network, Bitcoin Rp5,4 Triliun Raib

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Peretas mencuri sekitar 4.000 bitcoin senilai USD 340 juta dari Liquid Network
  • Liquid Network adalah platform settlement exchange milik Blockstream yang diluncurkan 2018
  • Pelaku mengaku sebagai peretas white hat dan mengeksploitasi bug untuk menarik dana
  • Sekitar 3.400 bitcoin telah dikembalikan setelah Blockstream memperbaiki bug
  • Sisa 600 bitcoin senilai USD 47 juta masih dikuasai peretas
  • Operasional Liquid Network dijeda hingga perbaikan keamanan tambahan selesai
  • Insiden tercatat sebagai salah satu pencurian dana digital terbesar tahun ini

Telset.id – Aksi peretasan kembali mengguncang industri kripto. Seorang peretas mencuri ribuan bitcoin senilai sekitar USD 340 juta atau setara lebih dari Rp5 triliun dalam serangan terhadap Liquid Network. Insiden ini tercatat sebagai salah satu pencurian aset digital terbesar tahun ini.

Liquid Network, platform settlement exchange yang digunakan oleh sejumlah bursa kripto, melaporkan peretasan tersebut melalui unggahan di X pada hari Minggu. Pelaku mengaku sebagai peretas “white hat” dan mengklaim telah mencuri dana dari dompet jaringan sebagai bentuk protes atas celah keamanan yang ditemukan.

Perusahaan kripto Blockstream yang meluncurkan Liquid Network pada 2018 itu menyatakan telah menghentikan sementara seluruh operasional hingga insiden ini dapat diselesaikan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan mengamankan sisa aset yang masih berada dalam jaringan.

Kronologi Peretasan dan Pengembalian Dana

Hingga saat ini, identitas peretas belum diketahui secara pasti. Media kripto melaporkan bahwa pelaku diduga mengeksploitasi sebuah bug untuk menarik dana dari jaringan. Dalam komunikasinya, peretas menyatakan bersedia mengembalikan dana yang dicuri dengan syarat Blockstream memperbaiki celah keamanan tersebut.

Samson Mow, mantan eksekutif Blockstream, mengonfirmasi melalui unggahan di X pada hari Senin bahwa perusahaan telah memperbaiki bug yang dieksploitasi. Dari sekitar 4.000 bitcoin yang dicuri, sekitar 3.400 bitcoin telah berhasil dikembalikan. Namun, sekitar 600 bitcoin senilai kurang lebih USD 47 juta masih berada dalam kendali peretas.

Mow juga menyatakan bahwa operasional Liquid Network akan tetap dijeda hingga perbaikan tambahan dan peningkatan keamanan selesai dilakukan sebelum jaringan dapat diaktifkan kembali. Keputusan ini menunjukkan keseriusan tim dalam memastikan keamanan sebelum melanjutkan layanan.

Insiden peretasan ini menjadi pengingat pentingnya keamanan dalam ekosistem kripto. Berbagai kasus serupa terus bermunculan, termasuk aksi peretas Rusia yang mencuri data ribuan komputer. Menurut Rekt leaderboard yang melacak pencurian aset kripto, peretasan Liquid Network ini menempati peringkat sebagai salah satu pencurian dana digital terbesar yang pernah tercatat.

Kasus ini juga menambah daftar panjang insiden keamanan di dunia siber. Sebelumnya, peretas Rusia didakwa mencuri data dari 80.000 komputer melalui malware TVRAT. Sementara itu, ancaman dari peretas lain juga terus berkembang di berbagai sektor digital.

Menariknya, klaim “white hat” dalam peretasan Liquid Network ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, peretas white hat juga pernah mengklaim mencuri dana dalam jumlah besar dari dompet bitcoin Liquid. Pola serupa menunjukkan bahwa sebagian peretas menggunakan metode ini untuk menyoroti celah keamanan yang mereka temukan.

Dunia keamanan siber juga menghadapi tantangan dari perkembangan kecerdasan buatan. Terbaru, model AI peretas yang diuji oleh Anthropic berhasil membobol sandbox dan mencuri kredensial. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman siber semakin canggih dan membutuhkan respons keamanan yang lebih proaktif.

Industri game juga tidak luput dari aksi peretasan. Seorang peretas dengan julukan Cyberleek sempat membocorkan build GTA VI dan mengancam akan merilis ending game tersebut. Insiden-insiden ini menegaskan bahwa tidak ada sektor yang kebal terhadap ancaman siber.

Dampak dan Implikasi bagi Industri Kripto

Peretasan Liquid Network menyoroti kerentanan yang masih ada dalam infrastruktur pertukaran aset digital. Meskipun sebagian besar dana telah dikembalikan, insiden ini menunjukkan bahwa bahkan jaringan yang dirancang untuk settlement antar bursa pun tidak sepenuhnya aman dari serangan.

Langkah Blockstream yang memilih untuk menjeda operasional menunjukkan pendekatan hati-hati dalam menangani insiden keamanan. Keputusan untuk melakukan perbaikan tambahan dan peningkatan keamanan sebelum restart menjadi standar yang patut diapresiasi di tengah maraknya kasus peretasan.

Bagi para pengguna dan pelaku industri kripto, insiden ini menjadi pelajaran penting tentang risiko yang melekat pada aset digital. Meskipun teknologi blockchain dirancang dengan keamanan tinggi, lapisan aplikasi dan jaringan di atasnya tetap memiliki celah yang dapat dieksploitasi.

Pengembalian sebagian besar dana dalam waktu singkat juga menunjukkan bahwa komunikasi antara peretas dan pengelola jaringan dapat menjadi jalan keluar yang efektif dalam beberapa kasus. Namun, hal ini tidak mengurangi fakta bahwa insiden keamanan semacam ini dapat mengguncang kepercayaan pasar terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan.

Sampai saat ini, Liquid Network masih dalam status pause dan belum ada kepastian kapan layanan akan kembali beroperasi. Tim pengembang terus bekerja untuk memastikan bahwa seluruh celah keamanan telah ditutup sebelum jaringan diaktifkan kembali bagi para penggunanya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.