Telset.id – Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan voting online dalam pemilihan State Duma pada Jumat, dan video resmi yang dirilis untuk pers justru memicu perhatian di luar Rusia. Pasalnya, rekaman tersebut memperlihatkan Putin memberikan suaranya melalui sebuah PC yang menjalankan salinan Windows tanpa lisensi.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut dua hal sekaligus: dugaan penggunaan perangkat lunak bajakan di lingkungan kepresidenan Rusia, serta kemampuan Putin dalam mengoperasikan komputer. Video tersebut beredar luas setelah dibagikan oleh sejumlah kanal di media sosial dan aggregator berita.
Dalam video voting online tersebut, watermark “Activate Windows” terlihat jelas di layar. Sebagai catatan, salinan legal Windows 11 sendiri dijual mulai dari US$139 atau sekitar Rp2,2 jutaan. Kemunculan watermark itu memicu dugaan bahwa sistem operasi yang dipakai bukan versi berlisensi resmi.

Voting Online dan Watermark Aktivasi Windows
Embed video yang memperlihatkan momen tersebut berasal dari aggregator berita nirlaba asal Eropa Tengah, Visegrad24. Pada bagian video yang diperbesar, tampak efek layar yang sangat mirip dengan pengingat aktivasi Windows.
Namun, overlay lain di layar tersebut jelas berasal dari komputer berbeda dan bertanggal 2018. Sejumlah media Rusia yang mapan, seperti Komsomolskaya Pravda, juga memiliki rekaman video tersebut, dan watermark itu memang tampak hadir di layar komputer Putin pada akhir klip voting.
Dugaan penggunaan salinan Windows yang belum diaktivasi ini pun menjadi perbincangan, terutama karena menyangkut perangkat yang digunakan seorang kepala negara. Sejumlah pengamat menyoroti bagaimana sebuah mesin yang disiapkan untuk keperluan publikasi justru memakai sistem operasi yang tidak terdaftar.
Menariknya, Putin juga terlihat menggunakan komputer merek Dell, yang merupakan perangkat asing. Secara hukum, pejabat Rusia diwajibkan memakai komputer dengan tingkat lokalisasi tertentu. Karena itu, masuk akal untuk menduga mesin tersebut disiapkan khusus untuk klip publisitas voting Putin. Hal ini juga bisa menjelaskan mengapa salinan Windows yang dipakai tidak diaktivasi dan tidak teregistrasi.
Kemungkinan lain, perangkat itu merupakan salinan bersih Microsoft yang dijalankan terpisah dari jaringan pemerintah mana pun. Dengan kata lain, komputer tersebut tidak terhubung ke infrastruktur resmi dan hanya difungsikan untuk keperluan pengambilan gambar.

Baca Juga:
Konteks Pemilihan State Duma dan Reaksi Publik
Sumber media negara Rusia, TASS, menjelaskan bahwa voting tersebut dilakukan untuk memilih deputi ke-9 State Duma. Menurut TASS, dalam beberapa tahun terakhir Putin lebih memilih memberikan suaranya secara remote atau jarak jauh.
TASS juga mengungkapkan bahwa sejumlah bekas wilayah Ukraina akan ikut berpartisipasi dalam pemungutan suara ini. “Untuk pertama kalinya, penduduk Republik Donetsk dan Lugansk yang baru bergabung, serta Wilayah Kherson dan Zaporozhye, akan berpartisipasi dalam pemilihan legislatif untuk majelis rendah parlemen Rusia,” demikian pernyataan kantor berita resmi Rusia tersebut.
Di media sosial, klip Kremlin itu memicu sejumlah tanggapan. Komentar Putin yang menyebut “You can’t go wrong” atau “Anda tidak akan salah” dinilai sebagai semacam kebalikan dari Vranyo. Pasalnya, hampir tidak ada keraguan mengenai hasil voting apa pun di Rusia. United Russia, partai penguasa pro-Kremlin yang didukung Vladimir Putin, diprediksi akan meraih hasil baik tahun ini.
Sejumlah pihak juga menyoroti bahwa presiden tersebut tampak memberikan suaranya di komputer merek asing, Dell. Hal ini menjadi catatan tersendiri mengingat aturan lokalisasi perangkat yang berlaku bagi pejabat Rusia.
Soal kemampuan komputer Putin, interaksinya dengan formulir voting online tampak terhambat karena ia tidak dapat melihat dengan jelas, bukan karena masalah koordinasi tangan dan mata. Terlihat jeda yang cukup panjang saat pria berusia 73 tahun itu menyipitkan mata, mendekat ke layar, dan mengklik mouse.
Pengguna yang mengikuti perkembangan teknologi mungkin bisa mengaitkan insiden ini dengan isu seputar sistem operasi dan keamanan perangkat. Beberapa waktu lalu, muncul laporan soal deal cloud computing yang menunjukkan bagaimana infrastruktur komputasi modern terus berkembang, sementara kasus watermark Windows ini justru memperlihatkan sisi lain dari penggunaan perangkat sehari-hari.

Sementara itu, industri komputasi global terus bergerak ke arah yang lebih efisien. Beberapa inisiatif terbaru bahkan menyasar efisiensi energi, seperti yang terlihat pada upaya chip komputasi reversibel yang dikembangkan sejumlah pihak. Perkembangan ini menjadi kontras dengan insiden sederhana berupa watermark aktivasi di layar komputer Putin.
Di sisi lain, kelangkaan komponen dan tantangan teknis juga masih menjadi isu di sektor ini. Sejumlah perusahaan dilaporkan tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut, misalnya melalui langkah rancang ulang HBM untuk menjaga pasokan chip tetap berjalan.
Terlepas dari itu, insiden watermark Windows pada video voting Putin tetap menjadi perhatian karena menyangkut citra dan aturan penggunaan perangkat di lingkungan pejabat tinggi. Rekaman tersebut menunjukkan bahwa bahkan dalam acara resmi yang disiapkan untuk publikasi, detail teknis seperti status lisensi sistem operasi bisa luput dari perhatian.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada keterangan resmi dari pihak Kremlin mengenai status lisensi Windows pada komputer yang digunakan Putin. Publik di luar Rusia pun masih membahas klip tersebut, mulai dari soal watermark aktivasi hingga kemampuan presiden Rusia itu berinteraksi dengan formulir voting digital.
[IMAGE_ATTRIBUTION]
(Image credit: Russian State Media)





Komentar
Belum ada komentar.