📑 Daftar Isi

Ilustrasi aplikasi Robinhood yang error saat IPO SpaceX pada Juni 2026.

Robinhood Down Saat IPO SpaceX, Rekor Traffic Bikin Gangguan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Robinhood mengalami gangguan teknis saat perdagangan perdana saham SpaceX pada 12 Juni 2026.
  • Laporan gangguan di downdetector.com mencapai puncak lebih dari 5.500 laporan.
  • Robinhood mengonfirmasi adanya "record-breaking traffic" yang menyebabkan latensi dan masalah intermiten.
  • Banyak pengguna di Reddit dan X melaporkan tidak bisa mengakses aplikasi, meski beberapa berhasil memesan saham SPCX.
  • Ini bukan pertama kalinya Robinhood bermasalah di momen penting, sebelumnya terjadi saat demam meme stock 2021.

Telset.id – Momen perdana saham SpaceX melantai di bursa publik (IPO) pada Jumat, 12 Juni 2026, justru diwarnai gangguan besar di platform Robinhood. Pengguna melaporkan aplikasi trading tersebut crash dan tidak bisa diakses, bertepatan dengan lonjakan lalu lintas yang memecahkan rekor.

Menurut laporan The Wall Street Journal, gangguan mulai terjadi tak lama setelah saham perusahaan milik Elon Musk yang bergerak di bidang roket, AI, dan media sosial itu mulai diperdagangkan secara publik. Situs pemantau gangguan downdetector.com mencatat lonjakan laporan yang mencapai puncak lebih dari 5.500 laporan pada Jumat pagi. Di Reddit dan X, banyak pengguna mengeluhkan aplikasi Robinhood yang tiba-tiba berhenti berfungsi.

Robinhood mengonfirmasi adanya masalah yang mereka sebut sebagai “intermittent” melalui unggahan di akun X resmi mereka, @AskRobinhood. “Robinhood melihat lalu lintas yang memecahkan rekor hari ini,” tulis perusahaan tersebut. “Akibatnya, beberapa pelanggan mengalami latensi dan masalah intermiten. Sistem penting telah pulih dan tim kami terus memantau.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa lonjakan pengguna yang ingin membeli saham IPO SpaceX menjadi penyebab utama gangguan tersebut.

Namun, melihat balasan (replies) di unggahan tersebut, masalah teknis tampaknya masih berlangsung bagi sebagian pengguna. Hingga berita ini ditulis, Robinhood belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas permintaan komentar.

Masalah Teknis Berulang di Momen Penting

Ini bukan pertama kalinya platform trading berbasis aplikasi ini mengalami kesulitan saat menghadapi momen penting di pasar saham. Pada tahun 2021, saat terjadi demam saham meme (meme stock craze) yang sebagian besar didorong oleh pedagang ritel di Robinhood, perusahaan menghadapi berbagai masalah teknis serupa. Laporan kongres kemudian mengungkapkan bahwa para eksekutif dan karyawan saat itu kewalahan menghadapi lonjakan pengguna baru dan volume perdagangan yang sangat besar. Kejadian ini mengingatkan pada pola yang sama, di mana infrastruktur Robinhood kembali diuji oleh antusiasme publik terhadap saham SpaceX.

Di subreddit r/raceto10million, banyak pengguna melaporkan bahwa mereka tidak bisa mengakses Robinhood sama sekali. Meski demikian, beberapa pengaku sempat berhasil melakukan pemesanan saham dengan kode ticker SPCX sebelum aplikasi akhirnya crash. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada gangguan, minat terhadap IPO perusahaan antariksa tersebut sangat besar.

Aplikasi Robinhood yang mengalami gangguan saat IPO SpaceX.

Dampak dan Pelajaran dari Gangguan Robinhood

Insiden ini menjadi pengingat bahwa meskipun sebuah perusahaan saham teknologi telah berpengalaman, lonjakan traffic yang ekstrem tetap bisa melumpuhkan layanan. Kekuasaan Musk yang mutlak di SpaceX sepertinya juga diikuti oleh kekuasaan investor ritel yang ingin segera memiliki sahamnya. Data dari downdetector.com menunjukkan puncak laporan mencapai lebih dari 5.500, angka yang sangat signifikan untuk sebuah gangguan layanan.

Bagi para investor yang gagal membeli saham di hari pertama, pengalaman ini tentu mengecewakan. Namun, bagi Robinhood, ini adalah pelajaran mahal tentang pentingnya kesiapan infrastruktur. Perusahaan harus memastikan bahwa sistem mereka mampu menangani volume perdagangan yang luar biasa, terutama pada momen-momen penting seperti IPO perusahaan besar.

Ke depannya, para pelaku pasar akan mengawasi apakah Robinhood dapat memperbaiki sistemnya untuk menghindari kejadian serupa. Sementara itu, minat terhadap SpaceX IPO dipastikan tetap tinggi, dan gangguan teknis ini tidak akan menghentikan investor untuk terus mencoba membeli saham perusahaan tersebut.

Implikasi faktual dari kejadian ini adalah bahwa infrastruktur platform trading ritel masih rentan terhadap lonjakan permintaan yang tidak terduga. Peristiwa ini juga menunjukkan betapa besarnya antusiasme publik terhadap saham perusahaan inovatif seperti SpaceX, yang mampu membuat sistem broker terbesar sekalipun kewalahan.

Komentar

Belum ada komentar.