Telset.id – Penghargaan riset paling tidak biasa kembali digelar tahun ini di Zurich, Swiss. Sebanyak 10 proyek penelitian yang tampak aneh namun ilmiah mendapatkan pengakuan, mulai dari upaya mendefinisikan ciuman secara saintifik hingga eksperimen menggunakan pakaian dalam yang dikubur untuk menilai kesehatan tanah.
Acara tahunan ini menyoroti bagaimana sains dapat menjelaskan hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penelitian yang paling menarik perhatian adalah upaya para ilmuwan untuk menetapkan definisi ciuman yang berlaku untuk semua hewan, bukan hanya manusia.
Para peneliti mengkategorikan ciuman sebagai “interaksi non-agonistik yang melibatkan kontak oral-oral intraspesifik yang diarahkan, dengan beberapa gerakan bibir atau struktur mulut dan tanpa transfer makanan”. Berdasarkan definisi ini, spesies kera besar lainnya juga berciuman, begitu pula anjing dan kucing domestik, merpati, penguin, tupai, beruang hitam, dan kura-kura—meskipun tidak semua ciuman ini memiliki arti yang sama.
Riset Perilaku dan Ekonomi
Penghargaan di bidang Ekonomi diberikan kepada studi berjudul “Higher Social Class Predicts Increased Unethical Behavior” yang dipublikasikan di PNAS. Para peneliti melakukan tujuh eksperimen untuk menyelidiki apakah status sosial ekonomi terkait dengan perilaku tidak etis, seperti melanggar aturan lalu lintas, gagal mengalah, curang, dan bahkan mengambil permen dari anak-anak.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang dari kelas sosial yang lebih tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk memprioritaskan kepentingan diri sendiri. Studi ini menegaskan bahwa memiliki lebih banyak uang berpotensi menciptakan lebih banyak masalah perilaku.
Dalam bidang Biologi, penelitian tentang perilaku gigitan ular menawarkan wawasan praktis. Untuk menentukan apa yang memicu gigitan defensif, para peneliti menerapkan tekanan pada berbagai bagian tubuh ular Bothrops jararaca, spesies ular pit viper Amerika Selatan yang sangat berbisa. Dengan mengenakan sepatu bot dan dalam kondisi terkendali, mereka menginjak berbagai bagian ular tersebut.
Menginjak kepala menghasilkan probabilitas gigitan sebesar 44 persen. Memberikan tekanan pada tubuh menghasilkan probabilitas serangan sebesar 20 persen. Sementara itu, jika terpaksa menginjak ular, bagian ekor adalah area paling aman dengan risiko hanya 11 persen.
Inovasi Teknologi dari Alam
Penghargaan di bidang Teknologi mengungkapkan bahwa nyamuk mati dapat berfungsi sebagai printer 3D. Harga printer 3D telah turun signifikan dalam dekade terakhir, dan kini perangkat tersebut dapat dibuat dengan bahan semurah nyamuk mati. Belalai yang digunakan nyamuk untuk menghisap darah berfungsi sebagai jarum yang sangat halus.
Salah satu bagian paling rumit dari printer 3D adalah nosel, yang pada dasarnya berupa tabung ultra-tipis. Dalam upaya mengembangkan komponen baru untuk instrumen presisi, para peneliti menyadari bahwa evolusi telah menghasilkan solusi optimal melalui optimasi mulut nyamuk. Pendekatan biomimikri ini menunjukkan bahwa alam sering kali memiliki jawaban untuk masalah teknologi modern.
Sementara itu, penelitian di bidang Fisika berhasil menemukan cara membuat urinal bebas cipratan. Berdasarkan model matematika, terdapat sudut optimal bagi aliran cairan untuk mengenai urinal agar droplet tidak memantul kembali. Para peneliti menemukan bahwa sudut benturan yang lebih rendah secara signifikan mengurangi cipratan, dan mereka merancang prototipe berdasarkan prinsip tersebut. Urinal yang didukung sains ini dapat membantu menjaga kebersihan toilet umum.
Penghargaan di bidang Kimia diberikan kepada penelitian tentang susu kecoa. “Susu” yang dimaksud adalah zat berprotein tinggi yang dihasilkan oleh kecoa betina spesies Diploptera punctata, yang memekatkan protein, lemak, dan gula menjadi bentuk yang sangat padat energi. Tim ilmuwan menganalisis kristal yang terbentuk di dalam embrio untuk memahami bagaimana kristal tersebut menyimpan begitu banyak nutrisi dalam ruang sekecil itu. Temuan ini mendukung gagasan bahwa serangga dapat menjadi sumber nutrisi masa depan.
Kesehatan dan Kehidupan Keluarga
Penghargaan di bidang Kedokteran diberikan secara anumerta kepada ilmuwan Unno Tokuji, yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya mempelajari cara yang benar untuk membuang ingus. Dia menganalisis segala hal mulai dari aerodinamika dan volume pernapasan hidung hingga tekanan yang diberikan pada telinga.
Rekomendasinya adalah membuang ingus satu lubang pada satu waktu ketika salah satu lubang lebih tersumbat, dan melakukannya dengan embusan napas yang panjang dan relatif kuat, bukan embusan pendek dan lemah. Penelitian ini menjadi salah satu studi paling populer dalam kompetisi karena kisah di baliknya yang unik.
Di bidang Olfaction, sains kembali mengonfirmasi hal yang mungkin sudah bisa ditebak. Para peneliti menganalisis bagaimana orang tua mempersepsikan bau badan anak-anak mereka pada usia yang berbeda. Partisipan menilai bau anak kecil lebih disukai, sementara bau remaja dinilai jauh kurang menyenangkan. Tim peneliti percaya bahwa bau memainkan peran yang kurang dihargai dalam komunikasi dalam keluarga dan mungkin terkait dengan pengakuan serta penguatan ikatan antara orang tua dan anak.
Penghargaan Perdamaian diberikan kepada penelitian tentang tipe sahabat yang diinginkan orang. Melalui kuesioner, peneliti menanyakan bagaimana sahabat seharusnya berperilaku terhadap mereka, terhadap orang asing, dan terhadap musuh. Secara umum, orang lebih memilih teman yang baik kepada mereka tetapi kejam kepada musuh mereka, menunjukkan bahwa sahabat ideal tidak harus menjadi orang yang “baik secara universal”.
Penghargaan di bidang Soil Science melibatkan sekitar 1.000 partisipan yang mengubur celana dalam katun dan kembali beberapa waktu kemudian untuk memeriksa seberapa banyak yang telah terurai. Hasilnya adalah “indeks pakaian dalam”: semakin banyak lubang pada pakaian, semakin tinggi aktivitas biologis mikroorganisme yang mampu memecah selulosa, molekul alami di dinding sel tumbuhan. Populasi mikroba semacam ini adalah kunci kesehatan lahan pertanian, dan kini yang dibutuhkan hanyalah sepasang pakaian dalam bekas untuk menguji keberadaannya.
Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa metode ilmiah dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang tampak sepele. Seluruh upacara penghargaan kini tersedia untuk ditonton secara online, memberikan akses publik terhadap temuan-temuan yang menghibur sekaligus informatif ini.
Baca Juga:
Ketika sains terus mengeksplorasi batas-batas pengetahuan, penelitian tentang kecoa yang dapat digunakan untuk robot kecoa menunjukkan bagaimana alam menginspirasi inovasi. Sementara itu, eksplorasi survei langit membuka wawasan baru tentang alam semesta, memperlihatkan bahwa sains selalu memiliki ruang untuk hal-hal yang tidak terduga.





Komentar
Belum ada komentar.