Amble One, kendaraan listrik mini dengan desain ala Apple di kawasan resor mewah

Amble One EV Rp400 Juta: Desain Apple untuk Resor Mewah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Amble One, kendaraan listrik mini dari Portugal, dibanderol mulai $25.000 atau sekitar Rp400 juta
  • Dikembangkan oleh mantan desainer Apple yang terlibat dalam proyek Project Titan
  • Desain terinspirasi NASA moon buggy dengan platform listrik yang terlihat jelas
  • Bobot di bawah 450 kg, jarak tempuh 60+ mil, kecepatan puncak 40 mph
  • Target pasar utama: resor mewah, hotel, dan properti pribadi
  • Pengiriman pertama untuk sektor perhotelan mulai pertengahan 2027
  • Pre-order konsumen untuk Eropa dan AS dibuka dengan pengiriman 2028
  • Platform kedua "Amble Two" ditargetkan rilis 2029 untuk mobil kedua keluarga

Telset.id – Amble, sebuah startup asal Lisbon, Portugal, meluncurkan kendaraan listrik mini bernama Amble One yang membawa sentuhan desain khas Apple. Mobil buggy listrik ini dibanderol mulai $25.000 atau sekitar Rp400 juta dan ditargetkan untuk kawasan resor mewah, bukan jalan raya perkotaan.

Dibangun oleh tim yang pernah terlibat dalam proyek mobil otonom Apple yang dibatalkan, Amble One menawarkan konsep kendaraan ringan untuk mobilitas jarak pendek. Desainnya yang terbuka tanpa pintu dan bobot ringan menjadi daya tarik utama bagi kalangan industri perhotelan premium.

CEO dan salah satu pendiri Amble, Adrien Roose, sebelumnya sukses mendirikan Cowboy, merek sepeda listrik premium terkenal. Sementara itu, pimpinan desain Julian Hoenig menghabiskan bertahun-tahun di Audi dan bergabung dengan tim desain Apple, mengerjakan Apple Watch, Vision Pro, dan program mobil Project Titan.

Menariknya, Hoenig mengaku tidak memasukkan elemen dari proyek mobil Apple yang dibatalkan ke dalam Amble One. Namun, filosofi desain dari Cupertino tetap terbawa, yaitu memilih material yang sesuai dengan fungsi dan membiarkan proses manufaktur menentukan bentuk akhir.

“Saya selalu menyukai lunar rover, moon buggy. Ini fantastis, dan tidak banyak yang rumit—empat roda dan skateboard,” ujar Hoenig kepada WIRED, merujuk pada inspirasi langsung dari kendaraan bulan NASA.

Dengan bobot di bawah 450 kilogram, Amble One memenuhi syarat sebagai kendaraan L7e di Eropa yang diizinkan melaju di jalan umum. Jarak tempuhnya lebih dari 60 mil, kecepatan puncak 40 mph, dan waktu pengisian daya lima jam dari stopkontak rumah standar.

Desain terbuka tanpa pintu bukan sekadar pilihan estetika. Ini adalah strategi untuk mencapai target bobot yang ketat. “Jika Anda mengambil mobil dan hanya mengecilkannya, itu tidak akan berhasil,” jelas Roose.

Material yang digunakan meliputi aluminium, kulit, katun, dan gabus. Kaca depan datar yang “tidak minta maaf” meniru gaya Mercedes G-Wagon klasik. Palang dasbor interior sengaja dibuat sama dengan diameter stang motor, sehingga aksesori sepeda standar bisa langsung dipasang.

Sekrup oranye besar di seluruh bodi menandai setiap elemen yang dapat dilepas atau dikonfigurasi ulang. Platform listriknya sengaja terlihat jelas, bukan disembunyikan di balik bodi, mirip dengan Lunar Roving Vehicle NASA senilai $38 juta.

“Anda melihat skateboard-nya,” kata Hoenig. “Dan kemudian kami menambahkan topping di atasnya.”

Kursi belakang dapat dilipat rata. Opsi pelapis kanvas anti air akan segera tersedia. Kotak depan yang dapat dikunci akan menggantikan keranjang standar untuk pembeli perkotaan. Pintu keras tidak direncanakan, tetapi platform kedua yang dijuluki “Amble Two” sedang dalam tahap desain.

Amble Two ditargetkan rilis pada 2029, mendekati wilayah mobil konvensional dengan pintu yang dapat dilepas, garis atap lebih rendah, dan hardtop. Model ini jelas menjadi taruhan yang lebih besar, bertujuan menggantikan mobil kedua keluarga, bukan mobil utama.

“Sebagian besar keluarga tidak membutuhkan BYD atau Tesla seharga $50.000 dua kali,” kata Roose. “Kendaraan kedua untuk keluarga bisa menjadi sesuatu yang dirancang untuk tujuan tertentu, untuk perjalanan pendek—dan bisa jauh lebih sederhana, lebih menyenangkan, lebih terbuka, dan juga lebih terjangkau.”

Pasar ini juga menjadi incaran merek mobil besar. Citroen Ami dengan kecepatan 28 mph dan jarak tempuh 46 mil adalah contoh utama. Stellantis, pemilik Citroen, baru-baru ini mengumumkan rencana memperluas kapasitas untuk mobil listrik supermini mereka.

“Ini adalah awal dari titik balik,” ujar Roose optimistis.

Amble tampaknya memiliki peluang. Perusahaan mengklaim telah memiliki 12 klien yang menandatangani kontrak, lebih dari 500 kendaraan dipesan, dan pendapatan terkontrak lebih dari €10 juta. Properti mewah seperti Amangiri di Utah, Pulau Mustique, Six Senses Les Bordes di Lembah Loire, dan Na Praia di Comporta telah melakukan pemesanan.

Pengiriman perdana Amble One untuk sektor perhotelan dimulai pada pertengahan 2027. Sementara itu, pre-order konsumen untuk Eropa dan AS sudah dibuka, dengan pengiriman pada 2028, mulai dari $25.000.

“Banyak perusahaan di micromobility memulai di pasar perkotaan dan ingin bersaing dengan semua orang, dan kita semua tahu bahwa ini tidak berhasil sejauh ini,” kata Hoenig. “Kami mengambil pendekatan berbeda: membangun merek kami sebagai merek premium, dan kemudian langkah demi langkah masuk ke pasar perkotaan ini.”

Pendekatan dari atas ke bawah ini berbeda dengan strategi startup kendaraan listrik kecil lainnya yang langsung membidik pasar massal. Dengan menggandeng klien hotel mewah, Amble membangun kredibilitas dan citra premium sebelum merambah ke konsumen individu.

Dari segi spesifikasi, Amble One mungkin terdengar sederhana. Namun, eksekusi desain dan kualitas material yang diusung membuatnya berbeda dari pesaing seperti electric Moke. Setiap detail, mulai dari sekrup oranye hingga palang dasbor bergaya stang motor, mencerminkan pendekatan desain yang matang.

Apakah Amble One bisa menjadi kendaraan yang membuat orang beralih dari mobil ICE kedua mereka? Dengan harga yang setara mobil listrik city car, desain yang memikat, dan target pasar yang jelas, kendaraan ini menawarkan proposisi yang menarik.

Untuk penggemar teknologi dan desain, Fitur Terbaru dari Amble One menunjukkan bagaimana pendekatan desain Apple dapat diterapkan di industri otomotif. Sementara itu, Performa Terbaru dari tim di balik proyek ini membuktikan bahwa pengalaman di perusahaan teknologi besar bisa melahirkan inovasi di sektor lain.

Tim pendiri yang kuat, pesanan awal yang solid, dan strategi pasar yang jelas menjadi modal berharga bagi Amble. Namun, tantangan produksi massal dan persaingan dari pemain besar seperti Stellantis masih harus dihadapi.

Yang jelas, Amble One bukan sekadar golf cart mewah. Ini adalah pernyataan bahwa mobilitas listrik masa depan bisa hadir dalam bentuk yang lebih personal, menyenangkan, dan dirancang dengan cermat, persis seperti produk-produk dari Cupertino.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.