Telset.id – Raksasa DRAM China, CXMT, dilaporkan tengah menjajaki produksi memori 3D NAND. Langkah ini berpotensi membawa CXMT keluar dari spesialisasi DRAM tradisionalnya dan masuk langsung ke wilayah yang selama ini dikuasai YMTC, produsen NAND terbesar China. Laporan Reuters yang mengutip tiga sumber yang mengetahui rencana perusahaan menyebutkan bahwa CXMT berniat membangun lini produksi riset dan pengembangan (R&D) 3D NAND di fasilitas manufaktur keduanya di dekat Beijing.
Rencana ini muncul ketika CXMT mencatatkan kinerja keuangan yang kuat. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar $22,41 miliar dan laba bersih $11,57 miliar pada paruh pertama tahun ini setelah bertahun-tahun merugi. Meski demikian, CXMT masih jauh lebih kecil dibandingkan tiga pemasok memori utama dunia, yakni Micron, Samsung, dan SK hynix. Kondisi ini dinilai memberi CXMT ruang besar untuk berekspansi di industri yang sudah dikuasainya, lengkap dengan teknologi proses, fab, dan pelanggan yang telah mapan.
Namun, informasi mengenai lini produksi eksperimental tersebut masih sangat terbatas. Belum ada keterangan kapan lini produksi tersebut akan beroperasi. Mengingat fab kedua CXMT di Beijing bahkan belum mulai dibangun, lini produksi 3D NAND tersebut diperkirakan masih berjarak setidaknya dua hingga tiga tahun. Selain itu, CXMT dikabarkan telah mendirikan sebuah lembaga riset di Beijing yang memiliki proyek pengembangan NAND flash, menurut salah satu sumber.
Ambisi NAND yang Belum Terkonfirmasi
Hingga kini, CXMT belum secara resmi mengonfirmasi inisiatif 3D NAND apa pun. Karena itu, informasi ini sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Untuk saat ini, tidak ada detail mengenai arsitektur 3D NAND CXMT, jumlah lapisan aktif, teknologi proses, performa yang diharapkan, maupun kapasitas produksi. Meski begitu, laporan tersebut menyebutkan bahwa CXMT telah mendiskusikan ambisi NAND-nya dengan calon pelanggan.
Salah satu calon pelanggan disebut sebagai perusahaan yang baru berdiri dan berencana menggunakan perangkat NAND buatan CXMT untuk produk penyimpanan yang menyasar aplikasi AI dan superkomputasi. Belum diketahui apakah proyek 3D NAND CXMT ini pada akhirnya akan berkembang ke tahap manufaktur bervolume tinggi. Namun jika terwujud, inisiatif ini akan membawa CXMT melampaui spesialisasi DRAM-nya dan langsung bersaing dengan YMTC.

Hingga belum lama ini, dua produsen memori utama China memfokuskan diri secara eksklusif pada bidang 3D NAND dan DRAM, di mana keduanya telah meraih cukup banyak keberhasilan. Namun, tampaknya kedua perusahaan ingin menjadi penyedia lengkap untuk DRAM dan NAND, layaknya pesaing mereka yang lebih besar seperti Micron, Samsung, dan SK hynix. YMTC sendiri dilaporkan tengah menjajaki produksi DRAM.
Baca Juga:
Logika Bisnis dan Kepentingan Kebijakan Industri
Dari sudut pandang diversifikasi bisnis, rencana CXMT membangun 3D NAND mungkin terlihat logis. Namun, secara komersial langkah ini dinilai belum banyak memberi manfaat untuk saat ini. Pasalnya, 3D NAND membutuhkan teknologi proses, keahlian manufaktur, dan peralatan yang sepenuhnya berbeda dari DRAM. Alokasi sumber daya untuk bidang tersebut dinilai tidak cukup masuk akal secara ekonomi bagi CXMT.
Selain itu, AI memberikan alasan yang jelas bagi CXMT untuk memusatkan sumber daya pada DRAM canggih serta HBM3E, yang dinilai jauh lebih bernilai secara strategis dibandingkan 3D NAND komoditas. Meski begitu, dari perspektif pemerintah China, mengubah CXMT menjadi produsen 3D NAND utama kedua di negara itu sangat cocok dengan rencana kemandirian semikonduktor mereka.
CXMT didirikan dengan dana pemerintah Hefei, yang memegang 37% saham perusahaan saat IPO, dan menerima dukungan dari Big Fund China. Hal ini berarti pemerintah federal dan lokal tetap memiliki kendali atas perusahaan dan dapat membentuk keputusan strategisnya. Apakah CXMT benar-benar dapat menjadi produsen 3D NAND yang mumpuni masih menjadi pertanyaan tersendiri.
Langkah ekspansi ini juga menjadi bagian dari dinamika industri chip China yang lebih luas. Ketegangan teknologi antara AS dan China terus memanas, termasuk dalam hal pengembangan model AI. Persaingan di sektor semikonduktor pun semakin ketat seiring berbagai upaya kemandirian teknologi yang dilakukan China. Bagi CXMT, keputusan untuk merambah 3D NAND akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan industri negara tersebut.
[ISIAN_META_DESCRIPTION]
CXMT dilaporkan menjajaki produksi 3D NAND lewat lini R&D di fab keduanya dekat Beijing, berpotensi menantang dominasi YMTC di pasar memori China.





Komentar
Belum ada komentar.