📑 Daftar Isi

Ilustrasi chip quantum ETH Zurich dengan resonator akustik mikroskopis

ETH Zurich Ciptakan Chip Quantum dengan Memori Berbasis Getaran Akustik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tim peneliti ETH Zurich mengembangkan chip quantum dengan memori berbasis getaran akustik
  • Pendekatan ini mengadopsi prinsip komputer klasik dengan memisahkan CPU dan RAM
  • Qubit superkonduktor bertindak sebagai CPU, resonator akustik (HBAR) sebagai RAM
  • Gelombang akustik memiliki panjang gelombang 100.000 kali lebih pendek dari elektromagnetik
  • Chip telah lulus uji coba dengan transformasi Fourier quantum dan algoritma pencarian periode
  • Tujuan akhir adalah pengembangan quantum random-access memory (QRAM)
  • Penelitian dipimpin oleh fisikawan quantum Yiwen Chu

Telset.id – Tim peneliti ETH Zurich berhasil mengembangkan chip quantum yang menggunakan getaran mekanis mikroskopis sebagai memori kerja, sebuah pendekatan yang berpotensi meningkatkan kapasitas penyimpanan data secara signifikan. Terobosan ini mengadopsi prinsip pembagian tugas layaknya komputer klasik, di mana qubit superkonduktor bertindak sebagai CPU dan resonator akustik gelombang bulk berfungsi sebagai RAM quantum.

Penelitian yang dipimpin oleh fisikawan quantum Yiwen Chu ini menggunakan getaran mekanis yang berada jauh di luar jangkauan pendengaran manusia. Getaran tersebut terjadi di dalam chip quantum dan berfungsi menggantikan atau melengkapi memori kerja komputer quantum. Studi yang diterbitkan oleh kelompok Hybrid Quantum Systems ini menempatkan Professor Yiwen Chu, bersama mahasiswa doktoral Yu Yang dan Igor Kladarić, sebagai penulis utama.

Konsep dasarnya mirip dengan cara kerja senar gitar. Sebuah senar gitar menyimpan nada berdasarkan cara ia bergetar. Jika dipetik dengan cara berbeda, nada yang dihasilkan pun berbeda. Tim peneliti ETH Zurich memanfaatkan prinsip yang sama untuk membangun chip quantum dengan mengganti senar tersebut dengan resonator akustik mikroskopis. Pendekatan ini memungkinkan chip untuk meningkatkan memori kerjanya secara substansial, yang merupakan komoditas sangat mahal dalam komputasi quantum.

Dalam arsitektur chip ini, qubit transmon superkonduktor berperan sebagai CPU, sementara memori kerja (setara dengan RAM) adalah resonator gelombang akustik bulk high-overtone (HBAR). Berbagai mode getaran dari HBAR masing-masing berfungsi sebagai slot memori. Qubit pada dasarnya menukar keadaan quantum dari mode getaran (membaca, dalam istilah komputer klasik), memanipulasinya (memodifikasinya), dan menukarnya kembali (menulis).

Konfigurasi ini unik karena sebagian besar komputer quantum modern tidak mengikuti pola di mana pemrosesan dan penyimpanan merupakan dua segmen yang berbeda. Sebaliknya, sebagian besar desain memperlakukan memori dan komputasi dengan cara yang sama. Pendekatan ETH Zurich justru memisahkan keduanya, mirip dengan arsitektur komputer klasik.

Pendekatan ini memiliki keuntungan signifikan: gelombang akustik memiliki panjang gelombang kira-kira seratus ribu kali lebih pendek daripada gelombang elektromagnetik. Hal ini memungkinkan seluruh chip quantum menjadi sangat kecil, meskipun komputer yang sebenarnya akan berukuran jauh lebih besar.

Uji Coba dan Potensi QRAM

Chip ini telah melewati uji ketahanan, termasuk uji kelayakan yang menggunakan dua metode paling umum untuk mengukur kinerja komputer quantum: transformasi Fourier quantum dan algoritma pencarian periode. Tim peneliti berhasil mendemonstrasikan set gerbang universal dan menjalankan instance kecil dari kedua algoritma tersebut.

Tujuan akhir dari penelitian ini, seperti yang dicatat oleh tim peneliti, adalah memori akses acak quantum (QRAM). QRAM akan memungkinkan komputer quantum modern untuk mengakses memori quantum yang jauh lebih besar daripada yang dimungkinkan oleh spesifikasi saat ini. Keberhasilan pendekatan ini bergantung pada skalabilitas metode dan kekuatan komputasi yang terlibat.

Penelitian ini membuka jalan baru dalam pengembangan Fitur Terbaru arsitektur komputasi quantum. Dengan memisahkan memori dan pemrosesan, ETH Zurich menawarkan solusi potensial untuk salah satu tantangan terbesar dalam komputasi quantum: keterbatasan memori kerja.

The new quantum chip by ETH Zurich

Prinsip getaran mekanis yang digunakan dalam chip ini sangat fundamental. Sama seperti senar gitar yang menghasilkan nada berbeda berdasarkan cara ia dipetik, resonator akustik mikroskopis dalam chip ini menyimpan informasi quantum berdasarkan mode getarannya. Setiap mode getaran dapat dianggap sebagai slot memori yang dapat diakses oleh qubit.

Keuntungan lain dari pendekatan ini adalah ukuran fisik chip yang sangat kecil. Karena gelombang akustik memiliki panjang gelombang yang jauh lebih pendek, komponen-komponen dalam chip dapat ditempatkan lebih rapat. Hal ini berpotensi memungkinkan pembuatan prosesor quantum dengan kepadatan memori yang lebih tinggi.

Tim peneliti ETH Zurich telah menunjukkan bahwa pendekatan ini layak secara teknis. Mereka berhasil menjalankan algoritma quantum fundamental pada chip tersebut, membuktikan bahwa arsitektur ini dapat bekerja dalam praktik. Ini adalah langkah penting menuju realisasi komputer quantum yang lebih praktis dan kuat.

Dalam jangka panjang, pengembangan QRAM dapat menjadi game-changer untuk komputasi quantum. Dengan memori yang lebih besar dan lebih cepat, komputer quantum dapat menangani masalah yang lebih kompleks, seperti simulasi molekul untuk penemuan obat, optimasi rantai pasokan, dan kriptografi.

Quantum computing

Penelitian ini juga menarik perhatian karena pendekatannya yang tidak biasa. Alih-alih mencoba meningkatkan jumlah qubit, ETH Zurich memilih untuk mengoptimalkan cara data disimpan dan diakses. Ini adalah strategi yang berbeda dari sebagian besar upaya komputasi quantum saat ini.

Ke depannya, tim peneliti akan fokus pada skalabilitas pendekatan ini. Mereka perlu menunjukkan bahwa arsitektur yang sama dapat diperluas untuk menangani jumlah memori yang jauh lebih besar tanpa kehilangan koherensi quantum. Ini akan menjadi tantangan teknis yang signifikan.

Meskipun demikian, hasil awal ini sangat menjanjikan. Dengan menggabungkan prinsip fisika klasik (getaran mekanis) dengan mekanika quantum, ETH Zurich telah membuka jalur baru untuk pengembangan komputer quantum yang lebih efisien dan kuat.

Bagi para penggemar teknologi dan peneliti, perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi dalam komputasi quantum tidak selalu harus datang dari peningkatan jumlah qubit. Terkadang, solusi terbaik justru datang dari pemikiran ulang tentang arsitektur fundamental.

Pendekatan ETH Zurich juga dapat menginspirasi desain chip quantum lainnya. Dengan menunjukkan bahwa pemisahan memori dan pemrosesan adalah mungkin, mereka telah memberikan bukti konsep yang kuat untuk paradigma baru dalam komputasi quantum.

Keberhasilan uji coba transformasi Fourier quantum dan algoritma pencarian periode menunjukkan bahwa chip ini tidak hanya sekadar konsep teoretis. Ia dapat menjalankan tugas komputasi quantum yang nyata, meskipun dalam skala kecil.

Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya global untuk membangun komputer quantum yang praktis. Dengan setiap terobosan seperti ini, kita semakin dekat dengan era di mana komputasi quantum dapat memecahkan masalah yang saat ini tidak mungkin diselesaikan oleh komputer klasik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.