Telset.id – Sebagian besar piringan Bulan akan tertutup bayangan Bumi dan tampak berwarna kemerahan atau oranye saat gerhana bulan sebagian terjadi. Fenomena ini akan berlangsung selama sekitar tiga jam 18 menit pada fase parsial, dengan ambang magnitudo 0,93 atau sekitar 93 persen diameter Bulan berada di bagian tergelap bayangan Bumi.
Amerika menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan puncak gerhana bulan kali ini, yang terjadi pada malam hari di Amerika Utara dan Selatan. Sementara itu, Eropa juga bisa menyaksikannya, tetapi pengamat di sana harus menunggu hingga fajar dan peluangnya terbatas. Di beberapa lokasi seperti Spanyol, misalnya, matahari terbit dan posisi Bulan yang rendah akan menyulitkan pengamatan.
Berikut daftar waktu terbaik mengamati puncak gerhana bulan di berbagai kota:
- New York: 00:14
- Chicago: 23:14
- Denver: 22:14
- Los Angeles: 21:14
- Mexico City: 22:14
- Lima: 23:14
- Buenos Aires: 01:14
- London: 05:12
Apa Penyebab Bulan Darah?
Saat gerhana bulan terjadi, Bulan biasanya mengambil warna kemerahan. Jika gerhananya total, fenomena ini disebut bulan darah. Penyebabnya, sinar matahari melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan. Selama perjalanan itu, sebagian cahaya—khususnya panjang gelombang biru—disaring oleh atmosfer, hanya menyisakan spektrum merah yang mencapai Bulan.
Gerhana kali ini cukup penuh sehingga efeknya akan terlihat jelas. NASA menjelaskan, “Seolah-olah semua matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan.”
Baca Juga:
Cara Terbaik Melihat Gerhana Bulan
Berbeda dengan gerhana matahari, pengamat tidak memerlukan pelindung mata khusus untuk melihat gerhana bulan. Anda bisa melihat langsung ke arah Bulan selama semua fase berlangsung. Namun, ada beberapa tips yang bisa meningkatkan pengalaman pengamatan.
Pertama, jauhi area dengan polusi cahaya dan cari pandangan langit tanpa halangan. Atap atau teras rumah bisa menjadi lokasi pengamatan yang baik. Meski berada di tengah kota, gerhana tetap terlihat selama cuaca mendukung.
Anda juga bisa memilih lokasi sebelum gerhana mencapai titik maksimum. Mengamati lebih awal memungkinkan Anda menghargai bagaimana bayangan Bumi bergerak maju secara bertahap melintasi permukaan Bulan.
Jika memiliki teropong atau teleskop, siapkan alat tersebut sebelumnya. Alat-alat ini akan membantu melihat detail Bulan dan bayangan yang bergerak. Dengan teleskop, perhatikan batas antara bagian Bulan yang terang dan area yang tertutup bayangan Bumi. Saat bayangan bergerak, Anda bisa melihat bagaimana ia melintasi kawah, gunung, dan fitur lainnya.
Tidak punya teropong atau teleskop? Cek museum sains, observatorium, atau klub astronomi setempat untuk mengetahui apakah mereka mengadakan pesta gerhana. Jika cuaca mendung, Anda bisa menonton gerhana melalui siaran langsung.
Terakhir, jangan hanya menatap Bulan. Saat kecerahannya meredup selama gerhana, bintang-bintang di sekitarnya akan lebih mudah terlihat. Mendekati puncak gerhana, sempatkan meletakkan teropong atau teleskop sejenak untuk menatap seluruh langit.
Artikel ini pernah tayang di WIRED en Español dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol.





Komentar
Belum ada komentar.