📑 Daftar Isi

Ilustrasi patung dinosaurus T-Rex terbesar di dunia dengan tangan pendek yang khas

Ilmuwan Ungkap Alasan T-Rex Punya Tangan Pendek

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penelitian terbaru mengungkap penyebab tangan pendek T-Rex terkait evolusi kepala dan rahang
  • Studi oleh Charlie Roger Scherer dari University College London dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B
  • Kepala besar mengambil alih fungsi lengan sebagai senjata serangan utama
  • Pola serupa ditemukan pada 5 keluarga theropoda: tyrannosaurid, abelisaurid, carcharodontosaurids, megalosaurids, ceratosaurids
  • Tangan pendek T-Rex tetap kuat, mampu meremuk lebih dari 100 kilogram
  • Kepala besar muncul sebelum lengan kecil dalam proses evolusi

Telset.id – Selama bertahun-tahun, misteri mengapa Tyrannosaurus rex (T. rex) memiliki tangan yang sangat pendek meski bertubuh raksasa telah membingungkan para ilmuwan dan publik. Sebuah studi ilmiah terkini akhirnya memberikan penjelasan komprehensif tentang fenomena evolusi yang unik ini.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences ini mengungkapkan bahwa tangan pendek T. rex adalah hasil dari perubahan strategi berburu. Alih-alih menggunakan cakar, predator puncak ini mengandalkan rahang raksasanya sebagai senjata utama.

Evolusi Kepala dan Rahang yang Mendominasi

Studi yang dilakukan oleh Charlie Roger Scherer, seorang ahli paleontologi vertebrata di University College London, menemukan hubungan kuat antara penyusutan lengan dengan pembesaran kepala dan rahang pada T. rex. “Kami berusaha memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dan kepala besar dan kuat,” kata Scherer, seperti dikutip dari Science Alert.

Menurut Scherer, kepala T. rex secara evolusioner mengambil alih fungsi lengan sebagai metode serangan utama. “Kepala mengambil alih lengan sebagai metode serangan. Ini adalah kasus ‘gunakan atau hilangkan’ — lengan tidak lagi berguna dan ukurannya akan mengecil seiring berjalannya waktu,” jelasnya.

Proses evolusi ini didorong oleh kebutuhan untuk berburu mangsa raksasa, seperti sauropoda yang panjangnya bisa mencapai 30 meter. “Mencoba menarik dan menangkap sauropoda sepanjang 30 meter dengan cakar bukanlah hal yang ideal. Menyerang dan bertahan dengan rahang mungkin lebih efektif,” tambah Scherer.

Bukan Hanya T-Rex yang Mengalami Fenomena Ini

Penelitian ini menemukan bahwa pola penyusutan lengan dan pembesaran kepala tidak hanya terjadi pada T. rex, tetapi juga pada lima keluarga theropoda lainnya. Tim peneliti membandingkan panjang kaki depan dengan panjang dan kekokohan tengkorak pada 61 spesies theropoda.

Hasilnya, hubungan kuat antara berkurangnya anggota tubuh bagian depan dan kekokohan tengkorak ditemukan pada tyrannosaurid, abelisaurid, carcharodontosaurids, megalosaurids, dan ceratosaurids. Menariknya, ukuran tengkorak atau tubuh saja tidak berkorelasi langsung dengan ukuran kaki depan.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa pada garis keturunan yang berbeda, lengan menyusut dengan proporsi yang berbeda. Dalam beberapa kasus, seluruh anggota tubuh menyusut secara bersamaan, namun pada kasus lain, beberapa bagian lebih memendek dibandingkan yang lain.

Inilah patung dinosaurus T-Rex terbesar di dunia

Tangan Pendek Bukan Berarti Lemah

Meskipun terlihat tidak proporsional, tangan pendek T. rex bukanlah anggota tubuh yang lemah. Diperkirakan tangan tersebut masih bisa meremuk lebih dari 100 kilogram. Para ilmuwan sebelumnya telah mengajukan beberapa hipotesis tentang fungsi lengan pendek ini.

Beberapa teori menyebutkan bahwa T. rex mungkin menggunakan lengannya untuk membantu mengangkat diri dari tanah setelah beristirahat, bertahan saat kawin, atau menebas mangsanya. Ada juga hipotesis bahwa lengan pendek berevolusi untuk menghindari gigitan tidak sengaja dari kerabat saat sedang makan.

Namun, para peneliti dalam studi baru ini menekankan bahwa kepala besar kemungkinan muncul sebelum lengan kecil. “Meskipun penelitian kami mengidentifikasi korelasi sehingga tidak dapat menentukan sebab dan akibat, kemungkinan besar tengkorak bertubuh kuat muncul sebelum kaki depan lebih pendek,” ungkap Scherer.

“Tidak masuk akal secara evolusioner jika hal ini terjadi sebaliknya, dan jika predator ini menghentikan mekanisme serangannya tanpa memiliki cadangan,” tutupnya.

Penelitian ini memberikan pemahaman baru tentang bagaimana tekanan evolusi membentuk anatomi makhluk purba. Temuan ini juga menunjukkan bahwa adaptasi fisik sering kali merupakan hasil dari perubahan strategi bertahan hidup yang kompleks, bukan sekadar kebetulan evolusioner.

Komentar

Belum ada komentar.