📑 Daftar Isi

Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS terlihat dari pesawat ulang-alik NASA dengan latar planet Bumi

ISS Bocor Lagi, NASA dan Roscosmos Kembali Kesulitan Cari Sumber

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • ISS kembali mengalami kebocoran di modul PrK segmen Rusia
  • Kebocoran disebabkan retakan mikroskopis yang sulit dideteksi
  • Tekanan udara turun satu pon per hari setelah kosmonaut menurunkan kargo
  • NASA dan Roscosmos berkoordinasi mencari solusi
  • Tidak ada dampak signifikan pada astronaut yang tinggal di ISS
  • ISS dijadwalkan pensiun tahun 2030, NASA pertimbangkan perpanjangan hingga 2032

Telset.id – Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali mengalami kebocoran di salah satu segmennya. Insiden ini memaksa NASA dan badan antariksa Rusia (Roscosmos) untuk kembali berupaya mencari sumber kebocoran yang sulit terdeteksi.

Selama lebih dari satu dekade, teknisi dari NASA dan Roscosmos telah memantau tingkat kebocoran dari modul kecil di segmen Rusia yang mengarah ke port penghubung. Sumber kebocoran ini diketahui adalah retakan mikroskopis yang ukurannya sangat kecil sehingga sulit ditemukan dan diperbaiki.

Pada bulan Januari lalu, NASA sempat menyatakan bahwa setelah melakukan beberapa inspeksi dan menggunakan bahan perekat, tekanan udara di segmen yang dikenal sebagai modul PrK ini telah mencapai konfigurasi stabil. Modul PrK pada dasarnya adalah terowongan transfer yang terhubung dengan Zvezda Service Module di segmen Rusia di ISS.

Namun, kebocoran ini terdeteksi lagi tiga minggu yang lalu. Tepatnya pada 1 Mei, setelah kosmonaut Rusia menurunkan kargo dari modul Progress 95, Roscosmos mencatat penurunan tekanan udara hingga satu pon per hari di modul PrK.

“Roscosmos mengizinkan penurunan tekanan di terowongan transfer secara bertahap sambil memantau laju penurunannya,” kata juru bicara NASA Josh Finch, seperti dikutip dari Ars Technica, Senin (25/5/2026).

“Area tersebut sekarang dijaga di tekanan yang lebih rendah, dengan penambahan tekanan kecil sesuai kebutuhan. Tidak ada dampak pada operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya,” sambungnya.

Meskipun kebocoran ini tidak memiliki dampak signifikan pada astronaut yang tinggal di ISS, dan tidak menimbulkan kekhawatiran langsung tentang kondisi stasiun, masalah ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang nasib jangka panjang ISS.

Nasib Jangka Panjang ISS Dipertanyakan

ISS dijadwalkan pensiun pada tahun 2030 setelah menghabiskan hampir tiga dekade di orbit Bumi. Setelah puluhan tahun di luar angkasa, dampak buruk lingkungan yang sangat keras sudah dirasakan oleh laboratorium antariksa ini.

Namun, NASA dan Kongres Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memperpanjang misi ISS setidaknya hingga tahun 2032, atau lebih lama, sampai ada alternatif yang dapat menggantikan ISS di orbit.

Di saat bersamaan, panel penasihat keselamatan memperingatkan risiko yang mengancam ISS seiring mendekati masa pensiunnya, termasuk masalah kebocoran udara yang masih berlanjut. Situasi ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur antariksa yang sudah berusia puluhan tahun membutuhkan perhatian serius, terutama saat badan antariksa dunia mulai mengalihkan fokus ke program eksplorasi Bulan dan Mars.

Kebocoran berulang di modul PrK ini juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi dalam pemeliharaan stasiun luar angkasa. Retakan mikroskopis yang sulit dideteksi dan diperbaiki menjadi ancaman diam-diam bagi integritas struktur ISS.

Untuk diketahui, ISS adalah proyek kolaborasi internasional terbesar di luar angkasa yang telah beroperasi sejak tahun 1998. Stasiun ini menjadi laboratorium riset bagi berbagai eksperimen ilmiah, termasuk penelitian tentang fermentasi makanan di kondisi mikrogravitasi.

Sementara itu, perkembangan terbaru di orbit juga menunjukkan bahwa China terus mengembangkan stasiun luar angkasanya sendiri. Insiden kebocoran di ISS ini menjadi kontras dengan kemajuan yang dicapai oleh program antariksa negara lain.

Hingga berita ini diturunkan, NASA dan Roscosmos masih berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menangani kebocoran di modul PrK. Kedua badan antariksa tersebut dipastikan akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan astronaut yang bertugas di ISS.

Komentar

Belum ada komentar.