📑 Daftar Isi

Ilustrasi aktivitas di Pangkalan Bulan dengan panel surya dan robot cetak 3D

NASA Bangun Pangkalan Bulan dengan Dana Rp 9,6 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • NASA berikan kontrak 590 juta dolar AS untuk bangun pangkalan Bulan
  • Tiga perusahaan swasta dapatkan misi pendarat robotik tanpa awak
  • Astrobotic terima 297,9 juta dolar untuk dua misi
  • Firefly Aerospace dapat 144,2 juta dolar untuk satu pendarat
  • Intuitive Machines menang 148,3 juta dolar untuk satu misi
  • Misi dijadwalkan luncur pada akhir 2028
  • Program Moon Base fase 1 biaya 10 miliar dolar
  • Targetkan kutub selatan Bulan untuk sumber air es
  • Firefly satu-satunya yang berhasil mendarat sempurna
  • China juga perluas program bulan secara cepat

Telset.id – NASA secara resmi menggelontorkan dana sebesar 590 juta dolar AS atau setara Rp 9,6 triliun untuk membangun pangkalan permanen di Bulan. Kontrak senilai fantastis ini diberikan kepada tiga perusahaan swasta untuk menjalankan empat misi pendarat robotik tanpa awak yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun 2028.

Investasi besar ini merupakan bagian dari Fase 1 program Moon Base NASA yang bernilai total 30 miliar dolar AS. Program ambisius ini bertujuan untuk mengirimkan pendarat, penjelajah, dan kargo ilmiah ke permukaan Bulan sebelum astronot akhirnya menempati pangkalan tersebut. Upaya ini terkait erat dengan program Artemis NASA, yang baru saja mengirimkan manusia untuk terbang lintas Bulan pada April lalu untuk pertama kalinya sejak era Apollo.

Menurut laporan NBC News yang dikutip dalam referensi, Astrobotic menerima bagian terbesar yakni 297,9 juta dolar AS untuk dua misi. Firefly Aerospace mengamankan kontrak senilai 144,2 juta dolar AS untuk satu pendarat, sementara Intuitive Machines memenangkan 148,3 juta dolar AS untuk satu misi lainnya. NASA menegaskan bahwa perjalanan robotik berulang ini sangat krusial karena awak manusia di masa depan akan bergantung pada sistem yang bekerja dengan sempurna.

Namun, catatan kinerja ketiga perusahaan ini masih beragam. Firefly menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang berhasil mendarat dengan sempurna di Bulan, dengan kendaraan Blue Ghost-nya mendarat tegak pada Maret 2025. Sementara itu, misi Peregrine milik Astrobotic tidak pernah berhasil melewati orbit Bumi, dan Intuitive Machines berhasil mencapai permukaan Bulan dua kali namun terguling pada kedua percobaannya.

NASA juga tengah menjajaki kemungkinan penggunaan prototipe penjelajah Mars bernama Promise untuk misi bulan, guna menambah kemampuan sains pada upaya pembangunan pos terdepan ini.

Baca Juga:

Mengapa NASA Mempercepat Jadwal?

Fase pertama program ini diperkirakan menelan biaya sekitar 10 miliar dolar AS dan akan berlangsung hingga 2028. Namun urgensi di balik percepatan ini tidak hanya terkait dengan tantangan teknik. China dengan cepat memperluas program bulan mereka, dan kedua negara menargetkan kutub selatan Bulan karena kawasan ini mungkin mengandung es air yang bisa diubah menjadi air minum atau bahan bakar roket.

NASA juga harus menghadapi berbagai kemunduran. Roket New Glenn milik Blue Origin meledak di landasan peluncuran pada Mei, yang menunda misi pendarat Blue Moon yang direncanakan. Badan antariksa AS ini telah mulai mencari opsi peluncuran cadangan untuk menghindari kehilangan waktu lebih banyak.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Pangkalan Bulan ini akan berkembang menjadi pemukiman tempat para astronot tinggal dan bekerja. Program ini memang mahal, berisiko, dan masih bertahun-tahun lagi, namun NASA baru saja mengambil salah satu langkah paling tegas untuk mewujudkannya.

Untuk mendukung misi ambisius ini, NASA juga terus mengembangkan teknologi pendukung seperti uji coba Cryocoupler dan perangkat isi bahan bakar di orbit untuk memastikan keberlanjutan misi luar angkasa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.