📑 Daftar Isi

Robot humanoid Optimus Tesla di lini produksi dengan komponen tangan dan lengan bawah berisi lebih dari 100 sekrup kecil

Produksi Optimus Tesla Baru Ratusan Unit, Target 20 Ribu per Minggu Jauh

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla hanya memproduksi beberapa ratus robot Optimus per minggu, jauh dari target 20.000 unit per minggu
  • Lini produksi Model S dan Model X dialihfungsikan untuk Optimus dan menimbulkan hambatan manufaktur
  • Komponen Optimus lebih kecil dan butuh presisi lebih tinggi dibanding komponen mobil
  • Tangan dan lengan bawah Optimus V3 punya lebih dari 100 sekrup yang masih dirakit manual
  • Robot V3 lebih ringan dan memiliki lebih banyak kamera, tapi belum punya sensing glove
  • Optimus masih dipakai internal di area terbatas, rencananya disewakan lebih dulu

Telset.id – Target Tesla memproduksi 20.000 robot Optimus per minggu masih jauh dari kenyataan. Laporan The Information menyebut Tesla hanya menghasilkan “beberapa ratus robot per minggu” pada bulan lalu, setelah perusahaan mengalihfungsikan lini produksi Model S dan Model X untuk Optimus pada awal tahun ini.

Angka tersebut menggambarkan jarak yang lebar antara ambisi produksi massal dan kapasitas riil di lini perakitan. Strategi repurposing lini produksi mobil itu pun disebut menimbulkan hambatan manufaktur, termasuk persoalan presisi saat menyatukan komponen.

The Information mencatat bahwa bukan hanya lini produksi Optimus yang baru, tetapi komponen Optimus jauh lebih kecil dan harus menyatu dengan presisi yang jauh lebih tinggi dibanding komponen mobil. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama produksi Optimus belum bisa menembus skala yang ditargetkan.

Perakitan Masih Manual, Ratusan Sekrup di Tangan dan Lengan

Kompleksitas perakitan terlihat jelas pada robot Optimus versi “V3” yang saat ini diproduksi. Bagian tangan dan lengan bawah robot tersebut memiliki lebih dari 100 sekrup dan komponen kecil lain yang untuk sementara ini masih harus dirakit secara manual oleh pekerja.

Jumlah komponen sekecil itu menuntut ketelitian tinggi di setiap tahap perakitan. Selama prosesnya belum bisa diotomatisasi, kecepatan produksi Optimus akan tetap terbatas pada kapasitas tenaga kerja manual yang tersedia.

Meski demikian, robot versi terbaru ini disebut lebih ringan dan memiliki lebih banyak kamera dibanding versi sebelumnya. Peningkatan itu menjadi salah satu pembeda utama antara generasi Optimus yang sedang diproduksi dan versi-versi awal.

Ada satu fitur yang belum tersedia di robot yang tengah diproduksi, yakni “sensing glove” yang masih dalam tahap pengembangan. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan robot dengan mempermudah penggantian sensor sentuh tanpa harus mengganti seluruh bagian tangan.

Janji Besar Elon Musk dan Rencana Sewa Robot

Optimus telah menghadapi keterlambatan selama bertahun-tahun, bahkan saat CEO Tesla Elon Musk terus melontarkan janji-janji besar soal produk ini. Musk menyebut Optimus akan menjadi “produk terbesar sepanjang masa” bagi Tesla.

Namun pada saat ini, robot Optimus masih digunakan secara internal untuk tugas-tugas tertentu di area yang terbatas. Robot ini belum dipakai secara umum maupun dengan teleoperasi jarak jauh.

Tesla juga dilaporkan berencana menyewakan robot tersebut pada tahap awal alih-alih menjualnya. Data pelatihan yang dikumpulkan dari penggunaan itu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan robot, tetapi Tesla harus lebih dulu mengeluarkan robot-robot itu ke dunia nyata.

Rencana sewa ini menandakan pendekatan bertahap dalam mengomersialkan Optimus. Sebelum skema tersebut berjalan, Tesla masih harus menyelesaikan persoalan produksi yang membuat volume mingguan tertahan di kisaran ratusan unit.

Di sisi lain, lanskap industri robotika turut bergerak. Pengembang lain mulai beralih ke desain robot yang tidak terlalu mirip manusia, dan pada awal bulan ini regulator di China dilaporkan mulai menahan pencatatan IPO untuk perusahaan robotika humanoid.

Pergerakan itu menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya datang dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari arah industri dan regulasi di pasar-pasar utama. Bagi Tesla, capaian produksi mingguan menjadi indikator paling konkret sejauh mana janji Musk soal Optimus bisa diterjemahkan ke lini perakitan.

Sejumlah lini produk Tesla lain juga tengah bergerak ke tahap produksi, seperti yang terlihat pada peluncuran resmi Semi dengan sejumlah truk listrik pelanggan yang mengantre di Nevada. Di sisi perangkat lunak, pengembangan fitur otonom Tesla juga masih menyisakan catatan, seperti pada kasus FSD di Brussels.

Dengan kondisi tersebut, target 20.000 robot Optimus per minggu masih menjadi proyeksi jangka panjang. Realisasi saat ini berada di level beberapa ratus unit per minggu, dengan perakitan manual pada komponen kecil dan fitur sensing glove yang belum siap menjadi dua pekerjaan rumah utama yang harus dibereskan lebih dulu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.