📑 Daftar Isi

Robot raksasa Neo1 setinggi 4 meter dari NeodraDynamics Robotics dipamerkan di China International Industry Fair

Robot Raksasa Neo1 Setinggi 4 Meter Debut di China International Industry Fair

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • NeodraDynamics Robotics perkenalkan Neo1, robot 13 kaki berbobot 1,2 ton di China International Industry Fair
  • Neo1 gunakan penggerak hidrolik-listrik hibrida, bukan motor listrik konvensional
  • Robot punya 41 derajat kebebasan aktif dan mampu angkat beban 1.100 pound
  • Diklaim punya akurasi posisi berulang dengan presisi satu mikrometer
  • Ditargetkan untuk operasi udara, darat, dan laut termasuk pertambangan dan teknik laut dalam
  • Belum ada demonstrasi nyata, perusahaan hanya rilis siaran pers

Telset.id – NeodraDynamics Robotics, perusahaan berbasis di Beijing, China, memperkenalkan robot raksasa setinggi 13 kaki atau sekitar 4 meter dengan bobot 1,2 ton dalam ajang China International Industry Fair. Robot bernama Neo1 ini menjadi sorotan karena mengandalkan sistem penggerak hidrolik-listrik hibrida yang diklaim menghilangkan kekhawatiran soal daya dan adaptasi lingkungan pada robot.

Kehadiran Neo1 menandai pendekatan berbeda dalam pengembangan robotika industri di China. Alih-alih mengikuti tren humanoid berukuran manusia, NeodraDynamics Robotics memilih memperbesar dimensi robot hingga dua kali lipat tinggi humanoid pada umumnya, lengkap dengan aktuator hidrolik yang memberikan kekuatan jauh melampaui kemampuan manusia.

Foto-foto yang beredar menunjukkan robot ini menjulang di atas kepala para pengunjung pameran. Neo1 tampil dengan bentuk yang oleh sumber digambarkan seperti diambil langsung dari film fiksi ilmiah. Inovasi robotika dan teknologi industri semacam ini menjadi bagian dari lanskap perkembangan teknologi China yang terus menarik perhatian global, termasuk di sektor otomotif dan energi seperti yang terlihat pada Aiva ME7.

Spesifikasi dan Kemampuan Neo1

Neo1 tidak menggunakan motor listrik konvensional. NeodraDynamics Robotics memilih sistem yang disebut sebagai “hydraulic-electric hybrid drive” atau penggerak hibrida hidrolik-listrik. Dalam siaran persnya, perusahaan menyatakan sistem ini “sepenuhnya menghilangkan kecemasan robot terhadap daya dan adaptasi lingkungan.” Pendekatan tersebut membuat Neo1 mirip dengan excavator canggih yang berbentuk raksasa setinggi 13 kaki.

Meski demikian, ada perbedaan mendasar antara Neo1 dan excavator biasa. Robot ini memiliki “41 full-body active degrees of freedom” atau 41 derajat kebebasan aktif di seluruh tubuhnya. Kemampuan angkatnya juga signifikan, yakni mampu membawa beban lebih dari 1.100 pound atau sekitar 500 kilogram dengan lengan besarnya.

Pictures of the Neo1 robot by NeodraDynamics.

Selain kekuatan fisik, NeodraDynamics Robotics mengklaim Neo1 memiliki “repeated positioning accuracy” atau akurasi posisi berulang dengan presisi ujung jari mencapai satu mikrometer. Tingkat presisi tersebut menunjukkan robot ini dirancang bukan hanya untuk pekerjaan berat, tetapi juga tugas yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Pengembangan robot dengan kemampuan ekstrem seperti Neo1 menunjukkan bagaimana industri teknologi China terus mendorong batas inovasi di berbagai sektor. Tren serupa terlihat di industri otomotif China yang bergerak cepat dalam menghadirkan kendaraan listrik dan teknologi baterai canggih, seperti yang terlihat pada produksi baterai Gen6 BMW di negara tersebut.

Perkembangan pesat teknologi di China juga tercermin dari dinamika industri komponen dan peralatan canggih di negara tersebut, termasuk manuver perusahaan teknologi seperti yang dilakukan SK hynix terkait ekspor peralatan ke China.

Target Penggunaan Neo1

NeodraDynamics Robotics membayangkan Neo1 sebagai responder utama untuk operasi di “sky, ground and sea” atau udara, darat, dan laut. Robot ini dirancang untuk membantu dalam berbagai tugas seperti “aerial inspection, underground mining, and deep-sea engineering” atau inspeksi udara, pertambangan bawah tanah, dan teknik laut dalam.

Kemampuan Neo1 diklaim dapat menahan tekanan bawah air ultra-tinggi untuk menjalankan pemeliharaan peralatan bawah laut. Robot ini juga disebut tahan terhadap guncangan dan polusi, sehingga menjadi kandidat untuk operasi pembongkaran, pembersihan, dan zona berbahaya yang efisien.

Dengan kombinasi kekuatan, presisi, dan ketahanan terhadap lingkungan ekstrem, Neo1 diposisikan sebagai solusi untuk pekerjaan yang terlalu berisiko atau terlalu berat bagi manusia. Namun, klaim-klaim tersebut masih menunggu pembuktian melalui demonstrasi nyata.

Pengembangan robotika canggih di China berjalan seiring dengan inovasi di sektor otomotif negara tersebut. Berbagai merek China terus menghadirkan kendaraan dengan teknologi terkini, seperti yang terlihat pada model BYD Ti7 PHEV yang tertangkap kamera dalam versi long wheelbase.

Meski demikian, masih ada pertanyaan besar mengenai realisasi Neo1. Perusahaan belum menampilkan robot ini dalam aksi nyata. Situs web NeodraDynamics Robotics juga tidak memberikan penjelasan detail selain siaran pers yang bersemangat tentang kemampuan robot tersebut.

Keraguan ini bukan tanpa alasan. Neo1 bukanlah produk China pertama yang digolongkan sebagai vaporware, yakni teknologi yang diumumkan besar-besaran namun tidak pernah terwujud menjadi kenyataan. Tanpa demonstrasi langsung, penilaian penuh terhadap kemampuan Neo1 masih tertunda.

Neo1 tetap menjadi ide liar yang mungkin atau mungkin tidak akan membuka era baru dalam rekayasa mekanik industri. Dari segi tampilan, robot ini akan terlihat mengesankan dari kejauhan di lokasi konstruksi, selama tidak pernah memutuskan untuk berbalik melawan manusia.

Pengembangan robot raksasa seperti Neo1 menunjukkan ambisi China dalam mendorong batas teknologi di berbagai bidang. Dari robotika industri hingga kendaraan listrik dan komponen teknologi tinggi, negara tersebut terus menjadi pusat inovasi yang patut dicermati perkembangannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.