Telset.id – Tim pengembang Ukraina yang terdiri dari Print&Live UA, iSCALE 3D, dan sejumlah spesialis telah menyelesaikan evaluasi lapangan serta uji tempur untuk roda tanpa udara yang ditujukan bagi kendaraan darat tanpa awak (unmanned ground vehicles/UGV). Roda ini diproduksi menggunakan teknologi 3D printing skala besar dan dirancang agar platform robotik tetap dapat bergerak meski mengalami kerusakan di lini depan. Uji tempur roda tanpa udara ini menandai tahap baru adopsi manufaktur aditif untuk kebutuhan medan perang.
Roda tanpa udara tersebut mengusung desain dengan tapak membulat, profil tertutup, dan cakram dua bagian. Konstruksi ringan menjadi jawaban atas risiko mobilitas di medan tempur. Ban konvensional dapat langsung tidak dapat digunakan setelah terkena serpihan, efek ledakan, puing, kawat berduri, atau medan beku, sehingga melumpuhkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh. Kegagalan semacam itu dapat membuat peralatan terekspos, sementara operasi pemulihan berpotensi mengharuskan personel mendekati lokasi yang masih menghadapi risiko tembakan musuh.
Desain Ukraina ini menghilangkan ketergantungan pada tekanan udara internal, sehingga roda dapat mempertahankan fungsi penopangnya tanpa perlu pengisian angin atau perawatan tekanan secara rutin. Struktur internalnya menggunakan lattice yang dapat diadaptasi secara digital, dibuat dari elastomer tahan lama dan polimer komposit. Berbeda dari desain dengan struktur seluler terbuka atau permukaan tapak datar, roda ini memiliki konstruksi tertutup dan geometri tapak melengkung. Ban dirancang untuk membatasi penumpukan kotoran, batu, dan es di sekitar roda selama operasi di medan sulit.

Massa yang relatif rendah dan profil membulat juga dimaksudkan untuk membatasi kontak dengan tanah serta hambatan gelinding, yang berpotensi mengurangi energi yang dibutuhkan untuk bergerak. Print&Live memperkirakan desain ini dapat memperpanjang jarak operasi kendaraan robotik darat hingga 30% dibandingkan alternatif asing. Satu set roda lengkap memiliki berat antara 32 dan 56 kg, dibandingkan 88 hingga 144 kg untuk alternatif tanpa udara asing yang disebutkan. Namun, set pneumatik konvensional memiliki berat sekitar 30 hingga 72 kg, yang berarti desain Ukraina ini tidak selalu lebih unggul dari setiap ban tradisional hanya dari sisi berat.
Meski demikian, pengurangan massa tak teredam dan massa berputar dapat meringankan tuntutan mekanis pada gearbox serta sistem penggerak listrik yang digunakan platform robotik. Pendekatan manufaktur ini memungkinkan insinyur menyesuaikan kekakuan roda, penyerapan guncangan, dan geometri secara digital sesuai berat serta kebutuhan operasi robot. Penyesuaian tersebut dapat mengubah karakteristik produk tanpa mengharuskan produsen menata ulang lini produksinya, sehingga berpotensi menyederhanakan pengembangan varian khusus.
Baca Juga:
Servis lapangan menjadi pertimbangan lain. Rim dua bagian yang telah dipatenkan memungkinkan ban yang rusak dipasang atau diganti tanpa mesin ganti ban konvensional. Para pengembang menyatakan bahwa pengaturan ini menghilangkan kebutuhan akan press khusus, sehingga berpotensi mempermudah perbaikan di lokasi yang tidak memiliki fasilitas dan peralatan bengkel. Pendekatan serupa juga terlihat pada proyek Jet RC 3D-Print yang mengandalkan manufaktur aditif untuk komponen yang sulit diproduksi secara konvensional.
Satu set lengkap dilaporkan berbiaya sekitar €680, meskipun informasi yang tersedia tidak merinci konfigurasi pasti atau biaya penggantian yang termasuk dalam harga tersebut. Proyek ini telah melewati fase riset dan pengembangan, dan produksi sudah berjalan dalam jumlah terbatas untuk pengiriman berikutnya ke unit tempur. Bukti operasional independen masih diperlukan untuk menetapkan bagaimana performa roda ini dalam penggunaan berkelanjutan, benturan berulang, dan kondisi medan perang yang bervariasi.
Pengembangan roda tanpa udara ini menjadi bagian dari gelombang inovasi manufaktur aditif yang lebih luas di sektor pertahanan dan robotika. Sebelumnya, pendekatan 3D printing juga diterapkan pada proyek Workstation 4 GPU AMD yang menunjukkan bagaimana teknologi cetak dan perakitan modular mulai mengubah cara perangkat keras dirancang dan diproduksi.

Dalam konteks operasional, kemampuan roda untuk tetap berfungsi tanpa tekanan udara memberi keunggulan pada kendaraan robotik yang beroperasi di lingkungan dengan risiko kerusakan tinggi. Ban konvensional yang terkena serpihan atau efek ledakan dapat langsung kehilangan fungsi, sementara roda tanpa udara tetap mempertahankan bentuk dan daya dukungnya. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan platform darat tanpa awak yang semakin mengandalkan komponen tahan rusak dan mudah diperbaiki di lapangan.
Proyek ini melibatkan kolaborasi antara Print&Live UA, iSCALE 3D, dan para spesialis yang berpartisipasi. Kombinasi kemampuan desain digital, material elastomer dan polimer komposit, serta produksi 3D printing skala besar memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kebutuhan robot yang berbeda. Dengan demikian, produsen dapat mengembangkan varian khusus tanpa harus mengubah tata letak lini produksi secara menyeluruh.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan teknis masih terbuka. Informasi yang tersedia belum merinci berapa lama roda dapat bertahan dalam penggunaan berkelanjutan, seberapa besar dampak benturan berulang terhadap struktur lattice internal, dan bagaimana performanya pada berbagai jenis medan perang. Evaluasi operasional independen akan menjadi penentu apakah desain ini benar-benar memberikan keunggulan dibandingkan solusi yang sudah ada.
Dari sisi biaya, harga sekitar €680 per set menempatkan roda ini pada rentang yang perlu dibandingkan dengan biaya total kepemilikan, termasuk potensi penghematan dari perawatan yang lebih sederhana dan penggantian yang lebih cepat. Namun, tanpa rincian konfigurasi dan biaya penggantian, perbandingan menyeluruh belum dapat dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia.
Yang jelas, penyelesaian uji tempur ini menandai langkah konkret dari tahap riset menuju produksi terbatas. Jika hasil evaluasi operasional mendukung klaim awal, roda tanpa udara buatan Ukraina ini dapat menjadi komponen penting dalam menjaga mobilitas kendaraan robotik darat di medan yang menantang, sekaligus memperkuat posisi manufaktur aditif sebagai teknologi kunci dalam pengembangan perangkat keras pertahanan dan robotika.





Komentar
Belum ada komentar.