📑 Daftar Isi

Ilustrasi perangkat PRIMA Science Corp yang ditanam di mata untuk memulihkan penglihatan

Science Corp Kantongi Izin Jual Alat Pemulih Penglihatan di Eropa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Science Corp mendapatkan persetujuan regulator Eropa untuk menjual perangkat PRIMA
  • PRIMA memulihkan penglihatan akibat degenerasi makula terkait usia
  • Prosedur implantasi hanya memakan waktu satu jam secara rawat jalan
  • Pasien bisa membaca novel 300 halaman dan menggambar setelah menggunakan PRIMA
  • Setiap perangkat diperkirakan berharga ratusan ribu dolar
  • Prosedur pertama di Jerman direncanakan pada bulan September
  • Science Corp juga mengembangkan sensor bio-hybrid bersama Yale Medical School
  • Pendapatan dari PRIMA akan mendanai riset teknologi BCI masa depan

Telset.id – Science Corporation, startup pengembang antarmuka otak-komputer (BCI), resmi mendapatkan persetujuan dari regulator alat medis Eropa untuk mulai menjual perangkat yang memulihkan penglihatan akibat degenerasi makula terkait usia. Izin ini menjadi langkah awal bagi perusahaan untuk membawa teknologi pemulihan penglihatan ke pasar global.

Perangkat bernama PRIMA ini juga telah memperoleh penetapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebagai langkah pertama menuju proses tinjauan regulasi yang dipercepat. Penetapan tersebut membuka peluang bagi perangkat ini untuk digunakan dalam menangani dua jenis kebutaan langka.

Jutaan orang di seluruh dunia menderita degenerasi makula terkait usia, kondisi yang menghancurkan sel-sel peka cahaya di bagian belakang mata. Akibatnya, penderita kesulitan membaca dan mengenali wajah. PRIMA hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini dengan pendekatan yang relatif sederhana.

Untuk menggunakan perangkat ini, pasien yang mengalami kehilangan penglihatan menjalani prosedur rawat jalan selama satu jam. Prosedur tersebut menanamkan chip kecil di bagian belakang mata pasien. Setelahnya, pasien menggunakan kacamata yang dilengkapi kamera untuk mentransmisikan pandangan dunia ke chip yang ditanam.

Kemampuan Visioner dan Kisah Sukses Pasien

Max Hodak, pendiri dan CEO Science Corp., menyatakan bahwa produk ini memberikan penglihatan fungsional bagi mereka yang telah kehilangannya. Ia membagikan beberapa kisah nyata yang membuktikan efektivitas perangkat ini dalam kehidupan sehari-hari pasien.

“Salah satu pasien kami di Prancis baru saja selesai membaca novel setebal 300 halaman beberapa waktu lalu, dan mengirimkan bukunya kepada kami,” kata Hodak kepada TechCrunch. “Kami memiliki sketsa di dinding yang digambar oleh salah satu pasien kami, yaitu gambar Gedung Opera Sydney. Ada juga video pasien yang bermain teka-teki silang dan mengisi Sudoku.”

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa PRIMA tidak hanya mengembalikan fungsi dasar penglihatan, tetapi juga memungkinkan pasien untuk kembali menikmati aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan. Hal ini menjadi bukti nyata dampak positif teknologi ini terhadap kualitas hidup pasien.

Hodak dikenal sebagai salah satu pendiri dan mantan presiden Neuralink, startup BCI milik Elon Musk. Ia keluar pada tahun 2021 untuk mendirikan Science Corp. dengan rencana mengembangkan BCI baru berdasarkan hibrida chip silikon dan sel hidup. Namun, perusahaan harus membuktikan prosesnya dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan terlebih dahulu.

Strategi Bisnis dan Model Pendanaan

“Hal yang dibutuhkan oleh industri ini adalah perusahaan yang menghasilkan pendapatan $100 juta per tahun,” ujar Hodak. “Ada risiko bahwa seluruh industri ini memasuki musim dingin, jadi kami pikir penting untuk membangun bisnis yang berkelanjutan sambil mengembangkan teknologi jangka panjang ini.”

Hodak dan rekan-rekannya percaya bahwa bisnis berkelanjutan tersebut adalah memulihkan penglihatan bagi tunanetra, khususnya pasien yang kondisinya berasal dari masalah dengan sel pendeteksi cahaya di bagian belakang mata. Setelah menjajaki berbagai pendekatan, mereka menentukan bahwa Pixium, perusahaan Prancis yang mengembangkan teknologi PRIMA, memiliki jalur yang tepat dan mengakuisisi perusahaan tersebut pada tahun 2024.

Science Corp. menggunakan platform internalnya untuk membangun dokumentasi dan mengembangkan produk agar siap untuk persetujuan regulasi dan komersialisasi. Setiap perangkat PRIMA diperkirakan berharga ratusan ribu dolar. Science Corp. dan mitra medisnya di Eropa saat ini sedang berdiskusi dengan penyedia layanan kesehatan mengenai penggantian biaya.

Perusahaan sedang meletakkan dasar untuk mulai menawarkan PRIMA di Jerman, tempat uji klinisnya dilakukan, dan prosedur pertama dapat dilakukan pada bulan September. Science Corp. berencana untuk terus meningkatkan kemampuan penglihatan PRIMA dengan chip baru dan faktor bentuk kacamatanya, yang saat ini memerlukan paket baterai untuk beroperasi.

Tujuannya adalah menawarkan sesuatu seperti kacamata AR milik Meta, tetapi kebutuhan daya dan komputasi untuk PRIMA jauh lebih signifikan. Science Corp. juga bekerja sama dengan Dr. Murat Günel, ketua Departemen Bedah Saraf Yale Medical School, untuk mengembangkan prosedur uji coba manusia pada sensor otak bio-hybrid yang ditanam langsung.

Hodak mengatakan bahwa membawa PRIMA ke pasar adalah “hal yang paling penting bagi perusahaan, karena kami tidak akan bisa mengerjakan hal-hal bio hybrid dalam jangka panjang jika tidak memiliki bisnis penglihatan yang hebat. Itulah yang benar-benar membiayai sisanya — itulah hal yang dapat dibuatkan spreadsheetnya oleh investor.”

Langkah Science Corp. ini menunjukkan bagaimana teknologi BCI tidak hanya berfokus pada implan otak canggih, tetapi juga dapat memberikan solusi nyata bagi masalah kesehatan yang meluas seperti degenerasi makula. Dengan pendekatan bisnis yang berkelanjutan, perusahaan berharap dapat terus mendanai penelitian dan pengembangan teknologi masa depan yang lebih revolusioner.

Persetujuan dari regulator Eropa ini menjadi tonggak penting bagi Science Corp. dalam mewujudkan misinya untuk memulihkan penglihatan. Ke depannya, perusahaan akan fokus pada komersialisasi di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, sambil terus menjajaki peluang untuk mendapatkan persetujuan di pasar global lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Keberhasilan PRIMA di pasar akan menjadi ujian bagi model bisnis startup BCI yang selama ini lebih banyak dikenal melalui proyek-proyek ambisius jangka panjang. Science Corp. membuktikan bahwa teknologi canggih dapat dikomersialkan secara bertahap sambil tetap mengembangkan inovasi masa depan.

Dengan dukungan dari regulator dan antusiasme dari komunitas medis, PRIMA berpotensi menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi kebutaan akibat degenerasi makula. Perusahaan optimis bahwa perangkat ini akan segera tersedia bagi pasien yang membutuhkan di seluruh dunia.

Selain fokus pada pemulihan penglihatan, Science Corp. juga terus mengembangkan teknologi BCI lainnya yang lebih canggih. Kolaborasi dengan Yale Medical School untuk uji coba sensor bio-hybrid menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus mendorong batas-batas teknologi antarmuka otak-komputer.

Hodak menekankan bahwa pendapatan dari PRIMA akan menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi masa depan. Dengan strategi ini, Science Corp. berharap dapat menghindari “musim dingin” yang sering melanda industri BCI dan memastikan keberlanjutan inovasi dalam jangka panjang.

Kisah Science Corp. menjadi contoh bagaimana startup teknologi dapat menggabungkan misi sosial dengan strategi bisnis yang solid. Dengan memulihkan penglihatan bagi jutaan orang, perusahaan tidak hanya menciptakan nilai komersial tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan manusia.

Ke depannya, pengembangan chip baru dan peningkatan faktor bentuk kacamata akan menjadi fokus utama Science Corp. untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas perangkat. Dengan teknologi yang terus berkembang, PRIMA diharapkan dapat memberikan pengalaman penglihatan yang semakin mendekati alami bagi para penggunanya.

Persetujuan dari regulator Eropa ini juga menjadi sinyal positif bagi industri BCI secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa regulator mulai terbuka terhadap teknologi baru yang dapat memberikan solusi bagi masalah kesehatan yang belum terpecahkan. Science Corp. menjadi pionir dalam membuka jalan bagi adopsi teknologi BCI di pasar medis global.

Dengan segala pencapaian ini, Science Corp. membuktikan bahwa visi untuk menghubungkan otak manusia dengan komputer bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, tetapi sudah menjadi kenyataan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.