📑 Daftar Isi

Upper stage Starship SpaceX saat bersiap mengorbit Bumi.

SpaceX Bakal Tangkap Upper Stage Starship Perdana di Flight 15

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX berencana menangkap Super Heavy booster dan upper stage Ship sekaligus pada uji terbang ke-15
  • Uji terbang bisa berlangsung paling cepat bulan depan, diumumkan Elon Musk di earnings call yang disiarkan di X
  • Ship akan ditangkap dengan lengan chopstick di menara peluncuran, seperti yang dipakai untuk booster
  • Ship bergerak lebih tinggi, lebih jauh, dan lebih cepat dari booster sehingga penangkapan lebih rumit
  • Pada Flight 14, Ship seharusnya 10 jam di orbit, dipangkas karena malfungsi mesin
  • Tujuan akhir: Starship sebagai kendaraan peluncur orbital yang sepenuhnya dan cepat dapat digunakan ulang

Telset.id – SpaceX berencana menangkap Starship untuk pertama kalinya, tidak hanya Super Heavy booster tetapi juga upper stage yang dijuluki “Ship”, pada uji terbang ke-15. Rencana ini diumumkan Elon Musk dalam earnings call perusahaan yang disiarkan langsung di X, dan disebut bisa berlangsung paling cepat bulan depan. Langkah ini menjadi ujian terbesar menuju visi Starship sebagai kendaraan peluncur orbital yang sepenuhnya dan cepat dapat digunakan ulang.

Dalam sesi tersebut, SpaceX juga menampilkan video singkat yang mendemonstrasikan cara perusahaan berniat mengambil kembali Ship dengan aman saat kembali ke Bumi. Simulasi itu menunjukkan Ship akan ditangkap menggunakan lengan “chopstick” pada menara peluncuran, mekanisme yang sebelumnya dipakai SpaceX untuk menangkap Super Heavy booster.

Rencana penangkapan dua tahap sekaligus ini menandai perubahan besar dibanding uji terbang ke-14, ketika kedua tahap kendaraan sama-sama mendarat di laut. Jika berhasil bulan depan, SpaceX akan mencatat pencapaian yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan mendekatkan Starship pada tujuan desainnya: membawa kru dan kargo ke Bulan serta Mars.

A SpaceX Starship upper stage.

Tantangan Menangkap Ship yang Lebih Cepat dan Lebih Jauh

SpaceX belum pernah mencoba menangkap upper stage Starship. Menurut catatan Space, tantangannya jauh lebih rumit karena Ship bergerak lebih tinggi dan lebih jauh dibanding booster. Kecepatannya pun lebih besar. Pada Flight 14, Ship seharusnya menghabiskan 10 jam di orbit mengelilingi Bumi. SpaceX akhirnya harus memangkas misi tersebut karena salah satu mesin Ship mengalami malfungsi, tetapi Ship tetap butuh berjam-jam untuk kembali ke Bumi. Sebagai perbandingan, Super Heavy kembali hanya beberapa menit setelah peluncuran.

Perbedaan profil penerbangan inilah yang membuat penangkapan Ship menjadi uji teknik yang berbeda dari booster. Booster kembali cepat dan relatif dekat dari titik peluncuran, sementara Ship harus menempuh perjalanan orbital sebelum masuk kembali ke atmosfer dan diarahkan ke menara penangkap. Simulasi yang ditampilkan SpaceX memperlihatkan bagaimana lengan chopstick di menara peluncuran dirancang untuk menerima Ship saat kembali.

Jalan Menuju Starship yang Dapat Digunakan Ulang

Tujuan akhir SpaceX adalah mengembangkan Starship menjadi kendaraan peluncur orbital yang sepenuhnya dan cepat dapat digunakan ulang untuk misi luar angkasa jauh. Kendaraan ini memang dirancang dengan tujuan membawa kru dan kargo ke Bulan dan Mars. Karena itu, kemampuan menangkap kedua tahap menjadi kunci, bukan sekadar demonstrasi teknologi. Selama tahap kendaraan masih berakhir di laut, siklus penggunaan ulang belum sepenuhnya tercapai.

Pengumuman ini disampaikan dalam earnings call SpaceX yang disiarkan langsung di X. Perusahaan juga menayangkan video pendek berisi simulasi penangkapan Ship. Dalam livestream tersebut, simulasi dapat disaksikan pada penanda waktu 1:07:19, dan potongan videonya juga beredar melalui unggahan investor Sawyer Merritt. Musk menyebut uji terbang ke-15 bisa berlangsung paling cepat bulan depan, tanpa merinci tanggal pasti.

Jika SpaceX berhasil menangkap kedua tahap pada uji terbang ke-15, itu akan menjadi langkah besar menuju tujuan penggunaan ulang penuh. Namun perusahaan belum memberikan jaminan hasil, dan Ship sendiri belum pernah diuji untuk ditangkap. Sebelumnya, pada Flight 14, malfungsi mesin memaksa SpaceX memangkas durasi Ship di orbit, yang menunjukkan bahwa faktor keandalan mesin masih menjadi bagian dari uji coba yang sedang berjalan.

Bagi publik yang mengikuti perkembangan industri antariksa, uji terbang ke-15 akan menjadi momen untuk melihat apakah mekanisme penangkapan yang sudah terbukti pada booster dapat diadaptasi untuk tahap yang bergerak lebih cepat dan lebih jauh. SpaceX telah menunjukkan simulasi konsepnya, tetapi eksekusi sesungguhnya baru akan terlihat saat misi digelar. Perkembangan uji coba ini juga relevan bagi pengamat tren teknologi yang memantau bagaimana inovasi rekayasa diterjemahkan dari simulasi menjadi operasi nyata, sejalan dengan liputan Telset.id atas agen riset OpenAI dan pengujian fitur Ask Google from Anywhere di Chrome Canary.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.