Close-up knalpot mobil bensin yang mengeluarkan emisi

Studi MIT: EV Terbukti Lebih Ramah Lingkungan dari Mobil Bensin

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Studi MIT menganalisis emisi mobil bensin (ICEV), hybrid (PHEV), dan listrik (BEV)
  • BEV menghemat emisi 40-60% dibandingkan ICEV dalam berbagai kondisi
  • PHEV mencapai 80-90% penghematan emisi BEV di perkotaan, 60% di pedesaan
  • Sumber listrik (batu bara vs terbarukan) memengaruhi variasi regional
  • Studi menambah bukti bahwa EV lebih ramah lingkungan terlepas dari sumber listrik

Telset.id – Perdebatan soal dampak lingkungan mobil listrik versus mobil bensin akhirnya mendapat jawaban ilmiah baru. Sebuah studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memberikan bukti kuat bahwa kendaraan listrik murni (BEV) secara signifikan lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal (ICEV).

Studi yang pertama kali dilaporkan oleh Jalopnik ini menganalisis emisi keseluruhan dari berbagai jenis kendaraan. Peneliti MIT membandingkan jejak karbon mobil bensin (ICEV), mobil hybrid plug-in (PHEV), dan mobil baterai listrik (BEV). Hasilnya menunjukkan bahwa dalam berbagai kondisi operasi, BEV mampu menghemat emisi sebesar 40 hingga 60 persen dibandingkan ICEV.

“Campuran listrik merupakan kontributor paling penting terhadap variasi regional ini, yang menghasilkan pengurangan emisi yang lebih seragam dan lebih besar jika pasokan listrik mengalami dekarbonisasi,” tulis para penulis studi. Mereka juga menambahkan bahwa pola berkendara regional membuat PHEV mencapai 80 hingga 90 persen penghematan emisi BEV di perkotaan, dan 60 persen di pedesaan, dengan asumsi pengisian daya rutin.

Temuan ini memberikan konteks penting dalam perdebatan yang kerap memanas di media sosial. Argumen umum dari pendukung mobil bensin adalah bahwa dampak lingkungan dari penambangan logam untuk baterai lithium-ion hingga proses pengisian daya justru lebih besar daripada mobil berbahan bakar fosil. Namun, studi MIT menunjukkan bahwa terlepas dari sumber listrik yang digunakan—apakah dari batu bara atau energi terbarukan—kendaraan listrik tetap menjadi pilihan yang lebih baik bagi Bumi.

Penelitian ini menambah deretan bukti selama bertahun-tahun yang menunjukkan bahwa jejak karbon kendaraan listrik lebih ringan. Bagi mereka yang masih tergoda dengan suara gemuruh mesin bensin, studi ini menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan untuk bersembunyi di balik kepedulian palsu terhadap lingkungan.

Baca Juga:

A close-up photograph of gasoline car's exhaust pipe.

Implikasi dari studi ini sangat jelas: transisi ke kendaraan listrik bukan hanya tren, melainkan langkah konkret untuk mengurangi emisi global. Meskipun masih ada variasi berdasarkan lokasi dan sumber listrik, data dari MIT memberikan kepastian bahwa setiap langkah menuju elektrifikasi adalah langkah yang benar. Bagi konsumen yang peduli lingkungan, studi ini bisa menjadi referensi kuat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Komentar

Belum ada komentar.