Ilustrasi kolaborasi CATL dan Octopus Energy dalam proyek Swaptopus untuk truk listrik

Swaptopus Siapkan Baterai untuk 300.000 Truk Listrik Eropa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • CATL dan Octopus Energy membentuk joint venture bernama Swaptopus untuk infrastruktur penukaran baterai truk listrik di Eropa.
  • Proyek ini ditargetkan mampu mendukung lebih dari 300.000 truk listrik.
  • Hub penukaran baterai pertama akan beroperasi pada 2027 di Inggris, diperluas menjadi 30 hub di Eropa pada 2035.
  • Baterai truk CATL terbesar mencapai 1000 kWh, 20 kali lipat baterai mobil penumpang.
  • Proyek diperkirakan membuka investasi swasta lebih dari £30 miliar.
  • Selain penukaran baterai, CATL dan Octopus juga menjajaki teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) dan penyimpanan energi.
  • Stasiun penukaran baterai juga berfungsi sebagai virtual power plant untuk menstabilkan jaringan listrik.

Telset.id – Raksasa baterai asal China, CATL, bersama perusahaan energi asal Inggris, Octopus Energy, resmi membentuk perusahaan patungan bernama Swaptopus. Proyek ambisius ini bertujuan membangun infrastruktur penukaran baterai untuk truk listrik di seluruh Eropa, dengan kapasitas menopang lebih dari 300.000 kendaraan berat.

Alih-alih menunggu pengisian daya yang memakan waktu berjam-jam, truk listrik nantinya hanya perlu beberapa menit untuk menukar baterai yang habis dengan yang sudah terisi penuh. Langkah ini diyakini mampu mengatasi salah satu hambatan terbesar elektrifikasi sektor angkutan barang, yaitu waktu henti (downtime) yang panjang.

Baca Juga:

Pendiri dan CEO Octopus Energy Group, Greg Jackson, menekankan keunggulan model ini. Menurutnya, truk listrik secara operasional sudah lebih murah dibandingkan truk diesel. Tantangan utamanya adalah menjaga kendaraan tetap bergerak.

“Electric trucks already beat diesel on running costs, the challenge is keeping them moving. Battery swapping changes that. Instead of waiting for hours, trucks can be back on the road in minutes,” ujar Greg Jackson.

Octopus and CATL battery swapping

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menggabungkan keahlian perangkat lunak dan energi Octopus dengan teknologi baterai kelas dunia milik CATL untuk menghadirkan solusi transportasi bersih yang praktis dalam skala besar di Eropa.

Baterai untuk kendaraan komersial milik CATL memiliki kapasitas sangat besar. Baterai terbesarnya bisa mencapai 1000 kWh, atau sekitar 20 kali lipat kapasitas baterai mobil penumpang listrik pada umumnya.

Pembangunan hub penukaran baterai pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027, dengan lokasi awal di Inggris. Rencananya, jaringan ini akan diperluas menjadi lebih dari 30 hub besar yang tersebar di seluruh Eropa pada tahun 2035.

Proyek ini diperkirakan mampu membuka investasi swasta senilai lebih dari £30 miliar (sekitar Rp 600 triliun) dalam beberapa tahun ke depan. Angka tersebut mencerminkan besarnya potensi pasar dan kepercayaan investor terhadap masa depan transportasi listrik berbasis baterai.

Ketua dan CEO CATL, Dr. Robin Zeng, menyatakan optimismenya. Ia menegaskan bahwa teknologi penukaran baterai telah terbukti di lapangan di China, dan pihaknya sangat antusias untuk membawanya ke Inggris dan Eropa.

“Battery swapping will be a significant part of the future of commercial transport. We have field-proven this technology in China, and we are delighted to bring it to the UK and Europe…” ujar Dr. Robin Zeng.

Ia menjelaskan bahwa penggabungan keahlian dalam penukaran baterai, teknologi B2G (Battery-to-Grid), dan penyimpanan energi dari CATL, dengan teknologi perdagangan dan manajemen energi bertenaga AI milik Octopus, akan mempercepat elektrifikasi transportasi darat di kawasan tersebut.

CEO dan Pendiri Swaptopus, William Rowe, menambahkan bahwa hub penukaran baterai ini memiliki fungsi yang lebih luas. Menurutnya, masa depan transportasi darat adalah listrik dan otonom, dan penukaran baterai adalah bagian besar dari infrastruktur pendukungnya.

“Not only does it significantly reduce down time but since the batteries at the swapping stations can be charged and discharged when the grid needs it, they act as a virtual power plant and in turn lower costs for consumers,” jelas William Rowe.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa stasiun penukaran baterai tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengganti baterai, tetapi juga sebagai aset jaringan listrik yang dapat membantu menstabilkan pasokan energi dan menurunkan biaya bagi konsumen rumah tangga.

Selain fokus pada transportasi barang, CATL dan Octopus juga menjajaki peluang di bidang penyimpanan energi dan manajemen kelistrikan yang lebih luas di Eropa. Salah satu proposal yang diajukan adalah memperluas teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) ke seluruh jaringan mitra manufaktur otomotif dan pelanggan global CATL.

Dengan teknologi V2G, jutaan kendaraan listrik di masa depan berpotensi untuk mengalirkan listrik kembali ke jaringan listrik nasional saat puncak permintaan. Hal ini akan menciptakan ekosistem energi yang lebih terintegrasi dan efisien, di mana baterai kendaraan berfungsi ganda sebagai sumber daya cadangan.

Langkah CATL dan Octopus ini menjadi angin segar bagi industri logistik Eropa yang tengah berupaya mengurangi emisi karbon. Dengan hadirnya infrastruktur penukaran baterai, hambatan utama adopsi truk listrik, yaitu waktu pengisian daya yang lama, secara efektif dapat dieliminasi.

Model bisnis ini juga menarik karena memisahkan kepemilikan baterai dari kendaraan. Pemilik truk tidak perlu lagi khawatir tentang degradasi baterai atau biaya penggantian yang mahal, karena baterai dikelola oleh operator stasiun penukaran. Hal ini berpotensi menurunkan biaya awal kepemilikan kendaraan listrik komersial.

Keberhasilan proyek Swaptopus di Eropa akan menjadi ujian penting bagi adopsi teknologi penukaran baterai di luar China. Jika berhasil, model ini bisa menjadi cetak biru bagi negara-negara lain yang ingin mempercepat elektrifikasi sektor transportasi berat mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.