📑 Daftar Isi

Citra medan puing supernova Pa 30 yang diambil Teleskop Gemini North dengan filamen sulfur merah dan oksigen biru-hijau.

Teleskop Gemini North Ungkap Misteri Bintang Zombie Pa 30

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Teleskop Gemini North menangkap citra detail medan puing supernova Pa 30
  • Pa 30 berada 7.500 tahun cahaya dari Bumi dan tercatat tahun 1181
  • Objek ini satu-satunya bintang Bima Sakti yang bertahan dari supernova Type Iax
  • Citra sulfur menampilkan sepuluh kali lebih banyak filamen dari sebelumnya
  • Bintang zombie tetap di pusat ledakan tanpa tendangan momentum
  • Tim peneliti berharap menemukan lebih banyak survivor Type Iax

Telset.id – Teleskop Gemini North milik NSF NOIRLab berhasil menangkap citra medan puing supernova Pa 30 dengan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya. Objek yang berada sekitar 7.500 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan sisa ledakan bintang yang tercatat astronom Jepang, China, dan Arab pada tahun 1181, dan menjadi satu-satunya bintang di galaksi Bima Sakti yang diketahui bertahan dari supernova Type Iax yang tidak sempurna.

Citra baru dari observatorium NASA ini memperlihatkan untaian besar sulfur terionisasi berwarna merah dan oksigen terionisasi berwarna biru-hijau. Pengamatan Gemini North terhadap Pa 30 mampu meresolusi struktur tersebut jauh lebih tajam dibanding sebelumnya, dengan pengamatan sulfur saja menampilkan sepuluh kali lebih banyak filamen dibanding citra lama.

Pa 30, the likely remnant of the historical supernova witnessed in the year 1181.

Pa 30 pertama kali terlihat pada 1181 oleh para astronom di Jepang pada awal periode samurai yang kemudian mendominasi masa feodal Jepang. Objek terang di konstelasi Cassiopeia itu teramati selama setidaknya 185 hari. Peristiwa ini menjadi salah satu dari hanya lima peristiwa serupa yang tercatat sebelum penemuan teleskop beberapa ratus tahun kemudian.

Letak Pa 30 yang relatif dekat dengan Bumi menjadi alasan utama detail strukturnya bisa terlihat. Jaraknya sekitar seperempat jarak ke pusat Bima Sakti. “Kita bisa melihat detail sebanyak ini karena kedekatan Pa 30 dengan Bumi,” ujar Ilaria Caiazzo, asisten profesor di Institute of Science and Technology Austria dan salah satu penulis makalah baru tentang pengamatan terbaru yang diterbitkan di The Astrophysical Journal.

Menurut Caiazzo, kedekatan tersebut membuat Pa 30 sangat berharga untuk dipelajari. Skala struktur yang terlihat pun sulit dibayangkan. “Wilayah planet tata surya kita bisa masuk ke dalam setiap simpul sekitar sepuluh kali dengan sisa ruang,” jelasnya. “Simpul-simpulnya sangat seragam. Kami sangat bersemangat untuk mencoba memodelkannya.”

Bintang Zombie yang Bertahan di Pusat Ledakan

Pa 30 menjadi objek unik di Bima Sakti karena merupakan satu-satunya bintang yang diketahui bertahan dari supernova Type Iax yang tidak sempurna. Kelas ledakan ini jauh lebih lemah energinya dibanding jenis supernova lain, sehingga memungkinkan bintang katai putihnya “bertahan” dari ledakan dan berubah menjadi apa yang disebut “bintang zombie”.

Para ilmuwan meyakini Pa 30 merupakan hasil tumbukan dua katai putih, yakni cangkang bintang purba yang sangat padat dengan ukuran sebesar Bumi. Berbeda dengan banyak supernova lain yang energinya cukup kuat melempar bintang jauh dari lokasi ledakan, bintang progenitor Pa 30 justru tetap berada tepat di pusat.

Kondisi itu menimbulkan teka-teki bagi para peneliti. Ledakan seharusnya mempertahankan momentum, sehingga jika ledakan benar-benar simetris, ejecta juga seharusnya simetris dan bintang yang bertahan tidak menerima tendangan substansial. Namun pada Pa 30, bintang tersebut praktis tidak terlihat bergerak menjauh sama sekali.

Pengamatan sebelumnya terhadap objek ini juga sempat menarik perhatian para astronom yang mendalami fenomena langit dari Bumi. Sejumlah riset terkait objek luar angkasa lain, seperti sinyal radio exoplanet, menunjukkan bagaimana teleskop generasi baru terus membuka pemahaman baru tentang alam semesta.

Struktur simpul gas terionisasi yang sangat seragam di sekitar Pa 30 menjadi salah satu aspek paling mengejutkan dari citra baru ini. Keseragaman tersebut menunjukkan peristiwa yang simetris sempurna, meski secara visual tampak kacau dan penuh kekerasan. Tim peneliti kini berharap dapat menemukan lebih banyak bintang yang bertahan dari supernova Type Iax di Bima Sakti seiring meningkatnya detail pengamatan.

Gemini North sendiri merupakan bagian dari International Gemini Observatory yang terdiri dari dua teleskop kuat di Hawaii dan Chile. Observatorium ini dioperasikan oleh NSF NOIRLab dan menjadi salah satu fasilitas utama untuk pengamatan astronomi berbasis darat. Kemampuan resolusinya memungkinkan para astronom memetakan struktur gas yang sebelumnya tidak terlihat.

Penemuan ini menambah daftar panjang temuan astronomi yang mengubah cara ilmuwan memahami evolusi bintang. Sebelumnya, tim peneliti di Stanford juga menemukan bahwa otak manusia dua organ, sebuah temuan yang menunjukkan betapa banyak struktur kompleks di alam semesta yang masih menunggu untuk dijelaskan.

Bagi Pa 30, tantangan berikutnya adalah memodelkan simpul-simpul gas yang seragam tersebut untuk memahami bagaimana ledakan bisa menghasilkan struktur simetris tanpa memberi tendangan pada bintang yang bertahan. Pengamatan lanjutan dengan teleskop yang lebih detail diharapkan dapat menjawab pertanyaan mengapa bintang zombie ini tetap diam di pusat medan puingnya sendiri.

Catatan historis tahun 1181 juga menjadi pengingat bahwa fenomena ini telah diamati manusia hampir satu milenium lalu. Dokumentasi dari astronom Jepang, China, dan Arab menjadi bukti bahwa peristiwa langit langka telah menjadi bagian dari pengetahuan manusia jauh sebelum teleskop ditemukan. Kini, citra Gemini North memberi kita kesempatan melihat sisa ledakan itu dengan detail yang tidak mungkin terlihat oleh pengamat abad ke-12.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.